MARKET DATA

Perdagangan RI AS Surplus, Mesin Listrik Jadi Penopang Utama

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
18 February 2026 14:36

Jakarta, CNBC Indonesia-Hubungan dagang Indonesia dengan negeri Paman Sam sepanjang Januari-Desember 2025 mencatatkan penguatan.

Satu Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan nilai ekspor RI ke Amerika Serikat mencapai US$ 32.210 juta, naik 16,48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ekspor tersebut terjadi di tengah pertumbuhan impor dari Amerika Serikat yang juga meningkat 13,73% menjadi US$ 1.222 juta. Dengan komposisi tersebut, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS mencatat surplus US$ 30.988 juta, tumbuh 16,59% secara tahunan.

Mesin Listrik Dominasi Ekspor

Komoditas dengan nilai ekspor terbesar adalah HS 85 mesin dan perlengkapan elektrik, dengan nilai US$ 6.099,01 juta pada 2025. Tahun sebelumnya tercatat US$ 4.280,99 juta.

Kenaikan ini memperlebar surplus di kelompok yang sama menjadi US$ 5.553,84 juta. Artinya, produk elektronik dan komponennya menjadi jangkar utama ekspor RI ke pasar AS.

Kelompok berikutnya adalah alas kaki (HS 64) senilai US$ 3.080,66 juta serta pakaian rajut (HS 61) sebesar US$ 2.842,05 juta. Sektor tekstil dan produk turunannya masih bertahan sebagai penyumbang devisa terbesar.

Minyak dan lemak nabati (HS 15) juga berada di lima besar dengan nilai US$ 2.062,90 juta. Produk berbasis kelapa sawit dan turunannya tetap mengisi permintaan industri makanan serta manufaktur di AS.

Komoditas dengan Surplus Terbesar

Dilihat dari neraca perdagangan per komoditas, mesin listrik tetap memimpin dengan surplus US$ 5.553,84 juta.

Alas kaki mencatat surplus US$ 3.077,61 juta, disusul pakaian rajut US$ 2.841,48 juta dan pakaian non-rajut US$ 2.128,60 juta.

Produk kimia aneka (HS 38) membukukan lonjakan surplus hingga US$ 984,98 juta, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Mesin dan peralatan mekanis (HS 84) juga naik tajam dengan surplus US$ 1.297,31 juta.

Beberapa komoditas mengalami koreksi, seperti karet (HS 40) dan perabotan (HS 94). Meski demikian, nilainya masih berada di atas US$ 1,5 miliar untuk masing-masing kelompok.

Struktur Impor Didominasi Mesin dan Teknologi

Dari sisi impor, struktur berbeda terlihat. Komoditas terbesar yang diimpor Indonesia dari AS adalah mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) senilai US$ 545,17 juta.

Reaktor, ketel, serta mesin mekanis (HS 84) menyusul dengan US$ 254,68 juta. Kelompok kendaraan udara dan luar angkasa (HS 88) berada di posisi ketiga dengan nilai US$ 70,29 juta.

Komposisi menggambarkan bahwa impor RI dari AS banyak berkaitan dengan kebutuhan teknologi, peralatan industri, dan komponen bernilai tinggi.

Ekspor Indonesia ke AS jauh lebih besar dibanding impor. Struktur surplus terutama ditopang sektor manufaktur padat karya dan elektronik.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)



Most Popular