MARKET DATA

Dalam 12 Bulan di 2026, Langit Pamer Keajaiban: Meteor hingga Gerhana

Muhammad Zahran,  CNBC Indonesia
01 January 2026 17:00
Ilustrasi Strawberry Full Moon. foto/istockphoto
Foto: Ilustrasi bulan purnama. foto/istockphoto

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2026 akan menghadirkan rangkaian peristiwa astronomi yang menghiasi langit dari awal hingga akhir tahun. Mulai dari hujan meteor, gerhana, hingga fenomena planet, berbagai fenomena langit ini dapat dinikmati oleh pengamat di berbagai belahan dunia.

Januari: Hujan Meteor Quadrantid dan Oposisi Jupiter

Awal tahun 2026 akan dibuka dengan hujan meteor Quadrantid yang aktif sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, dengan puncak pada 4 Januari.

Namun, kehadiran bulan purnama yang sekaligus menjadi supermoon pertama di 2026 membuat pengamatan fenomena ini kurang optimal. Masih di bulan Januari, Jupiter mencapai kondisi paling terang pada 10 Januari ketika berada pada fase oposisi, memungkinkan planet raksasa gas ini terlihat jelas sepanjang malam.

hujan meteor QuadrantidsFoto: phys.org
hujan meteor Quadrantids

 

Februari: Gerhana Matahari Cincin dan Parade Planet

Memasuki Februari, langit kembali diramaikan oleh gerhana matahari cincin pada 17 Februari yang dapat disaksikan di wilayah Afrika bagian selatan, ujung Amerika Selatan, dan Antarktika.

Menjelang akhir bulan, fenomena parade planet juga terjadi, ketika enam planet-Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus-tampak berjajar di langit malam, meski tidak semuanya mudah diamati tanpa alat bantu.

HOULTON, MAINE - APRIL 08: The sun reaches totality during the eclipse on April 08, 2024 in Houlton, Maine. Millions of people have flocked to areas across North America that are in the Foto: Getty Images via AFP/JOE RAEDLE
HOULTON, MAINE - APRIL 08: The sun reaches totality during the eclipse on April 08, 2024 in Houlton, Maine. Millions of people have flocked to areas across North America that are in the "path of totality" in order to experience a total solar eclipse. During the event, the moon will pass in between the sun and the Earth, appearing to block the sun. Joe Raedle/Getty Images/AFP (Photo by Joe Raedle/Getty Images) (Photo by JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

.

Maret: Gerhana Bulan Total dan Peluang Aurora

Pada 2-3 Maret menghadirkan salah satu peristiwa paling mencolok, yakni gerhana bulan total.

Pada momen ini, Bulan akan tampak berwarna jingga kemerahan dalam fenomena yang dikenal sebagai blood moon, akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Gerhana ini dapat diamati di sebagian besar Amerika, Asia, dan Oseania. Masih di periode yang sama, ekuinoks musim semi di Belahan Bumi Utara turut meningkatkan peluang munculnya aurora, seiring masih tingginya aktivitas Matahari.

A lunar eclipse is seen in Sydney on November 08, 2022 in Sydney, Australia.  Australians will experience the first visible total lunar eclipse of the year on Tuesday, with the eclipse also being visible from New Zealand. (Brook Mitchell/Getty Images)Foto: Gerhana bulan terlihat di Sydney pada 08 November 2022 di Sydney, Australia (Getty Images/Brook Mitchell)
A lunar eclipse is seen in Sydney on November 08, 2022 in Sydney, Australia. Australians will experience the first visible total lunar eclipse of the year on Tuesday, with the eclipse also being visible from New Zealand. (Brook Mitchell/Getty Images)

 

April: Hujan Meteor Lyrid di Langit Musim Semi

Langit April dihiasi hujan meteor Lyrid yang mencapai puncak pada 22 April. Meski tidak seaktif hujan meteor besar lainnya, Lyrid kerap menampilkan meteor terang dengan jejak cahaya yang bertahan beberapa detik, dan kondisi Bulan yang relatif mendukung membuat pengamatan cukup ideal.

Mei: Eta Aquariids dari Jejak Komet Halley

Pada Mei, hujan meteor Eta Aquariids dari sisa debu Komet Halley mencapai puncaknya pada 5-6 Mei, meski cahaya Bulan yang hampir penuh diperkirakan mengganggu visibilitas.

