INternasional

Thailand Gabung 33 Negara Siaga, Warga Siapkan Tas Darurat 72 Jam

sef, CNBC Indonesia
Rabu, 04/11/2026 11:40 WIB
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand kini mengikuti langkah 33 negara dunia yang mendesak warganya untuk siaga keadaan darurat. Sebelumnya, mengutip Newsweek, kesiapsiagaan ini terkait keadaan perang, cuaca ekstrem, serta ancaman keamanan siber, yang bisa terjadi kapan saja.

Mengutip laman The Nation, Rabu (4/11/2026), sejak Senin, Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand sudah mengimbau setiap rumah tangga untuk menyiapkan tas darurat yang berisi kebutuhan pokok untuk jangka waktu 72 jam.


Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal DDPM, Nirat Pongsitthaworn, menyatakan bahwa imbauan ini merupakan bagian dari kampanye jangka panjang departemen tersebut untuk mengurangi risiko bencana dan mendorong kesiapsiagaan tanpa menimbulkan kepanikan.

Nirat menjelaskan bahwa beberapa negara telah menyarankan penduduknya untuk menyimpan persediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya untuk tiga hari akibat konflik di Timur Tengah.

Meskipun Thailand tidak termasuk dalam negara yang secara khusus disarankan untuk bersiap menghadapi situasi tersebut, ia menegaskan bahwa tas darurat tetap menjadi langkah pencegahan dasar untuk berbagai jenis keadaan darurat.

DDPM menyebutkan bahwa 72 jam adalah tolok ukur internasional untuk kesiapsiagaan darurat.

Menurut departemen tersebut, tiga hari pertama setelah bencana merupakan periode kritis di mana setiap rumah tangga mungkin perlu memenuhi kebutuhan mereka sendiri sementara lembaga pemerintah mengorganisir dan mendistribusikan bantuan.

DDPM menyatakan bahwa ketersediaan air, makanan, dan perlengkapan yang memadai dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar mereka sembari menunggu bantuan tiba.

"Tas darurat dapat berguna saat terjadi banjir bandang, aliran air tiba-tiba dari dataran yang lebih tinggi, tanah longsor, gempa bumi, dan wabah penyakit, serta kebakaran, kerusuhan, sabotase, dan situasi darurat lainnya," katanya.

Secara rinci, DPPM merekomendasikan untuk menyiapkan enam kategori perbekalan sebagai berikut:

1. Obat-obatan dan perbekalan kesehatan: kotak P3K, obat-obatan dasar rumah tangga, obat-obatan pribadi dan rekam medis.

2. Makanan dan air minum: tiga liter air minum per orang per hari, makanan siap saji dan snack energi. Rumah tangga yang memiliki anak kecil, orang lanjut usia atau orang yang sakit harus menyediakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Peralatan dan alat komunikasi: handphone, power bank, senter, baterai cadangan dan radio untuk menerima berita jika layanan internet terganggu. Barang-barang lainnya termasuk peluit untuk memberi isyarat bantuan, lilin, korek api, buku catatan, pena, pisau saku, gunting, tali dan selotip.

4. Dokumen dan uang tunai: dokumen-dokumen penting dan salinannya disimpan dalam kantong tahan air, termasuk kartu identitas, dokumen pendaftaran rumah, kartu asuransi kesehatan, SIM, buku tabungan bank, dan akta kepemilikan tanah. Kunci cadangan dan uang tunai juga harus disiapkan jika layanan keuangan online tidak tersedia.

5. Perlengkapan kebersihan pribadi: tisu, sikat gigi, pasta gigi, perlengkapan mandi, dan kantong sampah.

6. Pakaian dan perlengkapan tidur: pakaian cadangan, jas hujan, topi, selimut atau kantong tidur secukupnya untuk periode darurat awal.

"Tas darurat harus siap dibawa saat melakukan evakuasi," kata Nirat lagi.

"Setiap rumah tangga harus memiliki tas darurat sehingga jika terjadi keadaan darurat, baik bencana alam, perang siber, atau konflik internasional, mereka dapat segera membawanya saat mengevakuasi daerah yang berisiko," tambahnya.

Nirat merekomendasikan untuk memilih tas yang ringan dan tahan air dan menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau. Rumah tangga harus secara teratur memeriksa apakah peralatan berfungsi dan persediaan masih dalam tanggal kadaluarsa.

DDPM mengatakan persiapannya yang lebih luas akan mencakup peralatan tanggap bencana, personel tanggap krisis, dan peringatan dini melalui sistem Siaran Seluler dan saluran lainnya. Departemen ini juga mempersiapkan tanggap darurat dan pengaturan bantuan yang disesuaikan dengan situasi yang berbeda.

DDPM mengatakan pihaknya siap mengoordinasikan rencana darurat dengan lembaga pemerintah lainnya untuk mendukung keselamatan masyarakat dan memberikan bantuan selama keadaan darurat.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Asia Tenggara Siaga Hadapi Ancaman Darurat