Ahmad Luthfi Tarik Investor Vietnam Bawa Rp 9,7 Triliun untuk Jateng

Wiji Nur Hayat, CNBC Indonesia
Selasa, 03/11/2026 14:52 WIB
Foto: Dok: Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan dalam waktu dekat akan ada investasi yang masuk ke Jawa Tengah senilai total Rp9,7 triliun. Investasi tersebut berasal dari perusahaan asal Vietnam dan perusahaan dari negara lain di Vietnam yang akan ekspansi ke Jawa Tengah, termasuk kerja sama sister province antara Jawa Tengah dengan Provinsi Quang Ninh.

"Kami menghasilkan sekitar Rp9,7 triliun investasi yang akan masuk ke Jawa Tengah, juga kerja sama sister province dengan provinsi di Vietnam," kata Ahmad Luthfi saat ditemui di kantornya, Senin (2/11/2026).

Ketertarikan dan komitmen calon investor tersebut tidak lepas dari sejumlah faktor pendukung yang dimiliki oleh provinsi Jawa Tengah. Di antaranya terkait kondusivitas wilayah, jaminan perizinan yang mudah dan cepat, kesiapan infrastruktur, serta sumber daya manusia yang kompetitif. Faktor-faktor tersebut merupakan jaminan kepercayaan investor kepada Jawa Tengah.


"Tidak mudah mendapatkan Rp9,7 triliun dalam beberapa hari. Investasi ini bisa didapatkan karnwa ada trust atau kepercayaan. Jadi kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mendukung pengembangan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi," katanya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Serda Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengirimkan tim ke Vietnam untuk mengikuti agenda yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vietnam. Sekaligus menjajaki kerja sama sister province dengan Provinsi Quang Ninh, serta promosi potensi trade, tourism, dan investment (TTI).

"Kami menawarkan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata Jawa Tengah, kemudian penandatanganan business to business (B to B), juga sudah bertemu langsung dengan calon investor yang akan investasi di Jawa Tengah," jelasnya.

Dari pertemuan dengan calon investor tersebut kemudian menghasilkan sejumlah memorandum of understanding (MoU) maupun letter of intent (LoI). Ada perusahaan garmen besar yang rencananya akan berinvestasi di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp4,6 triliun dan akan groundbreaking pada bulan Desember nanti.

Selanjutnya ada perusahaan asal Vietnam yang akan memperluas industrinya di Jawa Tengah. Perusahaan sepatu, tas kulit, dan minyak wangi tersebut sebelumnya sudah memiliki perusahaan di Jepara dan akan ekspansi di daerah lain dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun. Kemudian ada perusahaan asal Tiongkok yang akan merelokasi perusahaan ke Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp2,17 triliun.

"Bidang pemerintahan dapat, promosi pariwisata dapat, investor totalnya dapat Rp9,7 triliun. Sudah ada yang tanda tangan kontrak, ada juga yang baru letter of intent," ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan mereplikasi sejumlah konsep yang digunakan di Vietnam untuk menarik lebih banyak investasi ke Jawa Tengah. Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah kesiapan dukungan terhadap pengembangan kawasan. Pola yang digunakan Vietnam adalah pengembangan industri dimulai dari pemerintah yang mengawal, mulai penyiapan lahan, infrastruktur awal, perizinan, sampai rantai pasok bahan baku dan kesiapan sumberdaya manusia (SDM).

"Ini yang nanti kita coba replikasikan di Jawa Tengah. Maka dari 12 daerah yang minat dan sudah mengajukan kawasan industri baru, kemarin 3-4 titik akan kita coba formula seperti di Vietnam. Salah satunya Brebes," tutupnya.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Airlangga: Realisasi Investasi di KEK Turun