Bencana Kepung RI: Kebakaran Morowali, Banjir Aceh, Krisis Air Klaten
Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana mengepung wilayah Indonesia pada awal November 2026. Sejumlah wilayah di Tanah Air masih berjuang melawan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih akibat kekeringan panjang, hingga banjir yang merendam pemukiman warga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat deretan kejadian bencana tersebut berdasarkan laporan pemantauan hingga Kamis (5/11/2026) pukul 07.00 WIB, dikutip dari laman resminya:
Kebakaran di Morowali Utara
Ancaman kebakaran kembali merebak di Sulawesi Tengah. Karhutla melahap area lahan seluas 5,5 hektare di Desa Bintangor Mukti, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, pada Rabu (4/11/2026).
Menanggapi insiden tersebut, BPBD Kabupaten Morowali Utara langsung menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) serta memobilisasi armada mobil tangki air guna menyokong pemadaman. Hingga kini, tim gabungan masih beroperasi di lapangan untuk melakukan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan titik api.
Klaten Terjerat Krisis Air Bersih
Bergeser ke Pulau Jawa, kekeringan parah masih mencekik Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Musim kemarau panjang yang terjadi sejak Juni 2026 telah meluas hingga berdampak pada 19.588 jiwa (5.775 KK) di 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Guna menanggulangi krisis air bersih, BPBD setempat mendistribusikan bantuan darurat sebanyak 35.000 liter air bersih (7 tangki) pada Rabu (4/11/2026) untuk 1.314 jiwa terdampak di tiga desa, yakni Desa Bawak, Desa Burikan (Kecamatan Cawas), dan Desa Krakitan (Kecamatan Bayat).
Banjir Rendam Aceh Selatan, Warga Mengungsi
Sementara itu di Sumatra, musibah banjir melanda Kabupaten Aceh Selatan sejak pekan lalu (28/10/2026). Banjir merendam tiga desa, Gampong Lhok Raya, Cot Bayu, dan Padang Harapan, serta berdampak pada 222 KK atau 794 jiwa.
Laporan terbaru BPBD pada Rabu (4/11) menunjukkan genangan air perlahan mulai surut. Meski demikian, puluhan keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian, termasuk di Kompi Brimob Gampong Lhok Raya (40 KK) dan Masjid Cot Bayu (18 KK), dengan pasokan bantuan logistik dari petugas.
Peringatan Imbauan BNPB
Melihat kombinasi bencana yang melanda, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperketat kesiapsiagaan.
Masyarakat di area karhutla diminta mengenakan masker dan menghentikan praktik pembakaran lahan maupun sampah. Di sisi lain, menyambut peralihan musim menuju bencana hidrometeorologi basah, pemda dan warga diinstruksikan untuk segera memicu aksi mitigasi, mulai dari gotong royong membersihkan saluran drainase, memantau debit aliran sungai, hingga menyiapkan tas siaga bencana mandiri.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]