Pemerintah Minta Siaga Darurat, Warga Kota Ini Seperti Tak Peduli

Thea Arbar, CNBC Indonesia
Sabtu, 07/11/2026 06:15 WIB
Foto: Deretan lemari pembeku kosong di sebuah toko yang mengalami gangguan akibat serangan siber—yang menyebabkan sejumlah lemari pembekunya tidak berfungsi—di Stockholm, Swedia, 2 November 2026. (REUTERS/Marie Mannes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan makanan, air, dan kebutuhan pokok untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Namun, data terbaru menunjukkan warga London menjadi kelompok yang paling tidak siap, sementara penduduk Skotlandia justru paling patuh menjalankan imbauan tersebut.

Kampanye pemerintah bertajuk Be Ready mendorong setiap rumah tangga memiliki persediaan yang cukup untuk bertahan selama tiga hari. Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari kelangkaan pangan, pemadaman listrik, banjir, hingga gangguan besar akibat serangan siber.

Berdasarkan data H Advisors, sebanyak 33% penduduk London mengaku belum melakukan persiapan apa pun untuk menghadapi keadaan darurat. Hanya 37% yang memiliki persediaan makanan kaleng di rumah, sementara kepemilikan radio analog hanya mencapai 9% dan kompor portabel sebesar 16%.


Wilayah North West menjadi daerah dengan tingkat kesiapsiagaan terendah berikutnya, dengan 30% penduduk belum melakukan persiapan. Angka tersebut disusul Yorkshire and the Humber serta South West, yang masing-masing mencatat 29% penduduk belum menindaklanjuti imbauan pemerintah.

Sebaliknya, Skotlandia menjadi wilayah paling siap menghadapi kemungkinan krisis. Hanya 16% penduduknya yang mengaku belum melakukan persiapan, sementara lebih dari separuh warga telah menyimpan makanan kaleng dan menyiapkan perangkat bertenaga baterai seperti senter.

Imbauan tersebut juga mendorong masyarakat menyiapkan uang tunai untuk mengantisipasi gangguan sistem pembayaran. Graham Mott, direktur strategi jaringan ATM LINK, mengatakan kampanye pemerintah telah memicu respons masyarakat untuk mengumpulkan kebutuhan penting.

"Kampanye 'Be Ready' dari pemerintah telah memicu perdebatan dan respons dari masyarakat yang kini berupaya mengumpulkan persediaan makanan, uang tunai, dan barang-barang penting lainnya," ujarnya, seperti dikutip Independent, Sabtu (7/11/2026).

Mott menambahkan, penarikan uang tunai di ATM meningkat seiring masyarakat mulai menyiapkan cadangan dana. Pada Jumat, rata-rata penarikan uang di ATM mencapai rekor £106,20 atau sekitar Rp2,57 juta.

Sementara, Menteri Pertahanan Wes Streeting menyerukan pendekatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat ketahanan nasional. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa panik. Mott juga menyoroti negara-negara Nordik dan Belanda yang telah lama mengedukasi warganya mengenai persiapan menghadapi perang, gangguan sistem digital, dan serangan siber.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Siapkan Tas Darurat! 33 Negara Siaga