MARKET DATA
Internasional

Chaos! Kenapa Jerman Rusuh Besar-besaran & Toko Dijarah Massal?

sef,  CNBC Indonesia
02 November 2026 11:37
Anggota unit polisi pengendalian huru-hara berlari di tengah aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye "Gen Z regelt" (Gen Z Mengambil Alih) di Frankfurt, Jerman, pada 31 Oktober 2026. Aksi ini memprotes kurangnya pendanaan se
Foto: Anggota unit polisi pengendalian huru-hara berlari di tengah aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye "Gen Z regelt" (Gen Z Mengambil Alih) di Frankfurt, Jerman, pada 31 Oktober 2026. Aksi ini memprotes kurangnya pendanaan sekolah, pemangkasan anggaran di sektor pendidikan, layanan sosial, budaya, dan kesehatan, serta kenaikan biaya hidup dan wajib militer. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kerusuhan besar terjadi di Jerman Sabtu malam waktu setempat. Bahkan, sejumlah perusuh menjarah toko-toko di pusat Kota Frankfurt.

Selain Frankfurt yang merupakan pusat keuangan Jerman, insiden kekerasan juga terjadi di Berlin, Cologne, dan Hamburg. Polisi mengatakan mereka menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran yang menyerang petugas layanan darurat dengan kembang api, batu, dan botol.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Sebenarnya, ribuan orang sebelumnya bergabung dalam demonstrasi yang sebagian besar berlangsung damai pada siang hari. Aksi tersebut diselenggarakan oleh kelompok kampanye Gen Z Regelt, yang berarti "Gen Z mengambil kendali".

Mereka memprotes sejumlah hal di negeri kaya itu. Mulai dari minimnya pendanaan sekolah, tingginya biaya hidup, pemangkasan belanja pemerintah, serta kewajiban dinas militer.

Juru bicara Gen Z Regelt, Lina Friedrich, mengatakan demonstrasi tersebut bertujuan untuk "memperjuangkan perdamaian dan kebebasan, bukan perang dan pemaksaan".

"Hal terpenting bagi kami adalah dukungan yang lebih baik terhadap sistem kesehatan dan pendidikan. Kami menentang wajib militer dan mendukung pembagian beban yang lebih adil," ujarnya dimuat BBC, dikutip Senin (2/11/2026).

Di sela-sela aksi, sejumlah perusuh bertopeng menjarah toko-toko di Frankfurt. Sementara kekerasan juga pecah di kota-kota besar lainnya.

Sejumlah orang berupaya memecahkan kaca jendela sebuah toko yang menjual senjata, di tengah aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye Sejumlah orang berupaya memecahkan kaca jendela sebuah toko yang menjual senjata, di tengah aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye "Gen Z regelt" (Gen Z Mengambil Alih). Aksi ini memprotes kurangnya pendanaan sekolah, pemangkasan anggaran di sektor pendidikan, layanan sosial, budaya, dan kesehatan, serta kenaikan biaya hidup dan wajib militer, di Frankfurt, Jerman, pada 31 Oktober 2026. (REUTERS/Kai Pfaffenbach) Foto: Sejumlah orang berupaya memecahkan kaca jendela sebuah toko yang menjual senjata, di tengah aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye "Gen Z regelt" (Gen Z Mengambil Alih). Aksi ini memprotes kurangnya pendanaan sekolah, pemangkasan anggaran di sektor pendidikan, layanan sosial, budaya, dan kesehatan, serta kenaikan biaya hidup dan wajib militer, di Frankfurt, Jerman, pada 31 Oktober 2026. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Polisi mengerahkan meriam air untuk menghadapi kelompok pemuda yang melemparkan bom molotov. Demonstrasi ini terinspirasi oleh gerakan serupa yang terjadi di Prancis dan Italia.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt mengatakan kepada surat kabar Bild bahwa polisi berhasil mencegah terjadinya "kekerasan seperti yang terlihat di Paris" dalam beberapa pekan terakhir. Ia juga menyerukan pemberian "hukuman berat" bagi para perusuh dan penjarah.

Pihak berwenang di Frankfurt, Munich, dan Berlin melaporkan jumlah demonstran mencapai 18.000 orang. Akhir pekan, polisi dilaporkan menangkap seorang demonstran yang mengenakan kostum Batman dalam demonstrasi.

Ekonomi Jerman

Sebenarnya perekonomian Jerman telah mengalami stagnasi selama bertahun-tahun di tengah lemahnya permintaan ekspor, tingginya biaya energi, tarif Amerika Serikat (AS), dan persaingan dengan China. Meski demikian, indikator-indikator terkini menunjukkan bahwa negara tersebut mulai pulih.

Mengutip Reuters Jumat, PDB Jerman tumbuh 0,2% pada kuartal III-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka tersebut melampaui perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 0,1%.

Sementara itu, inflasi tahunan Jerman melambat menjadi 2,8% pada Oktober 2026, dari 3,3% pada September. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 3,1%.

Data awal yang dirilis Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) menunjukkan perlambatan inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga energi yang mulai mereda. Harga energi tercatat meningkat 12,2% secara tahunan pada Oktober, lebih rendah dibandingkan kenaikan 14,9% pada bulan sebelumnya.

Seseorang melompat saat polisi menggunakan meriam air dalam aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye Seseorang melompat saat polisi menggunakan meriam air dalam aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye "Gen Z regelt" (Gen Z Mengambil Alih). Aksi ini memprotes kurangnya pendanaan sekolah; pemangkasan anggaran di sektor pendidikan, layanan sosial, budaya, dan kesehatan; meningkatnya biaya hidup; serta wajib militer. Peristiwa ini terjadi di Frankfurt, Jerman, pada 31 Oktober 2026. (REUTERS/Kai Pfaffenbach) Foto: Seseorang melompat saat polisi menggunakan meriam air dalam aksi protes berskala nasional yang digelar oleh kelompok kampanye "Gen Z regelt" (Gen Z Mengambil Alih). Aksi ini memprotes kurangnya pendanaan sekolah; pemangkasan anggaran di sektor pendidikan, layanan sosial, budaya, dan kesehatan; meningkatnya biaya hidup; serta wajib militer. Peristiwa ini terjadi di Frankfurt, Jerman, pada 31 Oktober 2026. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Demonstrasi Baru

Melalui situs webnya, gerakan "GenZ regelt!" menyerukan aksi demonstrasi lanjutan pada 14 November. Mereka mengatakan bahwa apa yang terjadi saat ini "baru permulaan".

Perlu diketahui akhir pekan kemarin demo baru juga terjadi di Prancis. Namun aksi protes relatif damai dibandingkan penjarahan 17 Oktober.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret Perusuh Bertopeng Jarah Toko saat Demo Gen Z di Jerman


Most Popular
Features