35 Negara Minta Warga Timbun Makanan & Tas Darurat, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Puluhan negara di dunia kini secara resmi mendesak warganya untuk menyiapkan sejumlah bekal dalam keadaan darurat. Total terdapat 35 negara yang meminta warganya untuk segera menyetok makanan, air, hingga obat-obatan.
Mengutip Newsweek, The Nation, dan Anadolu Agency, Jumat (6/11/2026), seruan global ini terkait ancaman perang, cuaca ekstrem, serta serangan siber. Setiap negara mulai menyarankan tingkat dan waktu kesiapsiagaan yang berbeda-beda bagi masyarakatnya.
Thailand menjadi negara terbaru di kawasan Asia yang mengikuti langkah siaga darurat ini. Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand kini gencar mengimbau setiap rumah tangga untuk menyiapkan tas darurat untuk 72 jam pertama.
"Tas darurat dapat berguna saat terjadi banjir bandang, gempa bumi, wabah penyakit, hingga kerusuhan dan sabotase," papar Direktur Jenderal DDPM Thailand Nirat Pongsitthaworn.
Langkah serupa juga didorong secara masif oleh Komisi Eropa demi memperkuat kesiapsiagaan publik menghadapi krisis. Mereka merekomendasikan persiapan tas perlengkapan keselamatan darurat (grab bags) dan mengintegrasikan materi kesiapsiagaan di sekolah dasar.
"Pedoman ini berupaya membekali individu dengan pengetahuan dan alat untuk melindungi diri selama keadaan darurat," tegas Komisaris Manajemen Krisis Eropa Hadja Lahbib.
Secara rinci, rata-rata negara memang meminta warga bersiap menyetok perlengkapan untuk tiga hari awal. Namun, beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia menyarankan persediaan untuk seminggu, sementara Jerman menyarankan hingga 10 hari.
Pemerintah wilayah Normandia di Prancis bahkan meminta warganya untuk tidak menunggu datangnya keadaan darurat. Mereka mendesak warga setempat melalui media sosial untuk mulai bersiap dari sekarang.
"Saya memang suka kacang-kacangan, jadi saya punya banyak kacang-kacangan di lemari, dan sup, makanan itulah yang saya rekomendasikan," ucap Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.
Di Amerika Serikat (AS), Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut pangkalan militer AS harus mampu beroperasi mandiri setidaknya selama tiga bulan. Hal ini sangat diperlukan seandainya akses pasokan dari luar terputus akibat suatu konflik.
Mantan Wakil Direktur FBI Dan Bongino juga menilai langkah kesiapsiagaan ini krusial untuk mengurangi kepanikan massal di masa sulit.
"Siapkan radio darurat dan baterai, sediakan juga persediaan makanan darurat serta tablet pemurni air," pungkas Bongino.
Daftar Negara Yang Terapkan Keadaan Darurat:
Eropa
-
Inggris Raya
-
Irlandia
-
Prancis
-
Jerman
-
Belanda
-
Denmark
-
Norwegia
-
Swedia
-
Finlandia
-
Estonia
-
Latvia
-
Lituania
-
Polandia
-
Republik Ceko
-
Austria
-
Swiss
-
Kroasia
- Uni Eropa
Amerika Utara
  19. Amerika Serikat (AS)Â
  20. Kanada
  21. Meksiko
Amerika SelatanÂ
  22. ChiliÂ
  23. Kolombia
  24. Argentina
  25. Brasil
Afrika
  26. Afrika Selatan
Asia
  27. Jepang
  28. Taiwan
  29. Israel
  30. India
  31. Filipina
  32. Singapura
  33. ThailandÂ
Oseania
  34. Selandia Baru
  35. Australia