Special Interview

John Riady, Putra Mahkota yang Disiapkan Membereskan Meikarta

Profil - Houtmand P Saragih & Lidya Julita Sembiring & Aline Wiratmadja & Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 March 2019 - 12:03
John Riady, Putra Mahkota yang Disiapkan Membereskan Meikarta
Jakarta, CNBC Indonesia - Selasa (12/03/2019) jagad media ramai memberitakan aksi korporasi yang dilakukan dua perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Lippo. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) adalah dua perusahaan Lippo yang mengumumkan penerbitan saham baru (rights issue) dengan total US$ 930 juta.

Rinciannya, LPKR akan menerbitkan saham baru US$ 730 juta dan LPCK senilai US$ 200 juta. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas dan mengatasi masalah balance sheet kedua perusahaan.

Sebenarnya, di luar aksi korporasi tersebut ada hal lain yang lebih menarik, yaitu ditunjukknya John Riady, putra tertua James Riady atau cucu Mohctar Riady pemilik Lippo Grup, menjadi Chief Executive Officer atau CEO Lippo Karawaci. Pria lulusan Goergetown ini sudah lama disebut-sebut sebagai putra mahkota pewaris kerajaan bisnis Grup Lippo, dan akhirnya dipercaya memegang tampuk pimpinan perusahan induk untuk industri properti.


Dalam dua bulan ini, John sudah melakukan banyak hal dan mencoba melakukan restrukturisasi pada kedua perusahaan. Apalagi perusahaan properti Grup Lippo sempat mendapat sorotan soal kesulitan likuiditas yang dialami kedua perusahaan.

Lalu, megaproyek Meikarta sempat disebut-disebut sebagai biang kerok kesulitan yang dialami kedua perusahaan, karena menghabiskan begitu banyak sumber daya keuangan kedua perusahaan. S&P dan Fitch Ratings akhirnya memberikan predikat junk bond untuk rating kredit kedua perusahaan.

Tak sampai di sana, kasus hukum terkait perizinan Meikarta juga turut menjadi sentimen negatif bagi perusahaan. Namun John tahu, ini semua harus dihadapi dan pelan-pelan ia harus bisa menyelesaikannya.

Nah, setelah resmi menjadi CEO John mengundang CNBC Indonesia untuk berbincang-bincang mengenai rencana restrukturisasi yang akan dilakukan olehnya untuk membenahi kinerja kedua perusahaan tersebut. Berikut ini petikannya:

Hari ini (Selasa, 12/03/2019) dua perusahaan anda, Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang melakukan rights issue dengan nilai besar, apa rencana di balik ini semua?
Jadi saya senang dan satu kehormatan untuk bisa menjabat sebagai CEO Lippo Karawaci, ini adalah tanggung jawab besar dan tentu akan kami jalankan dengan sangat baik agar Lippo Karawaci dapat terus bertumbuh dan juga memberikan kontribusi kepada bangsa kita lebih baik.

Mengenai announcement dari kami pagi ini, memang ini sebuah announcement dan program yang sudah kami siapkan selama beberapa bulan yang lalu dan kami ingin mewacanakan program yang sifatnya komprehensif dan menyelesaikan serta menjawab berbagai pertanyaan pasar dan sekaligus memposisikan Lippo Karawaci dan rencana pertumbuhan ke depan.

Pertama, program ini (rights issue) menggalang dana sekitar US$ 1 miliar, itu terdiri dari rights issue sebesar US$ 730 juta dan juga aset divestasi Lippo Mall Puri (senilai US$ 280 juta) ke REIT kita sendiri yang di Singapura. Perlu kami tegaskan rights issue-nya sudah aman, jadi kami berharap pemegang saham lain juga ikut subscribed, karena ini sebuah peluang yang baik. Tapi kalaupun tidak ikut menyerap, kami siap jadi pembeli siaga, standby purchaser dan di luar itu ada beberapa investor yang sudah kami share di press rilis kami yang juga akan ikut bareng kita.

