Hari Genting! RI Menunggu Data Ekonomi Jelang Pertemuan Krusial OJK
Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street bergerak beragam pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Indeks S&P 500 turun pada Rabu seiring semakin intensnya aksi jual saham teknologi, dengan pelemahan saham Advanced Micro Devices (AMD) menekan pergerakan pasar.
Indeks S&P merosot 0,51% dan ditutup di level 6.882,72, sementara Dow Jones Industrial Average justru naik 260,31 poin atau 0,53% ke posisi 49.501,30. Adapun Nasdaq Composite turun 1,51% dan berakhir di 22.904,58.
Menambah sentimen risk-off, bitcoin jatuh lebih dari 3% setelah sebelumnya menembus ke bawah level US$73.000.
Saham AMD menjadi beban bagi pasar secara keseluruhan, anjlok 17% setelah proyeksi kinerja kuartal pertama perusahaan dinilai mengecewakan sebagian analis.
Membela hasil tersebut, CEO Lisa Su mengatakan kepada CNBC pada Rabu bahwa perusahaan melihat peningkatan permintaan dalam beberapa bulan terakhir.
"AI berkembang dengan kecepatan yang tidak pernah saya bayangkan," ujarnya.
Namun, saham chip lainnya seperti Broadcom dan Micron Technology juga mencatatkan penurunan. Saham Broadcom turun 3,8%, sementara Micron jatuh 9,5%.
Sejumlah saham perangkat lunak juga masih berada di bawah tekanan, termasuk Oracle dan CrowdStrike, yang melanjutkan penurunan dari sesi perdagangan sebelumnya.
Saham Oracle turun 5%, sedangkan CrowdStrike melemah lebih dari 1%. Meski sektor ini belakangan menjadi sumber pelemahan, beberapa nama seperti Microsoft menunjukkan stabilitas pada Rabu, dengan sahamnya naik hampir 1%.
"Menjelang akhir tahun lalu, pasar mulai membedakan mana yang dianggap pemenang dan pecundang di ruang (kecerdasan buatan)," kata Scott Welch, Chief Investment Officer di Certuity. "Saya pikir kita melihat kelanjutan dari proses itu sekarang."
Untuk indeks Dow, saham Amgen menjadi salah satu pendorong kinerja. Saham perusahaan bioteknologi tersebut melonjak 8% setelah melaporkan laba dan pendapatan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi. Honeywell juga menopang indeks, naik hampir 2%, seiring investor beralih dari saham teknologi ke saham bernuansa nilai (value).
"Ini hanyalah rotasi yang alami. Selama ini ruang large-cap growth sangat dominan, saham value tertekan, small cap tertekan, dan pasar di luar AS cenderung diabaikan, padahal sebenarnya mereka hampir menggandakan kinerja pasar domestik tahun lalu." ujar Welch.
"Semua ini sebenarnya sudah lama mengarah ke sini, dan saya pikir sekarang kita baru mulai melihat dampaknya," imbuhnya.
Sementara itu, ADP pada Rabu merilis laporan bulanan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta untuk Januari, yang menunjukkan penambahan hanya 22.000 pekerjaan dalam sebulan. Angka tersebut berada di bawah perkiraan 45.000 pekerjaan dari para ekonom yang disurvei Dow Jones.
Rilis ADP biasanya mendahului laporan nonfarm payrolls dari Bureau of Labor Statistics, namun laporan tersebut tidak akan dirilis pekan ini akibat penutupan atau shutdown sebagian pemerintahan. Penutupan yang dimulai pada Sabtu itu secara resmi berakhir pada Selasa, ketika Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang pendanaan menjadi hukum.
(emb/emb)