Mitratel hingga Gojek, Telkom Buka-bukaan Rencana Bisnis 2021

Profil - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
23 February 2021 11:14
Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia Budi Setyawan Wijaya/Dok.Jalin

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengungkapkan sejumlah rencana bisnis besar di tahun ini. Beberapa di antaranya ekspansi anak usaha, termasuk mencatatkan saham perdana (initial public offering) atau IPO anak usaha di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bursa Asia.

Hal itu diungkapkan Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia, Budi Setyawan Wijaya, dalam acara dialog Capital Market Outlook 2021 dengan tema Prospek Pasar Modal 2021 yang digelar CNBC Indonesia pada Senin kemarin (22/2/2021). Acara tersebut juga disiarkan langsung yang dipandu oleh Maria Katarina.

Budi Setyawan ditunjuk menjadi direktur berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom yang diselenggarakan pada 19 Juni 2020. Sebelum di Telkom, perjalanan karier alumnus STT Telkom (1996) dan Magister Manajemen-STMB (2003) ini yakni Direktur Utama, PT Melon Indonesia (2013-2015), Direktur Utama, PT MD Media (2015-2017), dan Direktur Utama, PT ADMEDIKA (2017-2020).


Berikut petikan dialog dalam program Capital Market Outlook 2021.

Bagaimana persiapan Telkom menghadapi era 5G?

Kalau bicara 5G banyak elemen yang harus dipersiapkan, tidak hanya lisensi. Kalau lisensi akan ikut aktif lisensi dilakukan pemerintah. Kami siapkan infrastruktur pendukung misal fiber optic. Karena ini komponen penting yang akan menghubungkan mini pool 5G tersebut.

Kami juga siapkan data center di daerah. Jadi, aset properti sentral di daerah mulai dibangun menjadi regional data center agar lebih dekat ke market. Used case untuk industri agar terbantu dengan 5G dan efisien. Itu hal-hal yang disiapkan untuk menyambut 5G.

Memang kalau melihat capex [belanja modal] cukup besar. Beberapa alternatif capex akan lebih optimize bagi kami.

Sebesar apa bisnis 5G ke depan?

Jika dilihat market terbagi menjadi dua yaitu konsumer dan enterprise. Konsumer pelanggan butuh speed tinggi. Sehingga ketika mobile dapat akses tinggi, ketika di rumah butuh akses cepat. Kalau ada 5G ada VWA. Terus untuk beberapa aplikasi virtual reality hanya bisa disedikan maksimum oleh 5G.

Sementara enterprise, dengan adanya case-case Internt of Things (IoT), dibutuhkan teknologi mendukung 5G teknologi tepat. Secara size, saat ini belum bisa melihat number. Secara kebutuhan, itu ada. Baik di sisi konsumer atau enterprise.

Apa rencana TLKM di 2021?

Ada dua hal akan dipersiapkan secara fundamental bisnis. Pasti anak usaha harus punya performance. Layanan atau kapasitas. Ini akan dioptimalkan. Di sisi lain, kita juga akan menata fokus anak usaha dengan beberapa program. Stream lining, agar anak-anak usaha jadi lebih efisien dan nilai tambah bagi Telkom Group.

Bagaimana rencana TLKM melepas Mitratel?

Memang kita harapkan Mitratel [PT Dayamitra Telekomunikasi] akan siap IPO Q4-2021. Sudah banyak yang dilakukan dan tidak dadakan sejak tahun lalu sudah bekerja. Ada dua hal yaitu organik, terus berusaha mengembangkan operation di Mitratel agar efisien dan comperable tak hanya nasional tapi global. Baik parameter operasi maupun performa keuangan.

Selanjutnya inorganik, terus mengembangkan aset yang diakuisisi di Mitratel dengan beberapa corporate action. Akan terus dilakukan 2021, agar Mitratel secara fundamental bisnis kuat dan aset prudent sehingga bisa menarik investor.

Bagaimana setelah IPO?

Kita lihat, berharap number of asset akan jadi yang terbesar. Di luar itu tak hanya asetnya tower, kita dukung jaringan fiber optic. Jadi tak hanya tower, tapi dilengkapi jaringan fiber optic terutama infrastructure tower, sehingga ini salah satu value added Mitratel yang diharapkan leading tower di Indonesia bahkan di region.

NEXT: Startup dan investasi Gojek

Mitratel IPO, Fokus Startup Lagi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading