MARKET DATA

Langit Eropa Akan Gelap Total di Siang Hari pada 12 Agustus, Ada Apa?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
03 January 2026 21:45
Gerhana Matahari Cincin Api Annular. (Tangkapan Layar Youtube NASA)
Foto: Gerhana Matahari Cincin Api Annular. (Tangkapan Layar Youtube NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Benua Eropa belum pernah menyaksikan gerhana matahari total sejak Agustus 1999. Namun di 2026, tampaknya masyarakat Eropa harus bersiap menghadapi fenomena unik.

Pada 12 Agustus 2026 nanti, masyarakat Eropa akan dihadapi oleh siang yang lebih gelap, karena tahun ini menjadi puncak dari gerhana matahari cincin, gerhana bulan, dan beberapa puncak hujan meteor. Tiga fenomena tersebut akan melintasi Atlantik Utara hingga mencapai Spanyol utara.

Pada Agustus 1999, bulan sempat menutupi matahari, membuat sebagian Eropa gelap gulita. 27 tahun kemudian, gerhana matahari total kembali terjadi, menempatkan Spanyol tepat di pusat perhatian.

Jalur gerhana dimulai di Rusia utara, melintasi Samudra Arktik dan Greenland timur, mencapai puncak gerhana di lepas pantai Islandia, kemudian berlanjut melintasi Atlantik menuju Portugal dan Spanyol utara, tiba sesaat sebelum matahari terbenam.

Di Spanyol utara, beberapa kota diperkirakan akan mengalami gerhana matahari total selama sekitar 1 menit dan 50 detik. Di sebagian besar wilayah Eropa, serta Amerika Utara dan Afrika barat, peristiwa ini akan terlihat sebagai gerhana sebagian.

Jejak gerhana sebagian juga mencakup sebagian wilayah barat laut Yunani (Corfu, Igoumenitsa, Konitsa, Kastoria, dan Florina), tetapi cakupannya sangat kecil sehingga hampir tidak dapat diamati.

Fiori Metallinou, seorang astrofisikawan di Observatorium Nasional Athena dan Koordinator Penjangkauan Nasional untuk IAU, menjelaskan gerhana Mediterania ini menawarkan para ilmuwan Eropa selatan kesempatan langka untuk memahami fisika matahari.

"Selama gerhana, fisikawan surya dapat mengamati atmosfer luar Matahari, yang dikenal sebagai korona surya, yang hanya terlihat ketika cakram surya menjadi gelap," jelas Metallinou. "Dengan memotret dan mempelajari komposisinya, kita dapat lebih memahami aktivitas surya dan membandingkan proses ini dengan gerhana sebelumnya," kata Metallinou, dikutip dari Greek Reporter, Sabtu (3/1/2026).

Antusiasme sudah mulai meningkat, dengan para astronom profesional dan amatir, termasuk anggota Friends of Astronomy Club, yang sudah merencanakan ekspedisi ke Spanyol untuk menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung.

Selain gerhana total, tahun 2026 menawarkan fenomena unik astronomi lainnya. Berikut ini daftarnya:

  1. 17 Februari 2026, gerhana matahari cincin, akan terlihat di atas Antartika, dengan sebagian terlihat di Afrika selatan dan sebagian Amerika Selatan.
  2. Aurora Borealis, meskipun "maksimum aktivitas matahari" mencapai puncaknya pada tahun 2025, aktivitas matahari tetap tinggi hingga tahun 2026, menjanjikan tampilan Cahaya Utara yang spektakuler.
  3. Siklus bulan mengikuti aturan bahwa gerhana matahari biasanya berpasangan dengan gerhana bulan, Gerhana Bulan Total (Bulan Merah) akan terjadi pada 3 Maret 2026, yang dapat dilihat di seluruh Amerika dan Asia.
  4. 28 Agustus 2026, gerhana bulan sebagian akan terlihat dari Afrika, Eropa, dan Asia. Di Athena, puncaknya akan terjadi pada pukul 06.50 waktu setempat.

Supermoon dan Bulan Biru

Tahun 2026 juga akan menampilkan tiga Supermoon, yakni pada 3 Januari, 24 November, dan 23 Desember, yang tampak lebih besar dan lebih terang saat bulan mencapai perigee-nya. Mei 2026 juga akan menampilkan "Bulan Biru", sebuah kejadian langka dua bulan purnama dalam satu bulan (1 Mei dan 31 Mei).

Terakhir, hujan meteor Perseid diperkirakan akan sangat menakjubkan tahun ini. Mencapai puncaknya pada 12 dan 13 Agustus, hujan meteor ini bertepatan dengan Bulan Baru, memberikan langit yang benar-benar gelap untuk melihat "bintang jatuh," yang akan aktif dari pertengahan Juli hingga awal September 2026.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/chd)



Most Popular