MARKET DATA

MIND ID Hingga Perminas Kolaborasi Bangun Rantai Pasok Mineral Kritis

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
15 July 2026 13:40
Penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero). (Dok. Danantara)
Foto: Penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero). (Dok. Danantara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Pertambangan, MIND ID bersama PT LEN Industri, PT Krakatau Steel, dan PT Perminas berkolaborasi membangun rantai pasok mineral kritis nasional. Kerja sama ini diharapkan memperkuat ketersediaan bahan baku industri strategis sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.

Penandatanganan kerja sama berlangsung dalam rangkaian Danantara's Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang digelar di Wisma Danantara Indonesia pada 9-10 Juli 2026.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan Indonesia perlu meningkatkan posisi dalam rantai nilai industri global dengan mengoptimalkan kekayaan mineral yang dimiliki. Ia pun mendorong seluruh pihak untuk mulai beranjak lebih jauh di dalam industri ini.

Menurut dia, Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih.

"Namun, selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi: mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga yang berkali-kali lipat," kata Rosan dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Rosan menilai kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan rantai pasok (supply-offtake) mineral kritis dan material maju untuk memenuhi kebutuhan industri strategis dalam negeri.

Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi bernilai tambah tinggi melalui berbagai program industri strategis.

Dalam hal ini pengembangannya tidak hanya terbatas pada mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa menyatakan pengembangan industri middle stream material maju perlu dipandang sebagai bagian dari transformasi industri nasional. Ia ingin transformasi ini bisa menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur bernilai tambah tinggi, dan penguasaan rantai pasok masa depan.

Menurut Sigit, Indonesia harus mampu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta bersaing di pasar global untuk mencapai skala ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, kata dia, pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Kekuatan Indonesia, katanya tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, pertahanan, transportasi, dan berbagai teknologi strategis masa depan.

"Nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi, dan kompetitif secara global," tutur Sigit.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Junior Miners Fun Fest, Cara Baru Mengenalkan Industri Tambang ke Anak


Most Popular
Features