Inisiatif ini akan membuat Lippo Karawaci akan mendapatkan dana segar US$ 1 miliar. Ini akan digunakan untuk beberapa hal. Pertama, untuk menangani masalah likuiditas, pertama dengan dana segar sebesar ini tentu masalah likuiditas terjawablah. Jadi itu satu hal semoga menjawab pertanyaan pasar mengenai likuiditas Lippo Karawaci.

Kedua, itu mengenai balance sheet, Lippo Karawaci sekarang total utang sekitar US$ 900 juta, jadi tentunya dengan rights issue US$ 1 miliar, balance sheet kami jadi sangat kuat, jadi itu adalah tujuan kami. Di luar itu, kami juga ingin menurunkan tingkat utang kami, jadi dari US$ 1 miliar kita kira-kira US$ 275 juta akan untuk deleveraging jadi mengurangi utang.

Dengan cara seperti itu ke depannya beban pembayaran bunga utang kami juga akan semakin rendah, jadi semakin enteng. Jadi ini mengarah ke balance sheet yang sangat sustainable dan sehat.

Ketiga, soal cashflow, jadi kita ke depan akan fokus di beberapa industri inti Lippo Karawaci yang memang cashflow-nya kencang. Jadi ini ke depan Lippo Karawaci akan menjadi perusahaan yang fokusnya itu cashflow, cashflow oriented.

Jadi untuk pemegang saham kami juga akan menciptakan return yang memuaskan. Ini satu bagian dari program kami soal pendanaan dan digunakan untuk memperbaiki likuiditas, balance sheet, dan cashflow.

Tapi di luar itu mungkin yang lebih penting adalah strategi bisnis. Boleh dibilang Lippo Karawaci sekarang adalah perusahaan properti yang terbesar di Indonesia, baik dalam aspek landbank dan juga revenue dan mungkin juga dalam aspek skill karena kita memiliki operation dan project di 35 kota di Indonesia.

Jadi dalam hal itu Lippo Karawaci adalah platform properti yang terbesar. Tapi ke depannya ini harapan kami kita bukan saja terbesar tapi juga fokus. Lippo Karawaci ke depan akan fokus pada tiga bisnis utama. Pertama, urban housing development, untuk perumahan. Kedua, lifestyle malls, jadi kita punya 50 sekian mal, di Pejaten, di Kemang, di Pluit, di Semanggi, dan lain sebagainya. Ini memang bisnis utama kami yang memberikan satu cashflow yang sangat kuat jadi akan kami kembangkan.

Ketiga adalah kesehatan (hospital), ini adalah sebuah bisnis yang mau ga mau kita akan butuhkan dan kami bersyukur Karawaci atau Siloam adalah perusahaan healthcare yang terbesar sekarang, kami memiliki 35 rumah sakit.

Nah, ke depannya kami akan terus tumbuh tapi akan lebih selektif, sehingga Siloam punya excess cash akan dividen, tahun ini misalkan omset Siloam di atas Rp 8 triliun dan EBITDA di atas Rp 1 triliun, setiap tahun perusahaan bagus dan terus tumbuh tapi kan semua duit itu kita gunakan untuk ekspansi buka rumah sakit baru.

Kami juga akan lebih rasional mungkin dalam hal pembukaan rumah sakit sehingga ada cashflow yang banyak dan itu akan menjadi dividen, jadi Lippo Karawaci akan menerima dividen, jadi kembali lagi memperbaiki kinerja Lippo Karawaci menjadi perusahaan dengan likuiditas yang kuat, balance sheet yang kuat dan tentunya juga cashflow yang kuat.

Selanjutnya mengenai governance, untuk menunjang perubahan ini kami memperkuat manajemen, bukan saya sendiri tapi kami satu tim ya bekerjasama untuk memperbaiki kinerja Lippo Karawaci. Tapi di luar execution tim ini yang juga amat penting adalah governance.

