OCS Indonesia Ungkap Pentingnya Penguatan Ekosistem Layanan Kesehatan
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director OCS Indonesia dan President of Indonesia Chapter of IFMA, Yohanes Jeffry Johary mengakui bahwa penguatan fasilitas dan layanan kesehatan di Indonesia sangatlah penting. Sehingga dalam mendorong industri kesehatan dibutuhkan investasi, baik dari sisi teknologi maupun inovasi.
"Di sinilah manajemen fasilitas berkontribusi, yaitu dengan membantu mengoordinasikan berbagai fungsi tersebut melalui kerja sama erat dengan pimpinan klinis dan unit spesialis lainnya. Setiap perjalanan pasien bergantung pada ekosistem operasional rumah sakit. Karena itu, penguatan ekosistem ini seharusnya menjadi bagian dari cara kita menilai kesiapan layanan kesehatan," jelas Yohanes dalam Health Summit 2026 yang diselenggarakan CNBC Indonesia, dikutip Senin (12/10/2026).
Dengan penguatan fasilitas dan layanan kesehatan, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia ke depan lebih memiih berobat di dalam negeri ketimbang di luar negeri. Sekitar dua tahun lalu OCS Indonesia sendiri mulai mengembangkan konsep regenerative facility management.
Dia menjelaskan regenerative facility management merupakan pendekatan terpadu dan antisipatif untuk memperkuat sistem yang saling terhubung, mencakup manusia, tempat kerja, masyarakat, dan lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan nilai jangka panjang sekaligus meningkatkan ketahanan, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi masa depan.
"Setelah melakukan sejumlah uji coba penting, konsep ini akhirnya mendapat pengakuan dari IFMA global dan kini tercantum dalam perpustakaan pengetahuan IFMA. Mulai tahun ini, kami berupaya memperluas penerapannya," kata dia.
Yohanes melanjutkan regenerative facility management menghubungkan berbagai tanggung jawab tersebut melalui pendekatan operasional yang terpadu dan antisipatif. Kredibilitas pendekatan ini ditentukan oleh keputusan yang kita ambil serta perbaikan yang dapat kita tunjukkan dari waktu ke waktu.
"Ketika kita beralih ke pembahasan berikutnya mengenai farmasi dan inovasi alat kesehatan, saya mengajak semua pihak untuk tetap membawa perspektif ini. Sistem operasional yang mendukung pelayanan kesehatan perlu mendapat perhatian yang sama besarnya dengan inovasi itu sendiri," tegas dia.
Menurutnya, kemampuan baru membutuhkan infrastruktur, tenaga kerja, dan tata kelola yang mampu mempertahankan nilai yang dihasilkan. Sedangkan, kebijakan menentukan arah, inovasi memperluas kemampuan, sedangkan ekosistem operasional memastikan layanan dapat terus diberikan.
"Rumah sakit masa depan seharusnya tidak hanya menjadi lebih canggih, tetapi juga mampu memperkuat seluruh ekosistem yang menopang keberlangsungan pelayanannya," pungkas dia.
Adapun untuk rumah sakit yang ingin mencoba pendekatan ini, Yohanes merekomendasikan penerapan 90 hari, yang terdiri atas empat pilar sebagai bagian dari program perbaikan jangka panjang. Pertama, menerapkan kondisi dasar atau baseline, kedua memilih persoalan operasional yang menjadi prioritas, ketiga menerapkan penanggung jawab, dan keempat menyepakati cara mengukur kemajuan.