MARKET DATA
NEWSLETTER

IHSG Menggila, Rupiah Kapan Menyala?

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
07 January 2026 06:20
Wallstreet
Foto: Ilustrasi Trading (Stok Market)

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencapai level tertinggi karena investor mengabaikan dampak serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela baru-baru ini.

Indeks S&P naik 0,62%, mencatatkan rekor penutupan di 6.944,82. Selama sesi perdagangan, indeks ini juga sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa yang baru.

Sementara itu, indeks unggulan Dow menguat 484,90 poin atau 0,99%, juga mencapai rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya ditutup pada level bersejarah 49.462,08. Adapun Nasdaq Composite menanjak 0,65% dan berakhir di 23.547,17.

Saham Amazon, anggota kelompok "Magnificent Seven," mendorong penguatan tiga indeks utama dengan kenaikan lebih dari 3%. Saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) lainnya turut menopang pasar secara keseluruhan, termasuk Micron Technology dan Palantantir Technologies. Micron melonjak sekitar 10%, sedangkan Palantir naik lebih dari 3%.

Selasa kemarin adalah hari perdagangan ketiga di awal tahun, namun saham semikonduktor sudah melesat tajam, dengan Micron menjadi salah satu pemimpin penguatan.

Berkat kenaikan Selasa, saham tersebut telah naik lebih dari 20% secara year to date. Kinerja ini melanjutkan tahun yang luar biasa, di mana Micron melonjak lebih dari 240% pada 2025.

"Tech sempat mengambil jeda di akhir tahun, tetapi saya rasa tidak ada yang meragukan bahwa AI adalah teknologi yang mengubah permainan. Kita melihat saham-saham chip memimpin, itu memang wajar, dan rotasi siklikal masih terus berlanjut."," kata Ross Mayfield, kepada CNBC.

Dia menambahkan perdagangan AI dan saham teknologi bisa sama-sama berjalan dengan komponen siklikal lain di pasar. Itulah yang mungkin diharapkan dalam ekonomi yang akan tetap panas pada 2026, didukung pemotongan suku bunga, stimulus fiskal besar, dan antusiasme AI yang mendekati puncak euforia.

Indeks acuan 30 saham ditutup pada rekor pada Senin dan mencatatkan level intraday tertinggi setelah AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada akhir pekan, sementara Presiden Donald Trump mendorong investasi besar dari perusahaan minyak AS.

Saham-saham energi naik luas pada Senin, dengan sektor energi S&P 500 membukukan kenaikan harian terbaik sejak Juli.

Mayfield menilai salah satu alasan mengapa perkembangan konflik AS-Venezuela tidak terlalu memukul pasar adalah karena peran Venezuela dalam ekonomi global, khususnya di pasar minyak, relatif kecil.

Situasinya cukup minimal sehingga tidak memicu respons seperti gaya Ukraina-Rusia. Peristiwa geopolitik biasanya berdampak ke pasar lewat jalur minyak, dan kali ini faktor itu nyaris tidak ada.

(emb/emb)


Most Popular
Features