Lippo Karawaci merupakan salah satu perusahaan listed properti pertama di Indonesia, jadi kita ingin terus mengembangkan ini, ingin kinerja good corporate governance yang terbaik yang memberikan transparansi yang juga baik kepada pemegang saham kita. Itu menjadi komitmen kami.

Grup Lippo yang menyerap semua rights issue Lippo Karawaci, dari mana sumber dananya?
Dari internal kami. Oleh karena itu, seperti yang saya sampaikan bahwa rights issue sudah ada kepastian, jadi bukan kita buat announcement hari ini kemudian kita baru nyari uang. Kami ingin memberikan pasar satu kepastian.

Jadi kan totalnya US$ 730 juta, itu kan asumsinya yang lain tidak ada yang subscribed tapi kan kenyataannya pasti adalah dari pemegang saham sekarang yang mungkin mengambil rights issue-nya itu, di luar itu kan ada beberapa investor jadi kita sama-sama. Tapi kalau pun mereka tidak tahu kami siap menjadi pembeli siaga.

Apakah dana tersebut nantinya akan digunakan untuk proyek Meikarta?
Jadi bagian dari yang saya ceritakan mengenai comprehensive solution itu di luar likuiditas, balance sheet, cashflow, kami juga bertekad bahwa setiap proyek yang kami mulai harus selesai. Jadi dengan pendanaan ini juga memberikan kepastian bahwa setiap project yang kami mulai akan kami selesaikan, termasuk Meikarta.

Jadi memang kalau dibaca dari press release kami dari total US$ 1 miliar itu US$ 200 juta akan diturunkan dalam bentuk rights issue ke PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yang kemudian akan digunakan untuk menyelesaikan proyek Meikarta kami yang baik ini.

PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang Meikarta, kenapa dikeluarkan dari laporan konsolidasi Lippo Ciarang?
Jadi itu kalau dilihat perubahannya cuma dari 50% ke 49%, jadi itu lebih administratif dan dekonsolidasi ini sifatnya lebih accounting dan administratif.

Nah, alasan kenapa kami melakukan dekonsolidasi itu karena ada mitra kami yang merupakan konsorsium asing. Partner dan kami memang dari awal kesepakatannya adalah kita berpartner, tanda kutip 50:50. Anda tidak konsolidasi, saya juga tidak konsolidasi. Anda tidak kontrol, saya juga tidak kontrol. Jadi memang ini sejalan dengan semangat dari kerja sama yang kami lakukan sejak awal.
Jadi dengan pendanaan ini juga memberikan kepastian bahwa setiap project yang kami mulai akan kami selesaikan, termasuk Meikarta. John Riady, CEO Lippo Karawaci

Apakah itu artinya proyek Meikarta tetap punya Lippo?
Pasti, itu kita komit itu adalah suatu bayangkan itu adalah sebuah project di tengah-tengah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dan pemerintah terus membangun infrastruktur begitu banyak, begitu gencar di daerah itu.

Jadi kami yakin bahwa daerah itu (kawasan Meikarta) akan terus berkembang. Bahkan kalau kita baca banyak dari analisa dari pakar properti mereka mengatakan bahwa daerah bagian timur dari Jakarta, yaitu Cikarang dan Karawang lebih menjanjikan dibandingkan daerah bagian barat, seperti Serpong, Karawaci dan lain-lain.

Jadi banyak yang mengatakan growth di sini (kawasan Meikarta) lebih menjanjikan dan lebih murah harga tanahnya, jadi itu prospeknya sangat menguntungkan.

Jadi terlepas dari berbagai isu Meikarta yang kami sayangkan dan semoga cepat selesai, secara fundamental bisnis itu adalah sebuah proyek yang baik dan akan kami teruskan dan kami commit untuk menyelesaikan pembangunan itu.

