MARKET DATA
Newsletter

Huru-Hara MSCI Mereda, Muncul Drama dari Amerika: IHSG - Rupiah Aman?

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
30 January 2026 06:19
Ilustrasi Wall Street. (AP/Richard Drew)
Foto: Infografis/ Pergerakan Rupiah Sepekan/ Edward Ricardo Sianturi

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, beragam pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Indeks S&P 500 turun terbebani oleh Microsoft karena pelaku pasar bereaksi terhadap laporan kinerja keuangan terbaru perusahaan teknologi raksasa tersebut serta keputusan suku bunga The Fed.

Indeks S&P melemah 0,13% dan ditutup di 6.969,01, sementara Nasdaq Composite turun 0,72% ke level 23.685,12. Dow Jones Industrial Average justru naik 0,11% atau 55,96 poin dan berakhir di 49.071,56.

Di pasar kripto, bitcoin merosot lebih dari 5% dan menyentuh level terendahnya dalam hampir dua bulan.

Microsoft menekan indeks acuan setelah sahamnya anjlok sekitar 10%, mencatatkan hari terburuk sejak Maret 2020. Penurunan ini terjadi setelah anggota "Magnificent Seven" tersebut melaporkan bahwa pertumbuhan bisnis komputasi awan melambat pada kuartal fiskal kedua.

Perusahaan juga memberikan panduan (guidance) margin operasional yang lemah untuk kuartal fiskal ketiga.

Jatuhnya saham-saham perangkat lunak turut memperbesar tekanan, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor bahwa kecerdasan buatan (AI) akan mengganggu model bisnis Microsoft.

Saham ServiceNow terkoreksi sekitar 10%, meski mencatatkan laba dan pendapatan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi. Saham Oracle dan Salesforce masing-masing turun 2% dan 6%.

ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) yang melacak kinerja sektor perangkat lunak masuk ke wilayah bear market pada Kamis

Penurunan sekitar 5% dalam sehari membuatnya berada hampir 22% di bawah level tertingginya baru-baru ini. Pergerakan tersebut juga menempatkan dana ini di jalur penurunan harian terbesar sejak April lalu.

"AI kini seperti pedang bermata dua. Ia berkontribusi pada pertumbuhan dan belanja, sekaligus menjadi alasan mengapa valuasi berada di level saat ini," ujar Rob Williams, kepala strategi investasi di Sage Advisory, kepada CNBC.

"Namun sekarang muncul lebih banyak pertanyaan, sehingga semakin sulit bagi AI untuk terus-menerus menghadirkan kabar positif." Imbuhnya.

Dengan hasil Microsoft yang mengecewakan, tekanan kini beralih ke Apple untuk menunjukkan kinerja kuat dalam laporan keuangannya yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan pasar pada Kamis.

Williams menilai, karena semakin sulit bagi saham teknologi berkapitalisasi besar untuk mendorong sentimen positif kecuali mencatatkan angka yang benar-benar "melampaui ekspektasi", maka diversifikasi akan menjadi kunci bagi investor ke depan.

"Laba menjadi jalur utama untuk memperoleh imbal hasil yang baik di pasar saham tahun ini, karena ruang kontribusi dari kelipatan valuasi sangat terbatas," katanya kepada CNBC.

Di sisi positif, saham Meta Platforms melonjak lebih dari 10% setelah induk Facebook tersebut memberikan proyeksi penjualan kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan.

Sementara itu, saham Caterpillar naik lebih dari 3% setelah raksasa industri tersebut melaporkan kinerja kuartal keempat yang jauh melampaui ekspektasi pasar.

Sementara di Washington, Senat pada Kamis gagal meloloskan pemungutan suara prosedural terkait paket pendanaan pemerintah, meningkatkan kemungkinan bahwa sebagian besar pemerintahan federal akan ditutup (government shutdown) pekan ini.

Penutupan akan berlaku mulai Sabtu pukul 12:01 dini hari waktu AS Timur, jika para legislator tidak berhasil melanjutkan undang-undang pendanaan.

(evw/evw)


Most Popular
Features