Kalah Pemilu Sela AS, Trump Tiba-Tiba Bertemu Utusan Putin, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba mengadakan pertemuan tertutup Kamis waktu setempat dengan utusan Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal ini setelah pejabat Rusia tersebut hadir bersama perwakilan dari Ukraina dalam sebuah acara di Gedung Putih yang diselenggarakan oleh Ibu Negara AS, Melania Trump.
Trump tidak mengungkapkan apa yang ia bahas dengan utusan Putin, Kirill Dmitriev. Namun ia memprediksi bahwa sebuah kesepakatan yang bertujuan untuk menyelesaikan perang Rusia di Ukraina mungkin akan segera tercapai.
Sebuah delegasi AS dijadwalkan pula untuk menengahi pembicaraan di Abu Dhabi pada tanggal 10 hingga 11 November antara perwakilan dari Rusia dan Ukraina. Berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa perang tersebut hampir mencapai penyelesaian dan bahwa pengakhirannya mungkin akan melibatkan seluruh Eropa.
"Ini akan menjadi kesepakatan besar, dan akan melibatkan lebih dari sekadar Ukraina... bahkan bisa dikatakan akan melibatkan seluruh Eropa. Ini akan menjadi kesepakatan yang besar dan indah, dan semua orang akan merasa senang," ujar Trump dikutip Reuters, Jumat (6/11/2026).
Trump sering kali memprediksi bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II sudah dekat meski negosiasi memang telah menunjukkan perkembangan dalam beberapa minggu terakhir. Trump menyatakan bahwa ia tidak bertemu dengan delegasi Ukraina pada hari Kamis.
Sementara itu, utusan Trump, Jared Kushner, mengatakan bahwa para pejabat AS yang bertemu di Brussel pada hari Kamis telah melakukan "diskusi yang produktif dan substantif" dengan Ukraina, NATO, dan mitra-mitra Eropa. Hal ini terkait jaminan keamanan bagi Ukraina serta arsitektur keamanan Eropa yang lebih luas.
"Kami bekerja secara intensif dengan semua pihak untuk menemukan solusi praktis yang dapat mengakhiri perang ini dan meletakkan dasar bagi perdamaian yang langgeng," tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial.
Kunjungan ini menandai kontak langsung pertama antara pejabat Rusia dan AS sejak pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada hari Selasa. Pemilu sela membuat Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali Kongres dari Partai Republik, yang menjadi pukulan telak bagi Presiden Trump.
Dengan mayoritas kursi di Kongres yang akan dipegang oleh Partai Demokrat mulai Januari mendatang, diperkirakan akan ada dorongan untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada Ukraina. Selain itu, mereka kemungkinan besar akan mempertanyakan keputusan Presiden dari Partai Republik tersebut terkait kesepakatan bahan bakar diesel dengan Rusia serta pelonggaran sejumlah sanksi terhadap Moskow.
Sebenarnya, dalam beberapa minggu terakhir, Trump semakin sering melontarkan kritik terhadap Zelenskiy. Pihak Kremlin menyatakan harapannya agar Trump tetap melanjutkan upaya perdamaian, meskipun Partai Republik mengalami kekalahan.
(sef/sef)