Tadi Anda mengatakan ada 3 bisnis utama yang akan dijalankan Lippo Karawaci. Salah satunya lifestlye mal, tapi kenapa Lippo Mall Puri dijual?

Jadi kalau dilihat kan itu kita jualnya ke kita sendiri. Kita ini kan punya satu perusahaan REIT di Singapura. Jadi memang model kita ini Lippo Karawaci apakah membeli mal atau membangun mal kemudian setelah kinerjanya baik kita jual ke Singapura, dananya kita terima dan bangun lagi mal baru.

Jadi ini memang satu strategi recycling capital yang tadi saya cerita itu. Ini memang merupakan satu advantage kita memiliki satu struktur untuk bisa me-recycle capital seperti ini. Namanya saja Lippo Malls Indonesia Retail Trust, itu kan anak perusahaan Lippo Karawaci yang menjual, kan Lippo Mall Puri 100% dimiliki oleh Lippo Karawaci melalui anak perusahaan itu yang menjadi penjual.

Artinya itu kepemilikan masih tetap di Lippo ya?
Masih, kita sudah tanda tangan CSPA (conditional sales purchase agreement) jadi akan selesai tahun ini.

Sebelum rights issue diumumkan, harga saham Lippo Karawaci terkoreksi?
Saya tidak tahu kenapa harganya bergerak, itu saya tidak mau spekulasi. Tapi ini serba salah nih, kita mesti hati-hati, kalai rights issue itu kita taruh di harga pasar orang akan berpikir "Oh you sengaja ya supaya orang lain tidak mengambil, anda yang ambil semua", jadi itu untuk minority protection juga tidak baik.

Kalau terlalu jauh di bawah itu juga tidak baik karena "Eh you terlalu jauh, maksain orang buat ngambil, kalau tidak terdilusi". Jadi menurut saya yang layaknya adalah doscount tapi discount-nya kecil ke pasar, discount kami kalau tidak salah sekitar 8%, jadi saya rasa pas lah memberikan satu peluang untuk orang ikut tapi bagi mereka untuk alasan tertentu tidak mau ikut juga terdilusinya tidak begitu banyak.
John Riady, Putra Mahkota yang Disiapkan Membereskan MeikartaFoto: Chief Executive Officer PT. Lippo Karawaci, Tbk John Riady (CNBC Indonesia/Houtmand P. Saragih)

Kenapa semua direksi dan komisaris Lippo Karawaci dirombak?
Jadi kan ini tadi saya cerita harus mendorong sebuah perubahan yang sifatnya komprehensif, jadi soal likuiditas kita jawab, soal balance sheet kita jawab, soal bisnis model dan cashflow kita jawab, soal execution juga kita jawab dan terakhir soal governance juga kita jawab.

Jadi memang ini satu perubahan yang kita lakukan dan harapan kami adalah perubahan ini dapat disambut positif sebagai satu signal bahwa kami sangat percaya dan komitmen atas Lippo Karawaci ini dan ke depannya akan semakin baik lagi dengan beberapa orang, lima orang baru dari jajaran komisaris kami, semoga mereka bisa memberikan satu visi, supervision dan juga good corporate governance. Jadi memang itu yang kita ingin capai.

Banyak pejabat penting seperti Agum Gumelar, Sutiyoso, Theo Sambuaga tidak lagi ada di jabatan struktural dari Lippo Kawaraci, alasannya kenapa?
Mereka sangat penting dan masing-masing mereka sudah puluhan tahun mendukung Lippo dan kami bermitra dengan mereka dan kami didukung. Jangan lupa, mereka ada advisor bagi Lippo Group jadi tidak ke mana-mana dan banyak dari mereka masih menjabat sebagai komisaris di perusahaan lain.

Jadi kerja sama kami dengan mereka akan menerus dan kami perlu bimbingan dan dukungan dari mereka semua. Jadi ini bukan persoalan yang lalu seperti apa kemudian akan diganti, tapi nama perusahaan kan terus perlu perubahan.

