Terungkap! Ini Mobil yang Diincar Gen Z dan Milenial Menengah Atas RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Generasi milenial dan Gen Z mulai menjadi kelompok konsumen penting di pasar otomotif Indonesia. Selain masih mengandalkan mobil konvensional, kelompok usia ini juga mulai melirik kendaraan listrik dan hybrid sebagai pilihan untuk pembelian mobil berikutnya.
Studi Populix bertajuk Decoding Indonesia's Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market mengungkapkan, sekitar satu dari lima responden tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid. Ketertarikan tersebut terutama datang dari konsumen berusia 25-35 tahun.
Associate Research Director Populix Susan Adi Putra mengatakan mobil bermesin konvensional memang masih mendominasi pasar. Namun, kendaraan elektrifikasi mulai memperoleh tempat di kalangan konsumen muda.
"Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun," ungkap Susan dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan jenis kendaraan, Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi pilihan utama. Mobil pribadi umumnya digunakan untuk menunjang aktivitas pekerjaan, dengan frekuensi pemakaian mencapai enam hari dalam sepekan dan rata-rata jarak tempuh 17,6 kilometer per hari.
Dari sisi anggaran, rata-rata dana yang disiapkan konsumen mencapai Rp493 juta. Angka tersebut berada di batas atas segmen mobil menengah yang berkisar Rp200 juta-Rp500 juta, sekaligus mendekati kategori menengah atas dengan rentang harga Rp500 juta-Rp1 miliar.
Dalam menentukan pilihan, konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga dan fungsi kendaraan. Teknologi, inovasi, performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, hingga reputasi merek secara global turut menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Perubahan preferensi juga terlihat dari meningkatnya ketertarikan terhadap mobil listrik. Bahkan, sekitar seperempat responden mengaku sangat tertarik membeli kendaraan listrik.
"Tak heran, minat terhadap mobil listrik meningkat secara signifikan. Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling. Mereka juga sudah tidak terlalu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, yang pada studi Populix tahun lalu masih menjadi poin penting dalam pertimbangan pembelian mobil listrik," jelas Susan.
Di sisi lain, preferensi terhadap merek masih menjadi pertimbangan penting bagi konsumen. Pemetaaan dilakukan terhadap 800 pemilik mobil pribadi berusia 25-45 tahun dan melakukan pembelian kendaraan dalam lima tahun terakhir. Mereka berasal dari kelompok menengah atas. Dari sisi pekerjaan, sebagian besar merupakan wiraswasta serta karyawan pada level manajerial menengah. Hasilnya, terbentuk persepsi konsumen terhadap delapan merek otomotif berdasarkan karakteristik produk, teknologi dan desain, serta nilai kepemilikan dan kepercayaan.
Hasilnya, masing-masing merek memiliki asosiasi yang berbeda di mata konsumen. BYD identik dengan inovasi dan teknologi, sementara Daihatsu dikenal melalui layanan purna jualnya. Honda dan Toyota memiliki citra kuat dalam hal nilai jual kembali. Hyundai diasosiasikan dengan paket kendaraan yang lengkap, mulai dari keamanan, kenyamanan, fitur, hingga kemudahan penggunaan.
Sementara itu, Mitsubishi mendapat kepercayaan dalam hal kualitas kendaraan dan kenyamanan berkendara. Suzuki menonjol dalam garansi dan perawatan, sedangkan Wuling dipandang sebagai salah satu pionir kendaraan listrik di Indonesia.
"BYD memimpin inovasi dan teknologi mutakhir; Daihatsu dikenal karena layanan purna jualnya; Honda dan Toyota memiliki nilai jual kembali yang tinggi; Hyundai dikenal sebagai paket komplit di sisi keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan; Mitsubishi dipercaya dalam kualitas mobil dan kenyamanan berkendara; Suzuki memiliki garansi dan perawatan terbaik; dan Wuling dianggap sebagai pionir EV di Indonesia," papar Susan.
(dce)