MARKET DATA

Pesta Besar Energi & Industri Senjata Usai AS Invasi Venezuela

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
06 January 2026 11:35
Para anggota kelompok milisi yang dikenal sebagai
Foto: Para anggota kelompok milisi yang dikenal sebagai

Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah Amerika Serikat (AS) menginvasi Venezuela pada awal Januari 2026 telah mengubah peta pergerakan di Wall Street.

Berbeda dengan reaksi pasar pada umumnya yang cenderung panik saat terjadi konflik militer, kali ini investor institusi merespons dengan strategi yang sangat terukur.

Mereka melakukan akumulasi pada sektor-sektor yang diproyeksikan memimpin fase rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang di negara pemilik cadangan minyak terbesar dunia tersebut.

Berdasarkan data penutupan perdagangan Wall Street Senin (5/1/2026), aliran dana tidak masuk secara merata ke seluruh saham pertahanan atau energi. Fokus pasar sangat spesifik: infrastruktur pengilangan, teknologi pengeboran, serta sistem drone.

Berikut adalah analisis pergerakan saham-saham yang mencatatkan kinerja positif signifikan pasca-kejadian tersebut.

Energi & Jasa Migas

Sektor ini menjadi penerima manfaat terbesar. Pasar menilai prioritas utama pasca-konflik adalah memulihkan kapasitas produksi minyak Venezuela yang telah lama terbengkalai.

Valero Energy (VLO) mencatatkan kenaikan impresif sebesar +9,23%. Sebagai perusahaan pengilangan AS yang memiliki fasilitas paling kompatibel untuk mengolah minyak berat, Valero diprediksi akan mendapatkan akses pasokan bahan baku yang lebih stabil dan murah, yang berpotensi meningkatkan margin keuntungan secara signifikan.

Di sisi hulu, duo raksasa jasa migas, Schlumberger (SLB) dan Halliburton (HAL), masing-masing menguat +8,96% dan +7,84%. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi bahwa teknologi pengeboran canggih mereka akan sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kembali sumur-sumur minyak tua di Venezuela.

Operator migas utama AS, Chevron (CVX), juga bergerak solid dengan kenaikan +5,10%, mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci yang sudah memiliki pengalaman operasional di wilayah tersebut.

Dominasi Drone dan Intelijen

Di sektor pertahanan, terjadi pergeseran tren yang jelas. Investor lebih memilih saham teknologi pertahanan modern dibandingkan produsen alutsista konvensional.

AeroVironment (AVAV) menjadi emiten dengan performa terbaik, melonjak +16,09%. Produsen drone taktis ini dinilai sangat relevan untuk operasi pengamanan wilayah yang membutuhkan mobilitas tinggi. Tren serupa diikuti oleh Kratos Defense (KTOS) yang naik +13,42%, didorong oleh permintaan terhadap sistem tanpa awak berbiaya efisien.

Selain perangkat keras, kebutuhan akan data intelijen turut mengerek saham Palantir Technologies (PLTR) sebesar +3,68%. Kemampuan analisis big data Palantir dianggap vital untuk memetakan stabilitas keamanan pasca-operasi militer.

Maritim & Logistik

Mengingat Venezuela adalah negara pesisir dengan aset minyak lepas pantai yang besar, sektor maritim mendapat perhatian khusus. Huntington Ingalls Industries (HII), kontraktor utama kapal perang AS, menguat +3,93%. Penguatan ini sejalan dengan kebutuhan patroli laut untuk mengamankan jalur distribusi energi di Karibia.

Sektor pendukung juga ikut terangkat. BWX Technologies (BWXT) yang memasok komponen nuklir angkatan laut naik +3,94%, sementara HEICO Corp (HEI), penyedia suku cadang pesawat, tumbuh +3,73%.

Di sisi logistik dan integrasi sistem, Leidos Holdings (LDOS) mencatatkan kenaikan +6,55%, mencerminkan besarnya kebutuhan manajemen logistik sipil dan militer di wilayah baru tersebut.

Emas Masih Menjadi Pilihan

Meskipun saham-saham proyek rekonstruksi melesat, investor tetap waspada. Harga Emas (XAU/USD) tercatat naik +2,73%, menembus level psikologis baru. Kenaikan ini wajar sebagai bentuk lindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian geopolitik.

Sementara itu, harga minyak mentah WTI (CLc1) hanya naik moderat +1,74%, yang mengindikasikan pasar tidak terlalu khawatir akan gangguan pasokan jangka panjang.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular