Bos BIJB Buka-bukaan Soal Bandara Kertajati yang Dikritik JK

Profil - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
12 April 2019 12:49
Bos BIJB Buka-bukaan Soal Bandara Kertajati yang Dikritik JK
Jakarta, CNBC Indonesia - Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang juga dikenal dengan Bandara Kertajati kembali menuai sorotan. Ini setelah Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melontarkan kritikan terhadap bandara tersebut.

Menurut JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, ada kekeliruan dari sisi perencanaan Bandara Kertajati. Imbasnya, bandara pun sepi penumpang hingga dengan saat ini, meski beragam upaya sudah diupayakan.

Kepada CNBC Indonesia, Rabu (10/4/2019), Direktur Keuangan dan Umum PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Muhamad Singgih memberikan tanggapan terkait kritikan JK sekaligus langkah-langkah perseroan ke depan agar bandara tak sepi penumpang.


Berikut petikan wawancaranya:


JK mengkritik Bandara Kertajati yang sepi. Salah satu sorotan JK dari sisi perencanaan. Apa tanggapan Anda?
Kalau perencanaan kan ini (Bandara Kertajati) itu sudah dilaksanakan dari lama. Kalau untuk perencanaan lebih tepat ke pemprov (Pemerintah Provinsi Jawa Barat) ya. Karena ini kan bandara yang menginsiasi dari (pemprov) Jabar dulu.

Memang gini, sekarang ini kenapa sepi, karena memang aksesibilitas belum tersambung untuk tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Kalau dari studi kelayakan itu yang melakukan juga dari lembaga kredibel kok. Ada dari Singapura, juga ITB (Institut Teknologi Bandung). FS (feasibility study). Jadi saya pikir kalau tahapan perencanaannya memang sudah dilakukan pemprov dengan studi-studi.


Salah satu langkah yang akan diupayakan sejumlah pihak adalah memaksimalkan pemberangkatan umrah?
Kalau untuk pemberangkatan umrah memang tidak rutin. Jadi kalau penumpangnya sudah terpenuhi baru berangkat. Dalam dua bulan terakhir ini, itu hanya ada satu kali. Baru Lion aja.



Karena begini, sementara kemarin itu kan runway (landas pacu) baru 2.500 meter, kalau untuk umrah itu tidak bisa direct (langsung) dari Kertajati ke Madinah atau Jeddah, tapi harus transit dulu di India. Refueling (pengisian bahan bakar ke pesawat), harus ada technical landing di India kan gitu.

Oleh karena itu, kalau para travel umrah itu inginnya penerbangan direct dari Kertajati ke Madinah atau Jeddah. Untuk direct itu kan memerlukan runway 3.000 meter. Nah ini sekarang secara fisik sudah kita perpanjang, tinggal masalah sertifikasi, kemungkinan di akhir April sudah beres. Runway 3.000 meter pada Mei sudah bisa operasional.

Foto: Bandara Internasional Kertajati (dok BKIP Kemenhub)


PT Angkasa Pura II (Persero) katanya juga mau mengalihkan penerbangan umrah ke Bandara Kertajati. Seperti apa perkembangannya sejauh ini?
Kami terus mendorong, dari sisi biro perjalanan umrahnya. Kalau dari sisi regulasi kan ada di Kemenhub (Kementerian Perhubungan) ya. Tapi kalau dari BIJB terus mendorong dengan biro perjalanan haji umrah.

Mereka tapi mengatakan begini, airline (maskapai) harus ada yang siap membawa rute umrah dari Kertajati langsung ke Madinah. Tempo hari sebenarnya Garuda sudah menyiapkan membuka bulan Mei. Kita juga mendorong kemarin rapat di Kemenko (Kemenko Kemaritiman) juga agar rute ini dipercepat saja. Karena kan kalau rute itu sudah terbentuk kan travel bisa jualan.

Ada yang misalnya punya 4.000 jemaah, 1.000 nya dari Jawa barat, sebenarnya sudah siap mereka untuk mengalihkan itu ke Kertajati. Ada juga beberapa travel dari Bandung sudah bersedia mengalihkan.


Tapi tunggu infrastruktur siap bulan Mei?
Kalau tipikal umrah kan gini. Umrah bulan depan dijualnya kan dari sekarang. Bulan sebelumnya karena harus urus visa dan segala macam administrasi paling tidak sebulan. Karena itu Mei. Bahkan kemungkinan umrah bisa terimplementasi full (penuh) setelah musim haji, karena Mei kan sudah masuk Ramadhan.

Nah Ramadhan kan sebentar lagi Lebaran sampai dengan musim haji kan enggak ada umrah.



