MARKET DATA

10 Emiten Ini Masih Rajin Buyback Saham, Ada Punya Kamu?

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
21 January 2026 08:35
buyback
Foto: buyback

Jakarta, CNBC Indonesia - Buyback saham kembali menjadi sorotan di pasar modal. Di tengah volatilitas harga dan ketidakpastian ekonomi, aksi korporasi ini sering dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan.

Tak hanya berpotensi mengerek valuasi melalui pengurangan jumlah saham beredar, buyback juga kerap dianggap sebagai cara elegan untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham. Menariknya, sejumlah emiten kini berlomba melakukan buyback dengan berbagai motivasi, mulai dari menjaga stabilitas harga hingga memaksimalkan struktur permodalan-yang membuat deretan saham buyback layak dicermati lebih dekat.

CNBC mencermati ada sekitar 10 emiten yang hingga saat ini masih berada dalam periode buyback saham.

Sebagian di antaranya sudah mendekati batas akhir (dateline) pelaksanaan aksi korporasi tersebut, biasanya ini akan memicu dinamika menarik pada pergerakan harga saham dalam waktu dekat.

Buyback saham sendiri umumnya bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan kepercayaan pasar, atau memanfaatkan valuasi yang dinilai murah oleh manajemen. Namun, efektivitas buyback tetap sangat bergantung pada realisasi dana, kondisi pasar, serta komitmen manajemen masing-masing emiten.

Dimulai dari Astra International (ASII) yang kembali melanjutkan program buyback saham tahap kedua pada periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026 dengan nilai maksimal Rp2,0 triliun.

Sebelumnya, ASII telah mengeksekusi buyback dan menyerap sebagian saham beredar. Pada fase lanjutan ini, realisasi buyback masih berada di tahap awal dengan estimasi sisa dana sekitar Rp1,98 triliun, sehingga fleksibilitas eksekusi masih sangat besar dan berpotensi menjadi faktor penopang pergerakan harga saham dalam jangka pendek.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada beberapa emiten yang saat ini sudah mendekati batas akhir periode buyback.

Secara historis, kondisi ini kerap memicu peningkatan aktivitas pembelian saham menjelang tenggat waktu. Emiten-emiten tersebut meliputi Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Bukalapak.com (BUKA), dan Allo Bank Indonesia (BBHI) yang periode buyback-nya berakhir pada 29 Januari 2026, serta United Tractors (UNTR) dengan deadline 30 Januari 2026.

Adapun berikut daftar 10 emiten yang masih dalam periode buyback berdasarkan dateline yang paling dekat:

Catatan penting, buyback saham tidak menjamin seluruh dana akan digunakan dan tidak selalu berjalan hingga akhir periode yang diumumkan. Emiten dapat menghentikan lebih cepat atau memperpanjang periode buyback sesuai kondisi pasar.

Karena itu, buyback sebaiknya dipandang sebagai faktor pendukung sentimen, bukan sinyal tunggal untuk mengambil keputusan beli atau jual. Pelaku pasar tetap harus mencermati bagaimana pergerakan harga saham secara teknikal dan kinerja fundamental-nya.

 

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)



Most Popular