MARKET DATA
NEWSLETTER

IHSG Menggila, Rupiah Kapan Menyala?

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
07 January 2026 06:20
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang, (6/1/2026).
Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang, (6/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih bergerak beragam hari ini. Menghijaunya Wall Street diharapkan ikut menambah daya dorong tambahan bagi bursa saham Indonesia. Rupiah diharapkan segera keluar dari tekanan. Sebagai catatan, rupiah sudah melemah tiga hari beruntun.

Hari ini, tidak banyak data ekonomi yang akan keluar. Namun, sejumlah data penting dari AS akan dirilis hari ini.

Maduro Menyatakan dirinya Tidak Bersalah

Nicolas Maduro untuk pertama kalinya muncul di pengadilan federal AS di Manhattan pada Senin (5/1/2026) setelah ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas. Mantan presiden Venezuela itu langsung menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan, termasuk tuduhan menjadi bagian dari jaringan perdagangan narkoba internasional. Istrinya, Cilia Flores, juga mengajukan pembelaan serupa, sementara sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung 17 Maret.

Di Caracas, kekuasaan bergerak cepat. Wakil Presiden Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden sementara beberapa jam setelah sidang di New York. Dalam pidatonya, Rodriguez menyebut penangkapan Maduro sebagai "penculikan" dan menyampaikan solidaritas politik, meski tidak mengumumkan langkah konfrontatif terhadap Washington.

Jaksa AS menuduh Maduro memimpin jaringan narkoterorisme yang bekerja sama dengan kartel Sinaloa, Zetas, FARC, dan geng Tren de Aragua. Ia didakwa atas empat kejahatan besar, termasuk konspirasi impor kokain dan kepemilikan senjata berat. Maduro selama ini menyebut tuduhan itu sebagai dalih AS untuk membuka jalan menguasai cadangan minyak Venezuela yang merupakan terbesar di dunia.

 

Penangkapan tersebut memicu reaksi global. Rusia, China, dan sekutu Caracas mengecam operasi militer AS, sementara PBB mempertanyakan legalitasnya. Di sisi lain, Presiden Donald Trump secara terbuka menyebut Venezuela sebagai target pemulihan kendali energi AS.

Pasar merespons cepat, dengan saham-saham minyak AS menguat di tengah spekulasi terbukanya kembali akses ke ladang minyak Venezuela.

JOLTS dan ISM Services PMI

Hari ini, AS akan merilis  beberapa data penting yakni JOLTS dan ISM Services PMI. Keduanya dijadwalkan keluar pada Rabu malam waktu AS, atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Data JOLTS atau Job Openings and Labor Turnover Survey adalah salah satu indikator paling sensitif bagi Federal Reserve karena langsung memotret seberapa "ketat" pasar tenaga kerja. Data terakhir yang tersedia yang uniknya dirilis bersamaan untuk September dan Oktober karena efek penutupan pemerintah AS selama 43 hari.

Pada Oktober 2025, jumlah lowongan kerja tercatat 7,67 juta, naik tipis 12 ribu dibanding September yang berada di 7,658 juta. Angka ini sendiri sudah melonjak tajam 431 ribu dari Agustus yang masih di 7,227 juta.

Secara struktural, kenaikan lowongan kerja itu tidak merata. Sektor yang berhubungan langsung dengan konsumsi masyarakat justru paling agresif merekrut.

Perdagangan, transportasi, dan utilitas menambah sekitar 239 ribu lowongan, terutama di ritel dan grosir. Layanan kesehatan dan bantuan sosial juga masih membuka sekitar 49 ribu posisi baru, mencerminkan tekanan demografis dan belanja kesehatan yang belum surut. Sebaliknya, sektor yang lebih sensitif terhadap siklus bisnis dan kebijakan fiskal justru mulai mengerem. Jasa profesional dan bisnis memangkas 114 ribu lowongan, pemerintah federal berkurang 25 ribu, sementara sektor leisure dan hospitality menyusut sekitar 22 ribu.

Dari sisi geografis, mesin ekonomi AS juga bergerak tidak seirama. Wilayah Selatan dan Barat masih mencatat kenaikan lowongan, sementara Midwest dan Northeast justru mengalami kontraksi.

Selama lowongan kerja bertahan di atas 7,5 juta, tekanan upah dan konsumsi rumah tangga masih akan menjadi bahan bakar inflasi.

Di sisi lain, ISM Services PMI memberi potret yang lebih luas tentang denyut ekonomi sektor jasa yang menyumbang lebih dari dua pertiga PDB Amerika Serikat. Pada November 2025, indeks ini naik ke 52,6 dari 52,4 pada Oktober, menjadi laju ekspansi terkuat dalam sembilan bulan terakhir. Angka ini juga melampaui ekspektasi pasar yang berada di 52,1, memberi sinyal bahwa sektor jasa mulai keluar dari fase stagnasi pasca gejolak fiskal.

Detail di balik angka utama justru lebih menarik. Aktivitas bisnis dan pesanan baru masih bertumbuh, sementara backlog pesanan melonjak ke level tertinggi sejak Februari. Ini menunjukkan perusahaan kembali melihat pipeline permintaan yang lebih stabil, sesuatu yang selama paruh kedua 2025 sempat menghilang akibat ketidakpastian tarif dan kebijakan anggaran.

Namun gambaran ini tidak sepenuhnya bersih. Perusahaan dalam survei ISM secara eksplisit menyebut tarif impor dan penutupan pemerintah sebagai faktor yang masih menekan permintaan dan menaikkan biaya.

Di saat yang sama, indeks supplier deliveries melonjak ke 54,1, tertinggi sejak Oktober 2024, menandakan rantai pasok kembali melambat dipicu gangguan lalu lintas udara dan prosedur bea cukai yang berubah karena kebijakan tarif.

Yang paling menarik bagi pasar keuangan justru datang dari dua komponen: tenaga kerja dan harga. Indeks employment masih berada di zona kontraksi di 48,9, artinya sektor jasa belum benar-benar agresif merekrut, meski aktivitas mulai pulih. Ini sejalan dengan JOLTS yang menunjukkan rekrutmen terkonsentrasi hanya di sektor tertentu. Sementara itu, tekanan harga turun tajam ke 65,4, level terendah dalam tujuh bulan.

RI Lanjut Negoisasi Dagang Minggu Depan

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat memasuki tahap akhir.

‎Hal ini diungkapkan olehnya saat rapat terbatas bersama menteri lain yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresiden RI pada Senin (5/1/2026).

‎Airlangga mengatakan rapat terbatas tersebut membahas perkembangan perjanjian hingga kondisi ekonomi saat ini


‎"Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro juga progres perundingan AS ‎mungkin yang lain nunggu besok karena besok ada retreat," ucapnya saat ditemui di komplek istana kepresidenan dikutip Selasa (6/1/2026).

‎Berdasarkan pantauan, ratas berlangsung lebih dari dua jam dan juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

‎Airlangga menjelaskan bahwa pembahasan perjanjian perdagangan tersebut sudah memasuki tahap final, yakni penyusunan dan pengecekan draf perjanjian secara detail.

‎Pembahasan lanjutan pun antara pemerintah RI dengan AS untuk membahas detail pada 12-19 Januari 2026 di Washington DC.

‎"Itu 12- 19. Itu legal drafting detail," ucapnya.

‎Selain itu, Airlangga juga memastikan bahwa hasil perundingan dengan AS akan ditandatangani oleh Prabowo dan Donald Trump.

‎Seperti diketahui AS menerapkan tarif dagan resiprokal kepada puluhan negara di dunia, termasuk Indonesia.

Airlangga dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer pada Senin (22/12/2025) di Washington D.C. telah menuntaskan perundingan lanjutan tarif resiprokal yang mulanya dikenakan Presiden AS Donald Trump ke Indonesia sebesar 32% menjadi 19%.

Airlangga mengatakan, dalam negosiasi itu Indonesia menyatakan komitmen untuk memberikan akses pasar untuk produk AS, mengatasi kendala isu-isu hambatan non tarif, kerja sama dalam perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan juga kerja sama komersial.

 

(emb/emb)


Most Popular
Features