Dari sisi rencana kerja, berapa target penumpang?
Kita sih asal Jabar saja, kurang lebih 250.000. Data terakhir 2018 sebanyak 187.000 atau berapa. Tapi kalau potensi sekitar 300.000.


Maskapai apa saja yang sudah beraktivitas di Bandara Kertajati?
Garuda sudah. Kemarin ada rencana buka rute ke Arab langsung di bulan Mei, tapi kemungkinan kemarin dari yang kita dengar akan terimplementasi pada September setelah musim haji.

Kemudian dari Malaysia juga udah mengajukan rute juga ke Kertajati sebenarnya. Tapi sifatnya feeder dari Kertajati ke Kuala lumpur baru terbang


Yang sudah fixed, Lion, Garuda, tapi yang baru mengajukan Malaysia?
Artinya gini. Kalau Malaysia itu kan sudah mengatakan kepada kita bahwa dia sudah mengajukan. Terus memang sudah meminta ke kita juga untuk diplot untuk penerbangan dari Bandara Kertajati ke Kuala Lumpur.

Foto: infografis/infografis misi penyelamatan bandara Kertajati/Aristya Rahadian Krisabella


Berarti maskapai reguler tinggal Citilink?
Betul, jadi memang gini, ini persoalannya load factor (tingkat keterisian). Karena load factor masih minim jadi airline (maskapai) pada tidak bertahan. Makanya upaya kita itu yang paling penting adalah sosialisasi.

Tapi di luar itu juga soal akses. Karena ini masalahnya banyak banget di bandara ini. Sebagai mana kita ketahui kan bandara itu bukan tujuan. Jadi orang berpergian itu hanya melalui bandara tapi tujuannya ada bisnis, keluarga, pendidikan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk mendongkrak agar aktivitasnya ramai, makanya industri di sekitar itu nanti harus dibentuk. Dan kita juga sudah koordinasi sama sekda (sekretaris daerah), ke UPTD Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) juga sudah, termasuk Subang Sumedang, Karawang sampai Surakarta itu supaya atraksi kepariwisataan itu diperbanyak.

Sebagai contohnya, Banyuwangi itu kenapa ramai? karena dalam satu tahun itu kan ada 70-an event wisata yang terus-menerus. Sementara di sekitar ini kan baru mau kita dorong ya. Dan saya lihat sih dari pak gubernur (Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil) juga mendorong supaya event wisata itu di tiap daerah ada keunggulan destinasi wisata supaya orang datang ke sana.

Di luar itu juga di area sekitar bandara itu juga kan ada aerocity. Kita dorong untuk hidupkan supaya itu nanti menambah load factor juga. Kalau ke depan kita yakin ini daerahnya sangat strategis. Tapi memang itu butuh membuat ekosistem industri dan kepariwisataan harus bagus.



Selain itu untuk menarik maskapai apa lagi?
Kita sudah kok, insentif. Gini, jadi kalau dari BIJB program-programnya kalau boleh dibilang sudah contohnya landing fee kita bebaskan. Kemudian bahkan PSC (passanger service charge) pun kita juga dari Rp 65.000 diskon jadi Rp 40 ribu dan sebagainya.

Kemudian dari multimoda dari depan stasiun Bandung ke Kertajati kemarin sempat disubsidi. Dalam arti transportasi DAMRI dari stasiun ke Kertajati tidak berbayar

Ini soal waktu aja sih. Sosialisasi kita juga lewat radio ke tempat tempat tujuan seperti Jakarta, Palembang terus Balikpapan dan sebagainya. Tapi memang gini, pada saat rendah itu kan menimbulkan masalah karena jadwal tidak ada, dan pelanggan pun belum yakin.

Makannya target kita itu selanjutnya kita cari pelanggan sebanyak-banyaknya dulu supaya pelanggan masuk. Karena kita kan ada program di bulan ini untuk mudik dan gimmick-gimmick-nya sudah kita siapkan.

Di luar itu juga kita untuk meramaikannya dengan cara umrah bahkan kita kerja sama juga dengan pusat pemberangkatan tenaga kerja karena wilayah Ciayumajakuning itu kan banyak tenaga kerja yang di luar negeri.


Bagaimana dengan target 2,7 juta penumpang?
itu kita akan tetap kejar meskipun di dua bulan pertama ini masih jauh. Itu baru menerbangkan sampai sekarang sekitar 30an ribu. Kadi masih jauh. Tapi kan kita masih ada siswa waktu untuk ngejar karena ini kan start awal.


Simak video terkait Bandara Kertajati di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading