Wawancara Eksklusif

Penetrasi ke Ritel, Asuransi Tugu Simpan Potensi Besar

Profil - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
12 September 2019 20:36
Penetrasi ke Ritel, Asuransi Tugu Simpan Potensi Besar Foto: Kembangkan Asuransi Kendaraan,Tugu Bangun Aplikasi t-drive (CNBC Indonesia TV)
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat kinerja yang cemerlang pada semester I-2019. Anak usaha PT Pertamina ini menyimpan potensi yang cukup besar karena akan masuk ke segmen retail, segmen yang sebelumnya belum tergarap.

Bagaimana strategi TUGU dan bagaimana kondisi TUGU saat ini, berikut ini wawancara CNBC Indonesia dengan Direktur Utama Asuransi Tugu Indra Baruna.

Bagaimana kondisi industri asuransi Tugu saat ini?

Pada semester I cukup pesat, gross premi pesat. Tahun ini semester I-2019 Rp 3,7 triliun konsolidasi dibandingkan tahun lalu Rp 2,5 T. Dari sisi risiko pendapatan non-underwriting meningkat Rp 370 miliar, Tahun lalu Rp 310 miliar. Kemudian sisi investasi naik dibandingkan tahun lalu kelihatannya lonjakannya sangat tinggi. Hampir sekitar Rp 190 miliar investasi tahun ini semester 1-2019. Profit meningkat.


Untuk investasi, bagaimana kinerjanya?
total investasi fund hampir Rp 3 triliun sekian. Mayoritas ditempatkan deposito. Ada dalam bentuk Rupiah dan dolar, mayoritas Rupiah. Ada juga obligasi dan selebihnya di saham dan reksadana. Investasi terbesar di deposito yang avarage sekitar hampir 30-an persen.

Untuk pendapatan apa saja lini asuransi yang jadi pendorong?
Tugu Insurance itu sebetulnya mayoritas produknya sifatnya korporat seperti, kebakaran, cargo dan lain-lain. Sejak 2018 mulai kembangkan retail. Perkembangan cukup positif karena tahun ini sudah 2x lipat dari sisi premi. Ke depan portofolio maunya balance corporate, komersial, retail.

Pertumbuhan tetap, sudah matang sebetulnya dari sisi produk, seperti kebakaran, selalu di ranking 1. Perkembangan dari segmen broker dan perbankan 35 persen dari tahun lalu. kemudian pendapatan dari retail dari penjualan direct distribution channel SPBU pertamina. Ada juga produk yang dijual di gerai Bright Store ada di 85 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia.

Bagaimana kerjasama dengan Pertamina dan bagaimana targetnya?
Proporsi premi 30 persen murni sisi energi. Sebanyak 80 persen energy related. Bagian dari konsorsium SKK migas 40-46 persen oil and gas akan diperkuat. Walaupun mengembangkan retail, tapi segmen ini tak ditinggalkan.

Pengembangan di Pulau Jawa, atau pulau lain?
Seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri ikut dalam konsorsium asuransi karena kita satu-satunya perusahaan lokal yang punya rating internasional dari EMBES, A-, bisa cover risiko di luar negeri.

Melihat kerjasama dengan Pertamina apakah ada target spesifik?
Masih banyak. Pertamina berkembang dan banyak proyek baru. Di luar itu ada potensi belum dikembangkan. Produk retail bersama Pertamina. banyak produk retail gasoline, lubricant, menjual gas rumah tangga. Ada potensi juga mengembangkan asuransi dengan produk itu. itu yang akan dikejar.

Bocoran produk baru?
Asuransi gas rumah tangga, Pengguna gas rumah tangga terekspos kebakaran, ledakan dan sebagainya karena salah penggunaan.Bisa menyatukan gas dengan asuransi atau bisa dijual terpisah. Ditawarkan ke rumah tangga untuk cover asuransi kebakaran. Bisa dilakukan memberikan pricing setiap gas yang dibeli. Harganya menjadi murah tak terasa karena biasa dicover setahun butuh uang cash. ini sudah masuk saat beli gas.

Bagaimana potensinya?
Potensi bagi Tugu mencapai Rp 180 miliar dari produk ini saja. Kita coba bagaimana menjual ini secara efektif. Karena ritel rumah tangga itu administrasi tak mudah. Dibanding premi yang tak besar, tak cukup membiayai administrasi. Butuh bantuan teknologi agar menjual secara efisien. Ini yang dikembangkan

Melihat sentimen dalam negeri, global, perlambatan ekonomi, kemudian pola belanja konsumen, Apa menjadi tantangan khusus?
Tantangan dan opportunity. Penetration rate asuransi Indonesia sangat rendah masih 0,5%. Jauh tertinggal dari asuransi jiwa sebesar 1,6-1,7% sehingga potensi sangat besar. Akhir-akhir ini melambat, tantangan bagaimana produk dan mencari ceruk pasar. Tantangan kedua awareness masyarakat Indonesia rendah. Pentingnya memberikan edukasi ke masyarakat.

