Krypto Rally di Awal 2026, Bitcoin Melesat & Altcoin Ikut Terbakar
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar aset kripto mengawali pekan pertama Januari 2026 dengan momentum yang sangat positif. Pada perdagangan Senin (05/01/2026), Bitcoin (BTC) sukses mencatatkan kenaikan signifikan yang menjadi katalis bagi penguatan mayoritas aset altcoin di papan atas kapitalisasi pasar.
Sentimen optimisme terlihat mendominasi pasar, ditandai dengan masuknya aliran modal yang cukup deras ke berbagai sektor aset digital. Mulai dari aset infrastruktur utama (Layer-1) hingga aset berbasis komunitas, hampir seluruhnya bergerak serempak di zona hijau. Berikut adalah rincian data pergerakan pasar hari ini.
Bitcoin dan Ethereum Cetak Kenaikan
Mengacu pada data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level US$92,953, mencatatkan kenaikan harian sebesar +2,08%. Kinerja ini mempertegas tren positif mingguan Bitcoin yang telah tumbuh +4,29%. Level harga ini menjadi titik penting karena Bitcoin berhasil keluar dari fase konsolidasi yang terjadi di akhir tahun lalu.
Tren penguatan ini juga diikuti oleh Ethereum (ETH) yang kini diperdagangkan di level US$3,189. Aset kripto terbesar kedua ini mencatatkan kenaikan harian +1,63% dan mingguan sebesar +6,26%.
Pertumbuhan mingguan Ethereum yang lebih tinggi dibandingkan Bitcoin menunjukkan adanya rotasi modal parsial, di mana investor mulai melirik aset dengan valuasi yang relatif lebih murah (lagging) dibandingkan Bitcoin.
Pergeseran Peringkat: XRP Salip BNB, Dogecoin Meroket
Dinamika yang paling menarik perhatian pasar hari ini adalah perubahan komposisi pada peringkat kapitalisasi pasar. XRP berhasil menggeser BNB untuk menempati posisi aset terbesar ketiga (non-stablecoin).
Dengan kenaikan harian +5,18% ke level US$2,13, XRP mencatatkan pertumbuhan mingguan fantastis sebesar +13,15%. Kapitalisasi pasar XRP kini tercatat sebesar US$129,7 miliar, melampaui BNB yang berada di angka US$123,9 miliar.
Sementara itu, Dogecoin (DOGE) tampil sebagai bintang utama dengan kinerja mingguan terbaik di jajaran 10 besar. DOGE melesat +20,12% dalam tujuh hari terakhir dan diperdagangkan di level US$0,1514. Kenaikan tajam ini mengindikasikan kembalinya selera risiko (risk appetite) investor ritel secara agresif.
Outlook Pasar: Geopolitik Venezuela dan Target US$100.000
Kenaikan harga aset kripto hari ini tidak dapat dilepaskan dari sentimen eksternal yang sedang berkembang. Perhatian investor global tertuju pada ketegangan geopolitik pasca langkah Amerika Serikat mengambil alih kendali di Venezuela beberapa hari lalu.
Ketidakpastian politik dan ekonomi yang timbul dari peristiwa ini mendorong investor untuk mencari aset alternatif yang bersifat non-sovereign dan censorship-resistant) seperti Bitcoin.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin pada 4H Time Frame memberikan sinyal bullish yang kuat setelah berhasil breakout area resistensi kuncinya. Keberhasilan menembus level ini membuka peluang besar bagi Bitcoin untuk melanjutkan reli menuju resistensi psikologis di angka US$100.000.
Foto: via REUTERS/@RapidResponse47Sebuah gambar diam dari video yang diposting oleh akun Rapid Response 47 Gedung Putih di X.com, yang berasal dari akun @PaulDMauro, menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro digiring dalam tahanan menyusuri lorong di kantor Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) di New York City, AS, 3 Januari 2026. (via REUTERS/@RapidResponse47) |
Jika tekanan beli berlanjut dan didukung oleh volume yang kuat, potensi ekstensi kenaikan hingga ke level US$107.000 menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi dalam jangka pendek.
Kenaikan Bitcoin ini secara alami menarik harga altcoin untuk ikut bergerak naik. Namun, analis memperingatkan bahwa secara momentum makro, struktur pasar masih dibayangi tren bearish.
Kenaikan saat ini dinilai lebih bersifat sebagai short term rebound akibat sentimen berita, bukan pembalikan tren jangka panjang. Investor disarankan untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas dapat meningkat tajam jika euforia berita mereda.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Foto: via REUTERS/@RapidResponse47