Termasuk Brimob, Ini 10 Satuan Tugas Milik Polri Beserta Tugasnya

Rania Reswara Addini, CNBC Indonesia
29 August 2025 14:50
Suasana terkini di depan kantor Brimob kwitang. (CNBC Indonesia/Maesaroh)
Foto: Suasana terkini di depan kantor Brimob kwitang. (CNBC Indonesia/Maesaroh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terutama Korps Brigade Mobil Kepolisian (Brimob) tengah menjadi sorotan di tengah aksi demo.
Aksi demo yang berlangsung sejak Kamis (28/8/2025) kian memburuk pada malam hari.

Di kawasan Pejompongan, sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob yang dikerahkan untuk membubarkan massa justru menabrak seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (20).

Video viral di media sosial menunjukkan rantis melaju kencang, menabrak korban, sempat berhenti, namun kemudian melindas tubuhnya kembali sebelum kabur. Korban dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tidak tertolong.

Insiden ini memicu kepanikan sekaligus kemarahan massa hingga bentrokan kian meluas, meski aparat terus menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Setelah kejadian memilukan itu, massa pun bergerak menuju markas Komando Brimob di daerah Kwitang, Jakarta Pusat. Massa sampai melakukan pembakaran di depan markas Brimob hingga berapa mobil yang terparkir pun ikut menjadi sasaran amukan dan hangus dibakar massa.

Institusi kepolisian pun kembali disorot tajam di tengah aksi demo. Kepolisian RI sendiri memiliki berbagai satuan kerja yang dirancang khusus untuk menjalankan fungsi strategis dan operasional masing-masing.

Setiap satuan memiliki tugas dan keahlian yang berbeda, berikut adalah penjabaran dari sepuluh unit Polri dengan fungsi unitnya masing-masing:

1. Korps Brigade Mobil Kepolisian (Brimob)

Korps Brimob Polri adalah satuan paramiliter Polri yang berdiri sejak 14 November 1945, dengan akar dari Polisi Istimewa tahun 1943.

Brimob dibentuk untuk menangani kejahatan berintensitas tinggi seperti operasi taktis, anti-terorisme, penanganan separatis, dan pengendalian konflik. Unit ini beroperasi di tingkat pusat hingga daerah dan memiliki bagian khusus bernama Gegana yang ahli dalam penjinakan bom dan aksi anti-teror.

2. Korps Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polri

Korps Sabhara Polri adalah satuan yang dibentuk resmi pada tahun 1960 dan berfungsi sebagai pengawal keamanan preventif. Meskipun Sabhara umumnya beroperasi di tingkat daerah, di tingkat Markas Besar (Mabes) Polri fungsinya diwakili oleh Divisi Sabhara yang membina operasional Sabhara di seluruh wilayah.

3. Korps Lalu Lintas (Korlantas)

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah berdiri sejak zaman Hindia Belanda 1915 dan dibentuk kembali secara modern pada 22 September 1955. Korlantas merupakan korps di tingkat pusat yang mengatur dan membina seluruh kegiatan lalu lintas nasional termasuk operasi mudik, zebra, dan penegakan hukum lalu lintas di seluruh Indonesia. Korlantas beroperasi di semua tingkatan Polri dari Mabes hingga tingkat daerah/polres.

4. Densus 88 AT (Detasemen Khusus Anti Teror)

Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) adalah unit khusus yang lahir pada 26 Agustus 2004 untuk menangani aksi terorisme dengan mobilisasi cepat dan operasi rahasia.

Densus 88 berfokus pada pencegahan, penyergapan, dan pelumpuhan kelompok teroris di Indonesia melalui operasi khusus dan intelijen rahasia. Unit ini berada langsung di bawah Mabes Polri dan beroperasi di beberapa wilayah strategis.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di Kota Batu, Jawa Timur. Selain itu, Tim Penjinak Bom juga dikerahkan saat penangkapan. Dilansir detikJatim, penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Dusun Njeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Rabu (31/7/2024) malam. (Dok. Detikcom/M Bagus Ibrahim/detikJatim)Foto: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di Kota Batu, Jawa Timur. Selain itu, Tim Penjinak Bom juga dikerahkan saat penangkapan. Dilansir detikJatim, penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Dusun Njeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Rabu (31/7/2024) malam. (Dok. Detikcom/M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di Kota Batu, Jawa Timur. Selain itu, Tim Penjinak Bom juga dikerahkan saat penangkapan. Dilansir detikJatim, penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Dusun Njeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Rabu (31/7/2024) malam. (Dok. Detikcom/M Bagus Ibrahim/detikJatim)

 

5. Pusdokkes Polri

Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri didirikan yang pada 1 Januari 1962 ini memiliki fungsi khusus dalam bidang kedokteran kepolisian dan kesehatan personel. Pusdokkes juga menangani identifikasi korban bencana (DVI) serta layanan kesehatan internal Polri. Satuan ini beroperasi pada tingkat pusat dan daerah sebagai unsur pendukung dalam bidang kesehatan.

6. Korpolairud Baharkam Polri - Satpolair (Perairan)

Korps Polisi Perairan dan Udara (Korpolairud Baharkam Polri) dibentuk sejak 1 Desember 1950 untuk menjalankan tugas patroli perairan dan udara. Korpolairud mengawasi keamanan laut dan wilayah udara, melakukan pencarian dan penyelamatan (SAR), serta menegakkan hukum di sektor perairan dan udara. Mereka bertugas di seluruh wilayah perairan dan udara Indonesia.

7. Sat-Tahti (Tahanan & Barang Bukti)

Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat-Tahti) adalah satuan kerja di tingkat Polres yang bertanggung jawab mengelola tahanan serta barang bukti. Sat-Tahti mengurus perawatan tahanan, pengamanan, serta penyimpanan dan pengelolaan barang bukti dalam proses hukum. Fungsi ini beroperasi langsung di tingkat Polres sebagai bagian dari penegakan hukum.

Bareskrim Polri (Badan Reserse Kriminal)

Badan Reserse Kriminal Polri atau Bareskrim Polri adalah pelaksana tugas Polri di bidang reserse kriminal yang berada di tingkat Mabes Polri.

Dibentuk pada 1952, Bareskrim memiliki fungsi utama dalam membina dan menyelenggarakan penyelidikan serta penyidikan tindak pidana. Bareskrim juga bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap proses penyidikan.

Tindak Pidana Perjudian Online saat Konferensi Pers Satgas Judi Online 100 Hari Kerja Asta Cita di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (20/1/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Tindak Pidana Perjudian Online saat Konferensi Pers Satgas Judi Online 100 Hari Kerja Asta Cita di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (20/1/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Tindak Pidana Perjudian Online saat Konferensi Pers Satgas Judi Online 100 Hari Kerja Asta Cita di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (20/1/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

 

Bareskrim mengelola berbagai fungsi pendukung seperti identifikasi, laboratorium forensik, dan pengelolaan informasi kriminal nasional.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Bareskrim mempunyai beberapa direktorat yang fokus pada berbagai jenis tindak pidana, termasuk Direktorat Tindak Pidana Umum, Direktorat Tindak Pidana Khusus, Direktorat Siber, Direktorat Narkoba, Direktorat Tindak Pidana Tertentu, serta Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang.

9. Sitipol (Teknologi Informasi Polri)
Satuan Teknologi Informasi Polri (Sitipol) berperan sebagai pusat pengelolaan dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Polri, mendukung komunikasi dan sistem data kepolisian. Sitipol membantu operasi kepolisian modern dengan pengembangan teknologi dan keamanan data elektronik.

Satuan Teknologi Informasi Polri (Sitipol) di tingkat Mabes disebut Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) yang berfungsi mengelola sistem teknologi informasi, komunikasi dan keamanan data untuk mendukung operasi kepolisian modern.


10. Div-Propam (Profesi & Pengamanan)

Divisi Progesi dan Pengamanan (Div-Propam) adalah satuan pengawas internal Polri yang menjaga profesionalisme dan mendisiplinkan anggota Polri.

Div-Propam dibentuk pada tahun 2002, bertanggung jawab atas pengamanan internal institusi Polri dengan melakukan pengawasan dan tindakan terhadap pelanggaran kode etik anggota.

Di tingkal Polres, ada Satuan Profesi dan Pengamanan (Si-Propam) yang memiliki tugas serupa yakni mengawasi profesionalisme, disiplin, dan kode etik anggota Polri serta mengamankan internal institusi Polri secara menyeluruh.


(mae)
Tags

Related Articles

Most Popular
Recommendation