Namanya CEO 3-5 tahun diganti dan saya juga dalam tiga tahun harus diganti, itu namanya generation seperti manusia ataupun sebuah perusahaan dan negara perlu adanya terus regenerasi dan itu akan kita kembangkan dan tanamkan.

Market cap Lippo Karawaci terus turun disusul perusahaan properti lain, apa yang akan Anda lakukan untuk membalikkannya?
Tadi saya sudah share Lippo Karawaci ini sekarang masih perusahan terbesar di pasar modal baik dari revenue, landbank dan operation. Tapi tentu memang secara market value terus turun, 2-3 tahun seperti itu.

Kami menyadari itu dan kami menerima masukan dari pasar dan persis karena itu kami ada rencana untuk memperbaiki likuiditas, memperkuat balance sheet, memperkuat cashflow, memperkuat governance, dan tentunya memperkuat good corporate governance dengan transparansi.

Saya yakin jika kita melakukan ini paling tidak kami balik menjadi trading multiple-nya itu paling tidak sama dengan yang lain dan ini bukan suatu hal yang akan terjadi overnight, ini sebuah proses tapi kita komitmen untuk menjalankan proses itu. Kalau proses itu bener saya yakin outcome-nya sesuai dengan harapan kami.

Jadi rights issue ini jawaban dari downgrade rating dari Fitch Ratings dan S&P kemarin?
Pasti dong, karena kan kita harus peka terhadap feedback pasar, respons pasar baik dari bond investors, shareholders kami, atau pun rating agencies dan mungkin bisa dibilang ini kami lakukan tahun lalu.

Tapi tidak apa-apa, better late than never. Yang jelas kita berkomitmen, kita sekarang lihatnya ke depan dan akan melakukan yang terbaik dan saya percaya kalau kita serius dan mengerjakan yang harusnya kami kerjakan saya yakin nanti pasar akan menilai sendiri.

Setelah ditetapkan sebagai Presiden Direktur pada RUPS bulan depan, apa yang akan Bapak lakukan pertama kali?
Saya rasa yang pertama saya kerjakan, sebenarnya sudah karena sudah dua bulan saya efektif menjadi CEO, yang pertama saya lakukan adalah belajar. Banyak hal yang saya masih harus belajar, jadi saya banyak sekali bicara dengan tim kami dan jajaran pimpinan kami dan juga front line staff yang di lapangan karena mereka yang melihat keadaan riilnya seperti apa.

Itu cara yang terbaik untuk dijalankan. Saya juga bicara dengan investor kami, dengan rating agency dan bond investors. Jadi ini semua feedback yang sangat baik.

Jadi saya rasa yang pertama kita harus menampung semua dulu dan memberikan analisa kira-kira akan ke mana. Tentu yang kedua execution, menerapkan ide kita ini.

Saya rasa solusi ini bukan rocket science, jelas kok. Likuiditas bermasalah ya bereskan, balance sheet diperkuat jadi ya sifatnya scientific kan, ilmu pasti. Project ya kita harus menilai proyek bagus atau tidak, bagaimana kita meningkatkan cashflow, itu kan scientific.

Tentu dengan tim ini bukan soal perombakan tapi memperkuat tim yang ada dan tugas saya bukan menjadi CEO dalam hal seperti apa tapi untuk menggandeng, kita sama-sama menyelesaikan masalah, mencari peluang, maju bersama.

Ujung-ujungnya ini kan visi kita apa, visi Karawaci ini kan kita ingin terus melayani masyarakat, membangun bangsa dan itu akan kita kerjakan dengan pembangunan rumah, bangun mal yang merupakan satu community center di Indonesia kan kalau weekend orang-orang ke mal jadi bukan saja sebuah mal tapi community center. Terakhir melalui kesehatan karena ini dibutuhkan, sangat dibutuhkan oleh bangsa kita. Jadi ini visi kita. (hps/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading