Rencana Impor KRL Bekas Jepang Batal, Ini Alasannya

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 06/11/2026 06:05 WIB
Foto: LightRocket via Getty Images/Pacific Press

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin membatalkan rencana impor rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Menurutnya hal ini dilakukan untuk mendukung industri dalam negeri.

"Nggak ada, kita nggak ngimpor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru," kata Bobby, di Istana Negara, Kamis (5/11/2026).

Bobby mengatakan KAI membutuhkan 23 trainset. Separuhnya akan dipenuhi dari produksi dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (Persero).


"Salah satunya nanti sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri," kata Bobby.

TANJUNG PRIOK, JAKARTA, INDONESIA - 2015/05/05: Some officers assisted heavy equipment lowered railroad cars at the Port of Tanjung Priok. PT KAI Commuter Jabodetabek (KJC) bring 32 units of KRL purchased a used 205 series from Japan. The train is the first stage of the delivery program for the procurement of 176 units of KRL 2014. (Photo by Garry Andrew Lotulung/Pacific Press/LightRocket via Getty Images) Foto: LightRocket via Getty Images/Pacific Press

Tapi Bobby juga menegaskan tidak menutup pintu dengan pihak asing untuk memproduksi kereta api, untuk pemenuhan di dalam negeri.

"Yang dari Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri," katanya.

Bobby juga menjelaskan bahwa 8 rangkaian KRL akan sangat dibutuhkan untuk segera dipenuhi, dari total kebutuhan 23 trainset. Rencananya hal itu akan dipenuhi dalam kurun waktu 2 - 3 tahun mendatang.

"Banyak (kebutuhan), jadi ada 8 yang urgent, kemudian total 23 trainset. Kita akan percepat 2 sampai 3 tahun. 23 trainset baru," tuturnya.


(emy/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: KAI Bakal Impor 23 Kereta Bekas dari Jepang, DPR Sudah Setuju