MARKET DATA

Sosok Taipan Properti Ini Masuk ke Saham FOLK, Kuasai 5%

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
13 January 2026 09:30
FOLK
Foto: FOLK

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar modal kembali menunjukkan geliat strategis seiring masuknya investor nasional asal Jambi, Djoni, ke dalam struktur pemegang saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK).

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Djoni kini memiliki 5,09% saham atau setara 201 juta lembar saham FOLK dengan efektif tanggal 9 Januari 2026. Langkah akumulasi tersebut menguatkan sentimen positif terhadap saham FOLK yang dalam beberapa pekan terakhir mulai menjadi perhatian pelaku pasar institusional.

Aksi korporasi ini semakin menegaskan perubahan dinamika kepemilikan FOLK yang sebelumnya banyak diasosiasikan dengan sosok Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui ekosistem PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE)

Di sisi lain, rumor pasar kian menguat mengenai potensi masuknya grup konglomerasi besar ke dalam struktur permodalan perseroan dalam jangka dekat. Kehadiran Djoni dalam konteks ini dipandang selaras dengan ekspektasi tersebut.

Profil Taipan Properti dan Investor Strategis

Djoni dikenal luas di kalangan bisnis sebagai taipan properti yang menapaki jejak usahanya dari Jambi sebelum melakukan ekspansi lintas wilayah. Portofolio properti yang dikelolanya meliputi pengembangan kawasan residensial hingga proyek komersial dalam skala menengah-besar. Di luar sektor properti, Djoni juga aktif sebagai investor di pasar modal dan dikenal mengedepankan pendekatan fundamental serta orientasi jangka panjang.

Selama satu dekade terakhir, Djoni tercatat beberapa kali memiliki kepemilikan signifikan di berbagai emiten, terutama pada sektor teknologi, telekomunikasi, dan consumer.

Di antaranya, ia pernah menguasai porsi kepemilikan di atas 5% pada saham WIFI dan TRUE, yang sempat menjadi perhatian pasar karena strateginya yang cenderung masuk pada fase transformasi bisnis emiten terkait. Pendekatannya disebut mengombinasikan pemahaman struktur kepemilikan, kualitas manajemen, serta kesiapan ekspansi berkala.

Pelaku pasar menilai rekam jejak tersebut konsisten dengan langkah akumulasinya pada saham FOLK. Sentimen yang muncul bukan hanya mengenai peluang pertumbuhan jangka panjang FOLK, namun juga persepsi bahwa aksi tersebut membuka jalan bagi kemungkinan hadirnya investor strategis lain dalam struktur perseroan, termasuk konglomerasi besar sebagaimana ramai dibicarakan beberapa bulan terakhir.

Momentum Transisi dan Akselerasi Struktur Modal

Aksi PMTHMETD yang dilakukan FOLK sebelumnya juga memberikan ruang tambahan dalam penguatan struktur modal. Melalui penerbitan maksimal 394,81 juta saham baru atau setara 10% yang disetujui pada RUPSLB 12 Desember 2025, free float publik meningkat ke kisaran 28,15%. Kombinasi free float yang lebih likuid, rumor masuknya konglomerasi, serta kehadiran Djoni memperkuat keyakinan bahwa FOLK tengah memasuki fase akselerasi menuju struktur korporasi yang lebih besar.

Sebagai investment holding company, FOLK saat ini menggenggam portofolio beragam yang mencakup Folkative, Finfolk, Dr Soap, USS Networks, R66 Media, Otospector, hingga proyek properti Sequoia Hills yang berada dalam ekosistem TRIN. Analis menilai diversifikasi tersebut memperkuat ketahanan model bisnis perseroan sekaligus membuka ruang optimalisasi pendapatan berbasis konsolidasi.

Kendati rumor dan sentimen positif terus bergerak di pasar, manajemen FOLK hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan aksi korporasi lanjutan maupun keterlibatan konglomerasi besar. Namun, pelaku pasar menilai kesenyapan tersebut justru selaras dengan praktik umum dalam proses restrukturisasi pemegang saham strategis yang memerlukan tahapan verifikasi dan kesesuaian regulasi.

Jika sentimen dan momentum ini berlanjut, FOLK dinilai berpotensi memasuki babak baru dalam penguatan struktur kapital, modernisasi tata kelola, serta ekspansi lintas sektor bersama mitra strategis.

Dalam satu tahun terakhir, saham FOLK telah mencatatkan kenaikan hingga 1.650% di level Rp875 per lembar saham pada Senin (12/1/2026).

CNBC Indonesia Research

[email protected]

(saw/saw)



Most Popular