Eksklusif

Rudiantara Bicara Soal Data Center, Merger Telko Hingga Bolt

Profil - Tim CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
22 November 2018 12:04
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi digital adalah masa depan dan berbagai negara berlomba-lomba mempersiapkan diri untuk bisa memanfaatkannya dengan maksimal.

Menghadapi perkembangan ekonomi digital, pemerintah sudah menyiapkan berbagai inisiatif untuk mempersiapkan diri menghadapi Revolusi 4.0. Salah satunya yang dilakukan oleh kementerian komunikasi dan informatika (Kemenkominfo).

Menteri Komunikasi dan informatika Rudiantara mengungkapkan rencana pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) hingga infrastruktur internet untuk menyokong ekonomi digital.


Rudiantara juga buka-bukaan soal konsolidasi, revisi data center dan nasib First Media dan Bolt kepada CNBC Indonesia. Berikut nukilan wawancaranya.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mempersiapkan SDM digital?

Kementerian Komoinfo mempersiapakan 20 ribu digital talent tahun 2019. Dan itu siapa mereka? Mereka boleh lulusan SMK, TI, boleh D3, boleh S1. Tapi yang dibatasi adalah usianya. Tahun 2018 ini kami merekrut 1000 orang.

Dari 1000 ini, animonya itu 46 ribu lebih, kemudian yang bisa tes 21 ribu orang, karena masalah administrasi dan lain sebagainya. Terutama dari sisi usia, kami ingin itu menyentuh generasi muda. Jadi usianya tidak boleh lebih dari 29 tahun di 2018 ini. Bayangkan dari 46 ribu lebih yang minat, 21 ribu orang yang berhak ikut tes, yang dapat hanya 1000 orang.

Tahun depan kita akan tambah 20 ribu orang lagi. Itu 20 ribu orang yang pertama kali besar-besaran. Tapi pak Jokowi minta perbesar angkanya. Karena ini kebutuhan kita itu mungkin sekitar 300 ribuan per tahun, jadi masih jauh. Jadi paling tidak ini sudah bergerak dahulu. Saya berharap nanti ekosistem yang lain juga bisa bergerak untuk menyiapkan digital talent di Indonesia. Dan ini level teknisi ya.

Rudiantara Bicara Soal Data Center, Merger Telko Hingga BoltFoto: Infografis/PROYEK STRATEGI NASIONAL (Sektor Teknologi)/Arie Pratama

Regulasi apa yang disiapkan untuk dorong digital talent ini?

Peran pemerintah, peran kominfo itu justru bergeser. Dari tadi sebelumnya bekerjanya hanya masalah regulasi, harus dikurangi. The best regulation is less regulation. Yang harus kita dorong adalah light touch regulation. Perizinan-perizinan disederhanakan. Dari 36 jenis izin kominfo sekarang tinggal 5 jenis izin.

Cara memberikan izin kalo sebelum jam 12 siang asal dokumen lengkap, mita izin hari yg sama harus keluar izinnya sore tapi semua dilakukan secara online. Kominfo dan pada umumnya pemerintah Indonesia yang sekarang itu bergeser dari pola pikirnya sebagai regulator menjadi fasilitator, bahkan menjadi akselerator. Itu yang dilakukan.

Bagaimana kita memfasilitasi pengembangan 1.000 digital startup. Bagaimana kita lakukan pembangunan yang bersifat affirmative policy seperti Palapa Ring. Ada gambarnya nih. Ini Insya Allah pertengahan tahun. Tahun depan ini semua kabupaten, semua kota kabupaten, minimal ibukota kabupaten itu sudah terhubung dengan jaringan tulang punggung broadbrand atau internet kecepatan tinggi.

Proyek Palapa Ring kapan mulai diresmikan dan dimanfaatkan oleh industri?

[Palapa Ring di Indonesia bagian] Barat itu sudah mulai beroperasi sejak bulan april tahun ini. [Indonesia] Tengah sampai Morotai (Maluku), Talaud (Sulawesi Utara), Sangihe (Sulawesi Utara) dan sebagainya itu progress kontruksinya sudah 99,59% jadi sekarang tinggal integrasi dan melakukan pengetesan-pengetesan.

[Indonesia] Timur yang paling menantang, itu termasuk papua, papua barat, itu progressnya 80%. Jadi tahun depan kuartal pertama mulai selesai konstruksinya, integrase, testing, jadi pertengahan tahun sudah bisa dipastikan jadi setidaknya ibukotanya dan semua kota-kota besar ada 514 indonesia sudah terhubung, terkoneksi dengan jaringan tulang punggung (backbone) dari broadband atau jaringan internet dengan kecepatan tinggi.

Paling lama pertengahan tahun terintegrasi, bahkan barat ini sudah beroperasi. Jadi kalo sekarang pengguna internet, dan lain sebagainya, operator- operator internet itu bisa pake sampai ke natuna, anambas, semua sudah broadband.

Ya, kalau 4G sudah sudah dari sejak tahun 2015 kita lakukan, sekarang kita masuk ke teknologi yang industri yang menunjang Revolusi Industri 4.0. Nah ini saya kaitkan dengan tadi digital talent yang 20 ribu digital talent. Itu nanti kita pilih 20.000 talent. Apakah itu lulusan SMK, D3 atau S1 asal usia tidak lebih dari 29 tahun.

Kita Didik di perguruan tinggi 2 bulan mereka di sana dedicated dan hands on belajar kalau belajar cloud computing tiap hari dia belajar cloud computing belajar artificial intelligence, nanti skill/keterampilan nanti setelah masa berakhir itu disertifikasi.

Rudiantara Bicara Soal Data Center, Merger Telko Hingga BoltFoto: REUTERS/Willy Kurniawan

Bagaimana sistem pendidikannya?

Nah, silabus yang kita gunakan ini kita menggunakan silabus dari Big Tech company. Ada Microsoft ada Sisco, ada Google semuanya menyediakan silabus-silabusnya. Karena kan kalau kita mikir sendiri buat silabus kita akan ketinggalan karena kan teknologinya datang juga dari luar, jadi kan kita adjust diri kita.

Nah, program ini kami berharap ya tidak hanya kominfo tapi banyak yang melakukan ini, ini lebih sebagai gerakan karena kita butuh 300.000 talent. Nanti kalau udah terpenuhi Ya setidaknya mimpi saya 5 tahun lagi kebutuhan digital talent teknisi di Asean itu itu dari Indonesia karena kita pasar yang paling besar.

Soal rencana bentuk lebih banyak startup bagaimana?

Accelerator bagaimana kita memiliki minimal 5 unicorn tahun depan. Itu program disiapkan oleh kominfo beserta ekosistem sama Nadiem (Makarim) sama William [Tanuwijaya] sama teman-teman-lah sekarang kita berusaha menjadikan startup Indonesia ada yang jadi unicorn lagi tahun depan.

Kalau yang model bisnis yang masih brick and mortar (konvensional) yang lama itu pasti kena distrupsilah, dengan teknologi digital ini ada namanya fenomena disintermediari. Perantara-perantara itu akan bertumbangan satu dengan yang lain, jadi kalau bisnisnya panjang perantaranya itu akan yang akan di adress pertama oleh di disrupsi oleh startup.

Jadi kalau kita lihat yang baru kan contoh misalkan ya kalau dulu kalau saya pintar masak Saya mau jualan masakan saya, saya harus nyewa tempat, bikin restoran yang harus bermacam-macam. Sekarang, dari dapur saya masakan bisa dikirim langsung ke pelanggan menggunakan Go-Jek, GoFood. Jadi ini semuanya ya perantara-perantara itu akan banyak hilang.

Justru kalau saya melihat, Indonesia ini praktis tidak punya legacy untuk sistem perdagangan yang model-model konvensional. Lain dengan Amerika, Amerika kan mempunyai outlet, punya mall besar, nah begitu di destruksi masuk sini contoh begitu diisi oleh Amazon itu yang nama toko-toko besar itu tutup mata rantai. Mata rantai yang panjang investasinya heavy di aset itu bertumbangan. Ini hanya masalah waktu. Kita juga akan begitu.

Ada unicorn yang mau fokus dalam negeri kita dukung, ada unicorn yang juga mau ke luar negeri kita dukung. Kalau susah masuk ke satu negara, kami sebagai pemerintahan mengetuk pintu sesama pemerintah dan kita harus berpikir juga kalau misalkan ada startup dari luar negeri yang memang kita butuh disini, kenapa kita nggak tukar?

Artinya yang Indonesia diperbolehkan ke sana, yang di sana diperbolehkan ke Indonesia Karena apa? kalau kita melihat ASEAN sebagai single market itu pergerakan dari orang, pergerakan dari barang, itu akan menjadi single market pada akhirnya nanti.

Ribut-ribu soal DNI, Kemenkominfo sudah usulkan sektor yang akan membolehkan asing masuk 100%?

Kita harus lihat dari sisi makro sebetulnya bagaimana kita ini sudah lebih dari 10 tahun mungkin ya kita punya permasalahan current account deficit yang belum bisa ter-address. Itu current account deficit karena impornya lebih banyak daripada ekspor lah kurang lebihnya.

Caranya adalah pertama meningkatkan ekspor. Nah, ekspor juga tidak mudah karena pasar yang sedang bertarung, ada perang dagang dan lain sebagainya, tapi tetap harus dilakukan.

Kedua adalah bagaimana meningkatkan investasi baik investasi dari dalam negeri, modal dalam negeri maupun dari internasional, pasar internasional masuk ke dalam negeri. Setiap saat itu pemerintah melakukan review dari kebijakan investasi yang diperlukan ke dalam negeri. Itu terefleksikan dalam salah satunya dalam bentuk DNI (daftar negatif investasi) apa-apa saja yang diperbolehkan tapi harus apa... apa-apa saja yang tertutup atau tidak diperbolehkan.

Saya juga tidak tahu kenapa jadi ribut. Saya sendiri belum menetapkan mana yang akan dirubah, bahkan sekjen saya itu, Sekjen kominfo ngirim surat berapa bahkan tidak dirubah.

Tapi kalau misalkan ini pengertian yang jadi rame itu adalah kalau dikeluarkan dari DNI seolah-olah asing 100%. Sebetulnya bukan begitu pengertian, ya kalau misalkan tadinya di dalam DNI itu katakan harus dialokasikan untuk UMKM, kalau dikeluarkan itu dampaknya apa? Pertama dampaknya adalah izinnya tidak berbelit-belit, kalau DNI kan mengacunya kepada DNI, kepada lembaga yang banyak lagi nanti.

Jadi kemudahan diberikan pada UMKM pertama. Kedua asing tidak akan masuk karena, karena kalau dibawah Rp 10 miliar net worth-nya, ya asing nggak boleh masuk. Itu Undang-Undang. Jadi kalau untuk UMKM sebelumnya dikeluarkan itu bukan berarti itu dibeli oleh asing, tidak! Karena justru itu kesempatan bagi UMKM untuk melakukan proses perizinan yang lebih sederhana gitu.

Kalaupun tidak perlu izin mungkin, itu yang pertama. Nah kedua juga asing tidak boleh masuk ke yang di bawah net worthnya yang 10 miliar rupiah.


(roy/roy)
1 dari 4 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading