Korupsi Raksasa Malaysia, Eks PM Bayar Rp223 M Buat Lepas dari Penjara
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, telah membayar denda pada hari Jumat (6/11/2026). Pembayaran ini merupakan syarat dari pengampunan kerajaan yang memungkinkannya menjalani sisa masa hukumannya dalam tahanan rumah, ungkap partainya.
Mantan pemimpin berusia 73 tahun itu dipenjara karena perannya dalam salah satu kasus "penjarahan" dana kekayaan negara terbesar di dunia, yakni 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sebuah lembaga yang kini telah dibubarkan. Kasus 1MDB diperkirakan melibatkan penyelewengan dana lebih dari US$4,5 miliar (sekitar Rp80,8 triliun).
"UMNO telah menyelesaikan seluruh proses pembayaran ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pagi ini," demikian pernyataan dari United Malays National Organisation (UMNO), merujuk pada denda sebesar 50 juta ringgit (Rp 223,5 miliar).
"Dengan ini, UMNO secara resmi menutup rekening khusus 'Dana Solidaritas Najib Razak' yang sebelumnya dibentuk untuk menampung sumbangan masyarakat. Tidak ada lagi kebutuhan untuk penggalangan dana publik bagi tujuan ini," jelasnya.
Malaysia's former prime minister Najib Razak arrives to give a statement to the Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) in Putrajaya, Malaysia May 24, 2018. REUTERS/Lai Seng Sin Foto: REUTERS/Lai Seng Sin |
Ahmad Lutfi Azhar, ajudan Najib, juga mengonfirmasi bahwa pembayaran telah dilakukan. Ia menyampaikan kepada wartawan bahwa mereka kini tengah menunggu penerbitan dokumen pemindahan status tahanan.
Sebelumnya, Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, telah memberikan pengampunan bersyarat kepada Najib pada bulan September. Pengampunan ini mengizinkan Najib untuk menjalani sisa masa hukumannya dalam tahanan rumah, dengan ketentuan ia harus melunasi denda tersebut.
Melalui keputusan tersebut, Najib diperbolehkan menjalani sisa masa hukumannya melalui tahanan rumah hingga 23 Agustus 2028, dengan sejumlah persyaratan, termasuk pembayaran denda RM50 juta. UMNO kemudian meluncurkan Tabung Solidariti Najib Razak untuk membantu memenuhi kewajiban tersebut.
UMNO memiliki ikatan politik dengan Najib, di mana ia menjadi presiden partai dari 2009-2018. Membela Najib juga berkaitan dengan upaya mempertahankan dukungan basis pemilih tradisional UMNO.
Sementara itu, berdasarkan pantauan jurnalis AFP, akses jalan menuju kediaman Najib telah ditutup sejak siang hari, dengan garis polisi berwarna kuning serta kerucut lalu lintas yang menghalangi jalan masuk ke area tersebut. Pihak kepolisian juga telah menempatkan mobil patroli dan kendaraan operasional, serta mendirikan dua tenda di dekat pintu masuk jalan tersebut, sebagai langkah antisipasi untuk pengendalian massa.
1mdb (Reuters) Foto: Reuters |

