Gelombang Buyback Tahun Ini, UNTR Hingga ASII
Jakarta, CNBC Indonesia -Ada 19 emiten yang terpantau masih dalam periode buyback pada 2026. Paling baru, ada emiten yang terafiliasi grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) kembali menggulirkan buyback senilai Rp2 triliun dari 22 Januari 2026 sampai 15 April 2026 mendatang.
Buyback kembali dilakukan setelah saham UNTR tiba-tiba jatuh 14% dalam sehari setelah terjerat masalah perizinan tambang Martabe di Tapanuli Selatan.
Buyback terbaru juga digulirkan oleh salah satu emiten distributor ponsel terbesar di RI, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang mengalokasikan buyback Rp150 miliar selama tiga bulan ke depan sejak 23 Januari lalu.
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada beberapa emiten yang saat ini sudah mendekati batas akhir periode buyback. Secara historis, kondisi ini kerap memicu peningkatan aktivitas pembelian saham menjelang tenggat waktu. Emiten-emiten tersebut meliputi Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Bukalapak.com (BUKA), dan Allo Bank Indonesia (BBHI) yang periode buyback-nya berakhir pada 29 Januari 2026.
Catatan penting, buyback saham tidak menjamin seluruh dana akan digunakan dan tidak selalu berjalan hingga akhir periode yang diumumkan. Emiten dapat menghentikan lebih cepat atau memperpanjang periode buyback sesuai kondisi pasar.
Karena itu, buyback sebaiknya dipandang sebagai faktor pendukung sentimen, bukan sinyal tunggal untuk mengambil keputusan beli atau jual. Pelaku pasar tetap harus mencermati bagaimana pergerakan harga saham secara teknikal dan kinerja fundamental-nya.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)