Ekspor RI Melesat 11,87% Jadi US$27 M di September, Ini Komoditasnya!

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 11:39 WIB
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (2/11/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai ekspor Indonesia September 2026 mencapai US$27,59 miliar atau naik 11,87% dibanding ekspor September 2025. Ekspor nonmigas September 2026 mencapai US$26,64 miliar atau naik 12,39% dibanding September 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan, peningkatan ekspor tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas. Sementara itu, ekspor migas justru mengalami penurunan.

"Pada September 2026, nilai ekspor mencapai US$27,59 miliar atau naik 11,87% dibandingkan dengan September 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers bulanan BPS, Senin (2/11/2026).


Ateng merinci, ekspor migas tercatat sebesar US$950 juta atau turun 0,99% secara tahunan. Sebaliknya, ekspor nonmigas mencapai US$26,64 miliar, tumbuh 12,39% dibandingkan September 2025.

Kenaikan ekspor nonmigas tersebut terutama didorong oleh sejumlah komoditas unggulan. Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati mencatatkan kenaikan tertinggi dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor.

Nilai ekspor lemak dan minyak hewani/nabati meningkat 89,04% secara tahunan (yoy), dengan andil sebesar 8,47% terhadap total kenaikan ekspor.

Selanjutnya, ekspor tembaga dan barang daripadanya melonjak 165,97% (yoy) dengan andil 1,64% terhadap kenaikan total ekspor. Sementara itu, ekspor mesin dan perlengkapan elektrik atau HS 85 tumbuh 24,37% secara tahunan, dengan kontribusi sebesar 1,61% terhadap kenaikan ekspor.

Berdasarkan sektor, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas Indonesia pada September 2026. Ateng menjelaskan, dari total ekspor nonmigas sebesar US$26,64 miliar, sektor industri pengolahan menyumbang US$23,27 miliar. Nilai tersebut setara dengan 87,36% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada September 2026.

Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya mencatatkan ekspor sebesar US$2,86 miliar. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang US$510 juta. Besarnya kontribusi industri pengolahan menunjukkan bahwa sektor tersebut masih menjadi penopang utama ekspor nonmigas Indonesia.

Adapun, secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-September 2026 mencapai US$221,23 miliar atau naik 5,58% dibanding periode yang sama tahun 2025.

Ekspor nonmigas Januari-September 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$54,17 miliar, disusul Amerika Serikat US$25,39 miliar, dan India US$15,00 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,55%.

Rilis BPS Senin, (2/11/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics) Foto: Rilis BPS Senin, (2/11/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)

(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BPS Catat Inflasi RI Oktober 2026 Capai 3,23% (yoy)