Lompatan ke industri mana?
korporasi komersial, retail ini proporsi meningkat. target 2026 komposisi retail 40% dan 60% untuk corporate. Visi kita di 2026. Nah tentu ini semua akan dipersiapkan dengan baik. Bagaimana identifikasi kebutuhan pelanggan retail, dan bagaimana ciptakan produk sesuai kebutuhan dan ditopang dengan teknologi yang melahirkan user experience.

Kontribusi?
Premi laba di dominasi korporate awalnya karena ritel baru dimulai tahun lalu. Semester II ini akan dikejar

Strategi edukasi pasar?
Kita tentu melalui strategi komunikasi publik, media masa, promosi, pendekatan komunitas, Tugu secara mandiri, industri kita juga membantu. insurance day, meningkatkan literasi masyarakat (acara tahunan).

Satu produk asuransi dari asuransi Tugu terkait dengan kendaraan roda 2, mohon dijelaskan?
Iya produk retail, kendaraan bermotor yang marketnya besar. Dari proporsi premi seluruh industri, terbesar kendaraan bermotor kemudian properti. Kita melihat marketnya besar dan Tugu insurance memiliki potensi mengembangkan ini di pasar dengan digital. Mulai pembelian dan lain-lain.

T Ride potensinya besar karena penjualan kendaraan roda dua setiap tahun 6-6,5 juta. Pembeli ini sebagian besar melalui leasing. Tentu kerja sama dengan leasing ini. Ada hal lain cukup besar pemilik yang sudah menyelesaikan leasingnya. jumlahnya besar 30 juta di Indonesia.

Ini masuk ke target dan masuk ke sana, karena distribusi channel sangat tepat menjual asuransi ini. Saat ini Pertamina punya 5600 SPBU, ini distribusi channel yang kuat karena kendaraan bermotor beli bensin. Bagaimana menawarkan produk ini tak lebih dari setengah menit. Ini jadi tantangannya.

Apakah sudah proyeksi, bagaimana kontribusi produk ini dengan pendapatan?
Baru tahun kedua, kendaraan bermotor proyeksi belum besar 11 persen dari total portofolio. Target premi tahun ini Rp 6,5 triliun. Sementara Rp 350 miliar dari asuransi kendaraan bermotor. Tak hanya roda dua ada produk lain yaitu t-drive yakni roda empat.

Tahun lalu kami meluncurkan aplikasi digital yang sudah didownload sebanyak 22 ribu. Hal ini akan terus dikembangkan, sehingga punya data base, baru seminggu yang lalu aplikasi ini bisa pembelian. Bisa membeli asuransi lewat apps, semakin aman dan semakin cepat.

[Gambas:Video CNBC]


Target-target lain?
Sebagian besar angka tadi, akan datang dari roda empat. Create sesuatu yang beda untuk asuransi kendaraan roda empat. Ini sebuah produk yang bisa memberikan dampak positif ke masyarakat. t-drive mengukur kendaraan dan memberikan insentif. Mengendarai kendaraan baik maka akan mendapatkan score yang kemudian mendapatkan tcoin. Tcoin ini yang dikumpulkan bisa jadi diskon saat memberi asuransi.

Aplikasi ini biaya besar?
Relatif, bekerjasama dengan pihak lain IT company. keseluruhan proses berfikir, karya dari Tugu Insurance. Rangenya sekitar Rp 10 Miliar mulai dari membangun sistem.

Semester II bagaimana target bisnis dan bagaimana dengan pos lain?
Tetap untuk yang korporasi komersial akan dipertahankan. Ke depan akan mengembangkan produk menyasar produk SME. Ada 50 juta di Indonesia dan ini top 5 di dunia. Nah, SME ini tentunya pelayanan spesifik. kita juga sedang mengembangkan, melayani lebih baik.

Produknya seperti apa?
Kalau secara produk standar yang ada di Indonesia properti dan sebagainya. Cara membeli dan menjual berbeda. Bagaimana membuat produk ini sesimpel mungkin. Tantangan selalu membuat ribet menjadi simpel, proses tak berbelit-belit. Ketika customer mengalami musibah bisa cepat klaim

klaim yang sudah dilakukan semester 1?
Klaim lost rasio 39 persen semester 1-2019 lebih rencah dari industri. Industri rata-rata 50 persen

Target untuk pendapatan laba bersih 2019?
Target pendapatan Rp 6,5 triliun dengan target nett profit Rp 450 miliar. Kalau terjadi, ini didoakan. Ini akan jadi tertinggi di Tugu kalau bisa terwujud.



(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading