Ketika Sell Indonesia Kehilangan Makna Artikel ini membahas perubahan fundamental pasar keuangan Indonesia. Setiawan Budi Utomo
Ketika Pusat Gravitasi Uang Dunia Bergeser Indonesia berpotensi jadi tujuan investasi baru jika mampu menawarkan kepastian. Setiawan Budi Utomo
Pelemahan Rupiah & Ujian Kepercayaan US$ menembus Rp18.000, memicu kekhawatiran akan krisis baru. Namun, kondisi ekonomi RI saat ini lebih kuat dibanding 1998. Apa akan yang terjadi selanjutnya? Setiawan Budi Utomo
Ketika Rumor Menggoreng Pasar: Pelajaran tentang Harga Ketidakpastian Pasar keuangan bereaksi terhadap ekspektasi dan ketidakpastian. Rumor dapat memicu volatilitas. Kepercayaan dan komunikasi kebijakan adalah kunci stabilitas. Setiawan Budi Utomo
Membaca Pertumbuhan Ekonomi Berdampak: Pelajaran dari Kompetisi Global RI diproyeksikan tumbuh 5% pada 2026, menjadikannya salah satu yang tertinggi di G20. Namun, tantangan utama adalah menciptakan dampak nyata dari pertumbuhan. Setiawan Budi Utomo
Pancasila dan Nasionalisme Ekonomi RI tak butuh ideologi ekonomi baru. Pancasila sebagai kompas pembangunan menawarkan jalan nasionalisme ekonomi yang adil & berdaulat demi kesejahteraan rakyat. Setiawan Budi Utomo
Membaca APBN Sebagai Mesin Transformasi Ekonomi di Tengah Tren Global Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5% pada 2027, mendorong transformasi struktural melalui APBN sebagai alat pembangunan dan investasi strategis. Setiawan Budi Utomo
Ironi Negeri Kakao Mengimpor Kakao Indonesia, penghasil kakao, masih bergantung pada impor biji kakao. Artikel ini membahas tantangan dan potensi industri kakao untuk bertransformasi. Setiawan Budi Utomo
Saat Rupiah Gelisah: Membaca Ulang Ketahanan Ekonomi Indonesia Rupiah menghadapi tekanan akibat faktor global dan struktural. Bank Indonesia melakukan intervensi untuk stabilisasi, namun tantangan ekonomi tetap ada. Setiawan Budi Utomo
Memahami Reposisi Investasi Syariah Pasca POJK 4/2026 Terbit Industri perbankan syariah RI memasuki fase baru dengan POJK 4/2026, memisahkan simpanan dan investasi, serta meningkatkan transparansi risiko bagi nasabah. Setiawan Budi Utomo