Perkuat Layanan, Mayapada Healthcare Mulai Bangun Tower 2 MHSB
Jakarta, CNBC Indonesia - Menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Jawa Timurhingga Indonesia Timur, Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk) (SRAJ) resmi memulai pembangunan Tower 2 Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking).
Ekspansi ini menjadi langkah strategis Mayapada Healthcare untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat fasilitas dan layanan unggulan MHSB, khususnya Oncology Center, Sports InjuryTreatment & Performance Center (SITPEC), dan Orthopedic Center, dengan dukungan teknologi medis yangsemakin canggih dan terintegrasi.
Seremoni groundbreaking dipimpin oleh Presiden Komisaris MayapadaHealthcare, Jonathan Tahir, bersama Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, HospitalDirector Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua, serta dihadiri Asisten AdministrasiUmum, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM yang mewakili Wali Kota Surabaya.
Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir menyampaikan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur terhadap layanan kesehatan berkualitas, Mayapada Healthcare terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas Mayapada Hospital Surabaya.
"Fokus kami jelas, clinical outcomesdan patient experience. Setelah menghadirkan berbagai inovasi layanan di sepanjang tahun 2026, kini kamimemulai pembangunan Tower 2. Ekspansi ini bukan sekadar penambahan gedung, tetapi investasi untukmeningkatkan kualitas layanan medis dan memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia," ujar Jonathan dalam keterangan resmi, Rabu (4/10/2026).
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menjelaskan bahwa ekspansi yang Mayapada Healthcare lakukan di Surabaya dilatarbelakangi oleh pertumbuhan pesat Mayapada Hospital Surabaya, khususnya pada berbagai layanan unggulannya.
"Tower 2 akan memiliki 9 lantai dan terintegrasi dengan Tower 1 untuk memperkuat 3 layanan unggulan menjadisemakin komprehensif, yaitu Oncology Center, SITPEC, dan Orthopedic Center. Oncology Center akandilengkapi dengan layanan kedokteran nuklir dan teranostik, didukung teknologi diagnostik canggih sepertiDigital PET-CT Scan dan SPECT Scan, serta fasilitas Ruang Isolasi Radio Aktif (RIRA) untuk mendukungkeamanan terapi radioaktif. Selain itu, pengembangan layanan juga mencakup penanganan kasus kanker kompleksmelalui transplantasi sumsum tulang (Bone Marrow Transplant/BMT). Sementara itu, SITPEC dan OrthopedicCenter akan menjadi ekosistem sports medicine dan ortopedi terintegrasi, dengan fasilitas lengkap untukmendukung penanganan cedera, tindakan advanced berbantuan robot, rehabilitasi, hingga peningkatan performafisik bagi atlet, sport enthusiast, dan masyarakat umum. Melalui pengembangan ini, kami menghadirkan layananmedis advanced yang semakin dekat bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur," jelas Navin.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua, mengungkapkan bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat Jawa Timur dalam mempercayakan kesehatannya kepada MHSB menjadi dorongan dan semangat bagi MHSB untuk terus memperluas kapasitas dan meningkatkan kapabilitas medisdalam menangani berbagai kasus, termasuk kasus kompleks.
"Sejak beroperasi pada 2021, Mayapada Hospital Surabaya telah mencatat lebih dari satu juta kunjunganpasien, di mana kami telah menangani lebih dari 15.000 kasus jantung, 14.000 kasus ortopedi, 3.000 kasuskanker, dan 2.000 kasus saraf dan otak. Kepercayaan terhadap MHSB juga terus tumbuh dari berbagai mitraperusahaan, asuransi, organisasi, hingga klub olahraga, termasuk Persebaya Surabaya yang mempercayakanMHSB untuk mendukung kesehatan dan performa atlet dengan mengembangkan ekosistem sports medicine melaluilayanan SITPEC. Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kompetensi tim medis,menerapkan standar internasional, menghadirkan teknologi canggih, dan meningkatkan kompetensi klinis dalammenangani kasus kompleks. Melalui pembangunan Tower 2, kami siap menghadirkan layanan yang semakinkomprehensif, personal, dan mudah diakses masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur," jelas dr. Bona.
Berbagai inovasi layanan terus dilakukan Mayapada Hospital Surabaya. Mulai dari Orthopedic Center denganteknologi VELYS™ Robotic-Assisted Solution untuk operasi penggantian sendi lutut yang didukung protokolEnhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk pemulihan yang lebih cepat. Kolaborasi tim dokter multi disiplin juga menjadi kekuatan MHSB melalui Tumor Board di Oncology Center dan Cardiac Board di Heart & VascularCenter, untuk menentukan penanganan kasus kompleks. MHSB juga mengedepankan pelayanan yang berpusatpada kebutuhan dan kondisi setiap pasien (patient-centered care).
Pendekatan ini diwujudkan melalui PatientNavigator di Oncology Center dan Cardiac Advisor di Heart & Vascular Center, yang mendampingi pasien dankeluarga dalam memperoleh informasi serta mengoordinasikan layanan sepanjang perjalanan perawatan. Padalayanan saraf dan otak, MHSB turut mendapat pengakuan dari World Stroke Organization (WSO) sebagai stroke-ready hospital, yang menegaskan kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus stroke dengan protokolinternasional.
MHSB juga menghadirkan Automated Vertical Parking, gedung parkir vertikal otomatis pertama diIndonesia Timur, untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan pasien selama berobat di MHSB.Pemerintah Kota Surabaya turut mengapresiasi ekspansi Mayapada Hospital Surabaya. Wali Kota Surabaya, yangdiwakili oleh Asisten Administrasi Umum Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM menyampaikan bahwa pengembanganfasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung posisi Surabaya sebagai pusat layanan kesehatanbagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur.
"Pengembangan Mayapada Hospital Surabaya memberikankontribusi positif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Surabaya. Kehadiran layanan medis yangsemakin lengkap diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas,sekaligus mendukung Surabaya sebagai kota tujuan rujukan layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur hinggaIndonesia Timur," ujar Anna.
(dpu/dpu)