Bos Danantara Respons Rencana KAI Impor KRL Bekas, Soroti Kinerja INKA
Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria merespons rencana PT Kereta Api Indonesia mengimpor KRL bekas Jepang. Dia bilang belum bertemu dengan Dirut KAI Bobby Rasyidin untuk membicarakan hal ini.
"Saya belum ketemu sama Pak Dirut KAI. Pada rasanya tentu kita mendukung apapun yang dibutuhkan dalam langkah percepatan transportasi kita karena memang kereta api kan menjadi salah satu transformasi publik yang diharapkan oleh pemerintah itu bisa menurunkan banyak hal," ujar dia saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pada prinsipnya, Dony menyatakan mendukung atas rencana tersebut. Tinggal berapa banyak kebutuhan gerbong KRL bekas yang diperlukan dan akan didatangkan ke Indonesia.
"Ini makanya pada rasanya kami tentu sangat-sangat mendukung tinggal nanti kita bisa dengan Dirut KAI berapa banyak yang dibutuhkan oleh KI untuk memenuhi kebutuhan daripada masyarakat kita," bebernya.
TANJUNG PRIOK, JAKARTA, JAN-06 : Workers lowered a series of electric train from Japan upon arrival at Tanjung Priok Port, Jakarta, on January 06,2016. A total of 18 units to serve commuter KRL Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi arrived at Tanjung Priok Port, marking the end of the procurement program trains 120 PT KAI Commuter Jabodetabek 2015. (Photo by Dasril Roszandi/NurPhoto) (Photo by NurPhoto/NurPhoto via Getty Images) Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto |
Sementara itu, pada kesempatan tersebut dia juga menyoroti PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Menurut Dony INKA harus bertransformasi dengan memproduksi produk kereta yang berkualitas baik.
"Jadi kita harus juga melihat bahwa tadi dalam rangka menuju industrialisasi INKA juga harus bertransformasi. Gak bisa dengan kualitas yang tidak baik ya, tidak bisa juga. Makanya saya sudah memanggil Direksi INKA, ke depannya INKA juga harus bertransformasi," tegasnya.
"Seluruh perusahaan pemerintahan harus bertransformasi, tidak bisa lagi mereka dengan eksis dengan kondisi seperti hari ini. Karena itu INKA-nya harus bertransformasi. Tetapi tadi yang ditanyakan ke temen-temen apa yang sedang dijajaki oleh KAI, kami mendukung selama itu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat tinggal nanti saya mungkin minggu depan akan berdiskusi dengan Dirut KAI," tutupnya.
(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]