MARKET DATA

10 Saham Paling Cuan di Awal 2026, Kalian Ikut yang Mana?

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
11 January 2026 11:15
saham
Foto: saham

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham lapis dua lapis tiga masih menjadi buruan pelaku pasar pada awal 2026. Baru sekitar enam hari perdagangan berjalan, tetapi sudah ada yang terbang puluhan sampai ratusan persen.

Di posisi teratas, PT MD Entertainment Tbk (FILM) mencatatkan kinerja paling mencolok dengan kenaikan harga hampir 300% sejak awal Januari. Saham FILM melonjak drastis seiring dengan optimisme investor yang menilai saham ini bakal masuk ke konstiten indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Februari 2026.

Selanjutnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menorehkan kenaikan lebih dari 130%. Penguatan saham BIPI ini disebut masih ada relasi dengan potensi terpilih menang tender di lelang proyek pengolahan sampah menjadi energi atau kerap disebut Waste to Energy (WtE) yang saat ini masih diproses Danantara. Kabarnya akan diumumkan pada akhir bulan ini.

BIPI menjadwalkan eksekusi fisik proyek WtE senilai US$ 300 juta hingga US$ 350 juta mulai tahun 2026.

Kinerja solid juga ditunjukkan oleh PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH), yang masing-masing mencatatkan kenaikan di atas 110%. TRUE mendapat dorongan dari sentimen properti dan proyek-proyek yang mulai kembali berjalan, sementara IFSH diuntungkan oleh sentimen komoditas, khususnya logam, yang kembali menguat di pasar global.

Sementara itu, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), saham IPO yang terus mencetak Auto Reject Atas (ARA) masuk dalam list saham paling moncer di awal tahun dengan penguatan 95%, penguatannya hampir mirip dengan saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) diurutan berikutnya.

Dari sektor ritel dan perdagangan, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) juga masuk dalam daftar saham dengan kinerja terbaik tahun ini. Penguatan harga saham EURO turut dikaitkan dengan sentimen emas, seiring naiknya harga logam mulia global yang mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Di sektor keuangan, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) mencatatkan kenaikan lebih dari 75%. Menutup daftar, PT Multikarya Asia Pasifik Tbk (MKAP) juga menunjukkan performa yang solid dengan kenaikan lebih dari 70%.

Secara keseluruhan, lonjakan saham-saham ini memperlihatkan bahwa pasar tengah berada dalam fase risk-on, di mana investor lebih berani memburu saham dengan story kuat dan potensi pertumbuhan tinggi. Namun, volatilitas yang menyertai saham-saham berkapitalisasi kecil tetap menjadi faktor yang perlu dicermati ke depan. Apalagi beberapa dari mereka, ada yang sudah masuk radar BEI dan sampai masuk UMA bahkan ada yang sempat kena suspensi.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

 

(saw/saw)



Most Popular