Mimpi Boy Thohir: Lahan Bekas Tambang Jadi Pusat Ekonomi

Profil - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
05 March 2018 11:08
Mimpi Boy Thohir: Lahan Bekas Tambang Jadi Pusat Ekonomi
Kuala Lumpur, CNBC Indonesia- Indonesia jadi negara dengan sumber daya alam melimpah, mulai minyak, gas, batu bara, mineral, hingga sawit. Ekspor negara masih sangat bergantung pada komoditas tersebut.

Batu bara dan mineral banyak dikeruk di dalam negeri, dan isu lingkungan muncul karena kerusakan yang terjadi. Sebenarnya pemerintah sudah mewajibkan setiap kontraktor tambang untuk melakukan rehabilitasi lahan usai tambang tersebut dikeruk habis.

Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir, pekan lalu berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk melihat apa yang dilakukan negeri jiran ini terhadap lahan bekas tambangnya.




Kita tahu bahwa Malaysia pernah menjadi produsen timah terbesar dunia hingga pertengahan 1980an. Tambang timah ini meninggalkan jejak lubang-lubang besar dan dalam. Lantas apa yang dilakukan Malaysia?

Ada dua tempat bekas lahan tambang timah di dekat Kuala Lumpur yang dikembangkan menjadi pusat bisnis dan ekonomi baru. Pertama adalah Sunway Lagoon City seluas 600 hektar, yang dikembangkan menjadi taman hiburan, hotel bintang lima, apartemen, mal, perguruan tinggi, hingga rumah sakit. Tidak ada yang menyangka bila kawasan ini adalah bekas tambang timah, karena disulap sedemikian rupa dengan memanfaatkan kontur lahan bekar tambang, menjadi pusat kawasan properti.

Kedua adalah The Mines Resort City. Kota bekas tambang timah di pinggiran Kuala Lumpur yang menjadi kawasan properti mewah. Ada lapangan golf, hotel bintang lima, arena berkuda, hingga perumahan kelas atas. Di area ini terdapat dua danau dalam yang dulunya adalah cekungan tambang. Tidak disangka memang.

Garibaldi Thohir mengungkapkan cita-cita dan mimpinya ingin menjadikan bekas lahan tambang Adaro nanti dikelola sedemikian rupa, seperti yang dilakukan Malaysia. Adaro memiliki tambang batu bara seluas 30.000 hektar di Kalimantan Selatan. Berikut sedikit petikan wawancara Boy, panggilan akrab Garibaldi, dengan sejumlah wartawan di Sunway Lagoon, Kuala Lumpur, Sabtu (3/3/2018):

Bagaimana kesan anda?

Sunway Lagoon ini merupakan bekas tambang timah di 1980an. Tapi dengan visi yang jauh ke depan, bekas tambang timah ini bisa dioptimalkan. Mereka bisa ciptakan satu lingkungan yang bukan saja menjadi waste land, tapi bisa jadi bisnis baru. Dan bahkan bisa jadi satu bisnis yang lebih sustainable. Mereka ada theme park, hotel, mal, sarana pendidikan, rumah sakit. Contoh-contoh seperti ini yang saya harapkan di Adaro bisa diciptakan. Saya yakin dengan niat baik, dan perencanaan yang baik, 20-30 tahun mendatang, Adaro bisa menjadi satu kawasan, dan bisa lebih baik dari ini.

Lokasi tambang Adaro di mana?

Di kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Tentunya saya yakin dengan pertumbuhan ekonomi dan potensi penduduk Indonesia khususnya di Kalimantan, suatu saat kita bisa menciptakan sesuatu seperti di Sunway City ini.

Jadi bukan hanya untuk lingkungan tapi juga mengembangkan suatu tempat untuk kegiatan ekonomi?
Iya. Kalau kita lihat tempat ini kan dulunya tambang timah. Dulu ini kawasan yang tidak ada harganya. Tapi dengan perencanaan yang baik, saya yakin kita juga bisa menciptakan kawasan bekas tambang seperti ini yang bermanfaat.

Bapak yakin bisa?

Doakan. Adaro sekarang masih produktif. Cadangan 1 miliar ton. Kalau kita produksi 50 juta per tahun, maka umur tambang kita masih ada sekitar 20 tahun. Tapi kita bisa bertahap. Visi saya 20-25 tahun mendatang sudah ada kawasan yang bisa kami alih fungsikan dan rehabilitasi, dan bisa bermanfaat kepada saudara-saudara kita di Kalimantan.

Luas berapa?

Sunway ini kan hanya 600 hektar, sementara Adaro 30 ribu hektar. Tapi tidak seluruhnya bisa kita buat menjadi kota. Kita bisa jadikan sebagian untuk perkebunan, pariwisata, pertanian, peternakan. Kawasan itu bisa terintegrasi. Kita bisa tinggal, hidup, sekolah, dan berusaha di kawasan itu. Itu cita-cita saya 20-30 tahun dari sekarang.

Memang ini yang menjadi pesan saya kepada teman-teman di manajemen dan masyarakat di Kalimantan Selatan, batu bara itu cepat atau lambat akan habis. Tapi bagaimana kita manfaatkan lahan tersebut menjadi lebih produktif dengan menciptakan sesuatu seperti di Sunway City ini.



(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading