MARKET DATA

RI Mulai Eksplorasi Tambang Logam Tanah Jarang, Mirip di China-Brasil!

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
03 November 2026 18:30
Cadangan logam tanah jarang terbesar di Eropa telah ditemukan di Swedia. (dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance)
Foto: Cadangan logam tanah jarang terbesar di Eropa telah ditemukan di Swedia. (dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Perusahaan Mineral Nusantara (Perminas) mengatakan bahwa saat ini perusahaan tengah mengeksplorasi tambang logam tanah jarang (LTJ) yang karakteristiknya mirip dengan LTJ yang terkandung di China, Myanmar, hingga Brazil. Tambang LTJ itu berlokasi di Mamuju, Sulawesi Barat.

Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis Perminas La Ode Tarfin Jaya mengungkapkan bahwa jenis ketersediaan logam tanah jarang di kawasan Mamuju tergolong sebagai tipe primer yang sangat potensial dikembangkan.

"Nah LTJ kalau di Mamuju itu tipikalnya ion-adsorption clay. Jadi dia tipikal yang sama dengan misalnya Bayan Obo di China atau yang di Myanmar, atau di Caldeira Brazil, itu adalah tipe logam tanah jarang yang primer," jelas La Ode saat ditemui di sela acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026, di Jiexpo, Selasa (3/11/2026).

Hal itu seiring perusahaan telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada bulan Juli, serta persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) eksplorasi pada bulan Agustus. Kegiatan eksplorasi difokuskan pada dua blok dengan area masing-masing seluas 100 hektar atau total 200 hektar.

Progres pengeboran (drilling) rapat in-fill di Mamuju saat ini telah merambah 72 titik atau sekitar 10% dari total target 200 titik bor dengan kerapatan 50x50 meter. Pengeboran dengan kerapatan tinggi tersebut dilakukan untuk merapatkan serta mendetailkan hasil scout drilling yang telah dilaksanakan oleh Badan Geologi sebelumnya.

"Sekarang kami lagi melakukan drilling rapat in-fill di 200 hektar itu saat ini baru di 10%, di 72 titik ya yang kami lakukan dengan kerapatan 50 50, 50 x 50. Ini perlu kami lakukan karena untuk mendetailkan apa-apa yang sudah dilakukan oleh Badan Geologi sebelumnya," terangnya.

Perhitungan resmi estimasi jumlah sumber daya dan cadangan LTJ ditargetkan rampung pada tahun depan setelah seluruh 200 titik pengeboran diselesaikan dan dievaluasi. Secara keseluruhan, Perminas mengelola wilayah konsesi tambang LTJ di Mamuju dengan total luas mencapai 7.300 hektar yang terbagi dalam dua blok.

Selain proyek Mamuju, Perminas di bawah BPI Danantara juga melakukan koordinasi dan riset bersama PT Timah untuk memanfaatkan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) serta tin slag menjadi produk logam tanah jarang.

"Kita menunggu, menunggu, menunggu. Yang jelasnya sekarang kan Mamuju 7.300 hektar di dua blok. Jadi kalau misalnya pemerintah misalnya memberi tugas lagi ya kita siap timnya, prinsipnya itu," tutupnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Cuma Untuk Kendaraan EV, Logam Tanah Jarang Penting Buat Ini


Most Popular
Features