Dihantam Drama MSCI, Fed Tahan Bunga & Asing Kabur: IHSG Bisa Bangkit?
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Indeks S&P 500 mencapai tonggak penting pada Rabu, menyentuh level 7.000 untuk pertama kalinya, sebelum berbalik melemah setelah The The Fed mempertahankan suku bunga dan menaikkan penilaiannya terhadap pertumbuhan ekonomi.
Indeks S&P turun 0,01% ke level 6.978,03. Sebelumnya, S&P 500 sempat menguat 0,3% dan mencetak rekor tertinggi intraday sepanjang masa di 7.002,28. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 12,19 poin atau 0,02% dan ditutup di 49.015,60. Sementara itu, Nasdaq Composite berkinerja lebih baik dengan kenaikan 0,17% ke 23.857,45.
The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%-3,75%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields) bergerak naik setelah keputusan tersebut, seiring pernyataan bank sentral yang menyebut aktivitas ekonomi berkembang dengan laju yang solid dan tingkat pengangguran menunjukkan beberapa tanda stabilisasi.
"Saya pikir, dan banyak rekan saya juga berpandangan demikian, sulit untuk melihat data yang masuk dan mengatakan bahwa kebijakan saat ini bersifat sangat ketat," ujar Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers.
Berdasarkan pandangan tersebut, Jed Ellerbroek dari Argent Capital Management memperkirakan bank sentral akan tetap menahan suku bunga hingga akhir masa jabatan Powell pada Mei.
"Ada sedikit ketegangan antara inflasi yang masih sedikit lebih tinggi dari yang diinginkan dan tingkat pengangguran yang naik, sehingga posisi mereka kurang lebih netral. Mereka nyaman berada di posisi itu sampai data berubah dan memaksa mereka memilih arah," Jed, kepada CNBC International.
"Sekarang bola ada di tangan Presiden Trump, karena dialah yang akan menominasikan Ketua The Fed yang baru." Imbuhnya,
Kenaikan pasar yang terjadi lebih awal didorong oleh lonjakan saham sektor chip setelah laporan kinerja keuangan yang positif. Saham Seagate Technology melonjak 19% setelah perusahaan infrastruktur penyimpanan data tersebut membukukan laba dan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi analis.
Selain itu, raksasa peralatan semikonduktor ASML melaporkan pesanan rekor dan memberikan proyeksi cerah untuk 2026 berkat boom AI. Namun, saham ASML berbalik arah dari penguatan awal dan ditutup turun 2%.
Namun demikian, reli pasar gagal meluas ke luar saham-saham chip, sehingga S&P 500 akhirnya terseret turun menjelang penutupan perdagangan.
Sementara itu, laporan keuangan dari sejumlah perusahaan teknologi besar akan segera dirilis. Microsoft, Meta Platforms, dan Tesla dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan kuartalan mereka pada Rabu setelah penutupan pasar, sementara Apple akan menyusul pada Kamis.
Di luar sektor teknologi, saham Starbucks menutup sesi perdagangan turun 0,6%. Jaringan kedai kopi tersebut melaporkan laba disesuaikan kuartal pertama yang meleset dari ekspektasi, meskipun pendapatannya melampaui perkiraan analis.
(evw/evw)