Komet HalleyFoto: phys.org
Komet Halley

Juni: Konjungsi Venus dan Jupiter

Memasuki Juni, perhatian tertuju pada konjungsi Venus dan Jupiter yang tampak berdampingan di langit barat daya pada malam hari. Kedua planet ini menjadi mudah dikenali berkat cahayanya yang terang, bahkan tanpa alat bantu.

Juli-Agustus: Puncak Hujan Meteor Perseid

Memasuki pertengahan tahun, hujan meteor Perseid kembali menjadi sorotan utama. Aktif sejak Juli hingga Agustus dengan puncak pada 12-13 Agustus, Perseid menawarkan kondisi pengamatan yang sangat ideal karena bertepatan dengan fase Bulan baru, dengan potensi puluhan hingga ratusan meteor per jam.

Patung-patung kuno terlihat selama hujan meteor Perseid di puncak Gunung Nemrut di tenggara Turki, Minggu, 11 Agustus 2024. Bertengger di ketinggian 2.150 meter (lebih dari 7.000 kaki), patung-patung tersebut merupakan bagian dari kompleks kuil dan makam yang dibangun oleh Raja Antiochus I, dari kerajaan Commagene kuno, sebagai monumen untuk dirinya sendiri. (AP Photo/Emrah Gurel)Foto: Patung-patung kuno terlihat selama hujan meteor Perseid di puncak Gunung Nemrut di tenggara Turki, Minggu, 11 Agustus 2024. (AP/Emrah Gurel)
Patung-patung kuno terlihat selama hujan meteor Perseid di puncak Gunung Nemrut di tenggara Turki, Minggu, 11 Agustus 2024. Bertengger di ketinggian 2.150 meter (lebih dari 7.000 kaki), patung-patung tersebut merupakan bagian dari kompleks kuil dan makam yang dibangun oleh Raja Antiochus I, dari kerajaan Commagene kuno, sebagai monumen untuk dirinya sendiri. (AP Photo/Emrah Gurel)

 

September: Ekuinoks Musim Gugur dan Harvest Moon

Pada September, fenomena ekuinoks musim gugur terjadi ketika durasi siang dan malam hampir sama.

Tak lama setelahnya, Bulan purnama terdekat dikenal sebagai Harvest Moon akan muncul pada 26 September, sebuah istilah yang berakar dari tradisi pertanian di Eropa.

Supermoon pertama tahun ini, yang dikenal sebagai Harvest Moon, terbit di atas Benteng Saint Angelo di Grand Harbour, seperti yang terlihat dari Floriana, Malta, 7 Oktober 2025. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi)Foto: Supermoon pertama tahun ini, yang dikenal sebagai Harvest Moon, terbit di atas Benteng Saint Angelo di Grand Harbour, seperti yang terlihat dari Floriana, Malta, 7 Oktober 2025. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi)
Supermoon pertama tahun ini, yang dikenal sebagai Harvest Moon, terbit di atas Benteng Saint Angelo di Grand Harbour, seperti yang terlihat dari Floriana, Malta, 7 Oktober 2025. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi)

 

Oktober: Hujan Meteor Orionid

Oktober kemudian diisi oleh hujan meteor Orionid yang aktif hingga awal November. Meski puncaknya sekitar 21 Oktober akan terganggu cahaya Bulan, periode aktifnya yang panjang tetap memberi peluang pengamatan.

November: Gugus Bintang Pleiades di Rasi Taurus

Langit November menghadirkan objek langit yang lebih tenang namun tak kalah menarik, yakni gugus bintang Pleiades di rasi Taurus. Gugus ini dapat diamati dengan mata telanjang, meski penggunaan teropong atau teleskop akan memperlihatkan lebih banyak bintang dari keluarga "Tujuh Saudari" tersebut.

Gugus bintang PleiadesFoto: pexels
Gugus bintang Pleiades



Desember: Hujan Meteor Geminid dan Supermoon Akhir Tahun

Tahun 2026 ditutup dengan dua peristiwa utama di bulan Desember. Hujan meteor Geminid, yang dikenal sebagai salah satu hujan meteor terbaik sepanjang tahun, mencapai puncaknya pada 14 Desember dengan kondisi Bulan yang relatif mendukung.

Menjelang akhir tahun, supermoon atau cold moon pada 23-24 Desember menjadi penutup rangkaian fenomena langit, saat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang karena berada dekat titik perigee.


(mae/mae)



Most Popular