MARKET DATA

Adu Kuat Kredit Bank Raksasa RI: Mandiri, BRI & BNI Mana Juara?

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
23 January 2026 12:55
4 Bank Terbaik Penopang Ekonomi RI 2023
Foto: Infografis/4 Bank Terbaik Penopang Ekonomi RI 2023/Aristya rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Peta penyaluran kredit perbankan nasional, khususnya di kelas kakap atau Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4, menunjukkan dinamika yang menarik menjelang penutupan tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan  periode November 2025, terlihat adanya divergensi strategi yang cukup tajam antara bank-bank milik negara (Himbara) dengan bank swasta terbesar di Indonesia.

Bank-bank pelat merah terpantau menjaga akselerasinya dengan pertumbuhan kredit yang agresif, baik secara bulanan maupun tahunan, demi mengejar target aset dan ekspansi pasar.

Sebaliknya, perbankan swasta raksasa justru mengambil langkah yang lebih konservatif dengan melakukan konsolidasi portofolio kredit mereka di penghujung kuartal keempat ini.

Berikut adalah data pertumbuhan kredit perbankan KBMI IV secara YoY dan juga MoM :

Mandiri dan BNI Jadi Motor Penggerak Utama

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tampil sebagai pemimpin pasar yang paling ekspansif. Bank berlogo pita emas ini berhasil mencatatkan kinerja penyaluran kredit yang luar biasa solid.

Hingga akhir November 2025, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp1.451,62 triliun. Angka ini tidak hanya menempatkan Mandiri sebagai penyalur kredit terbesar secara nominal, tetapi juga mencatatkan pertumbuhan secara YoY tertinggi di antara big four banks, yakni menembus 13,10% dibandingkan posisi November 2024 yang tercatat Rp1.283,44 triliun.

Secara bulanan, Mandiri juga tidak mengendurkan serangannya. Dari Oktober ke November 2025, kredit perseroan tumbuh 3,41%, sebuah indikasi kuat bahwa bank ini masih bersifat ekspansif dalam mengakuisisi debitur baru maupun melakukan top-up fasilitas menjelang tutup tahun.

Langkah agresif serupa ditunjukkan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Bank yang memiliki fokus kuat pada segmen korporasi dan internasional ini mencatatkan akselerasi bulanan tercepat dibandingkan kompetitornya.

Kredit BNI tumbuh 3,44% hanya dalam waktu satu bulan, naik dari Rp795,21 triliun pada Oktober menjadi Rp822,59 triliun pada November 2025.

Kenaikan ini mengonfirmasi strategi BNI untuk memacu pertumbuhan aset produktif secara signifikan di sisa waktu tahun 2025, yang juga tercermin dari pertumbuhan tahunan mereka yang mencapai double digit di level 11,23%.

BRI Jaga Ritme, BCA Lakukan Konsolidasi

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), memilih untuk menjaga ritme pertumbuhan yang stabil namun pasti. Dengan basis portofolio yang sangat besar, BRI menyalurkan kredit senilai Rp1.306,53 triliun per November 2025.

Meskipun pertumbuhan tahunannya sebesar 7,16% terlihat lebih moderat dibandingkan Mandiri dan BNI, angka nominal penambahannya tetap masif.

 PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menunjukkan anomali tersendiri. Sebagai bank swasta terbesar, BCA tampaknya lebih memprioritaskan kualitas aset dan kehati-hatian di bulan November.

Data menunjukkan bahwa BCA adalah satu-satunya bank KBMI 4 yang mengalami kontraksi kredit secara bulanan. Kredit BCA terkoreksi tipis 0,25% menjadi Rp921,19 triliun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp923,54 triliun.

Meski demikian, strategi pelambatan ini tidak menghapus fakta bahwa secara tahunan BCA masih tumbuh positif. Dibandingkan November 2024, portofolio kredit BCA masih mencatatkan kenaikan sebesar 5,19%.

Secara keseluruhan, kinerja kredit KBMI 4 ini memberikan sinyal optimisme terhadap perekonomian nasional, di mana fungsi intermediasi perbankan utama masih berjalan sangat baik dengan pertumbuhan hingga double digit.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular