MARKET DATA

PT DSI Jadi Eksportir Tunggal, Ini Data Ekspor Batu bara Cs RI Terbaru

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
02 June 2026 14:17
FILE PHOTO: A van carrier transports a container at the container terminal "Burchardkai" of the Hamburger Hafen und Logistik AG (HHLA) in the harbour of Hamburg, Germany, on late October 17, 2012.  REUTERS/Fabian Bimmer/File Photo
Foto: REUTERS/Fabian Bimmer

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan menjadi eksportir tunggal komoditas batu bara, CPO atau minyak sawit, dan ferro alloy asal Indonesia mulai 1 Januari 2027.

Komoditas batu bara, CPO, serta barang yang termasuk besi dan baja itu sebenarnya merupakan ekspor unggulan Indonesia, yang berkontribusi sebesar 28,30% terhadap total ekspor non migas, dengan nilai total US$ 24,82 miliar pada periode Januari-April 2026.

"Total ketiganya ini memberikan share sekitar 28,30% dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari hingga April 2026," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan catatan BPS teranyar, detail dari komoditas ekspor yang hanya akan melalui pintu PT DSI mulai 1 Januari 2027, itu mengalami pasang surut sepanjang tahun ini.

Untuk batu bara misalnya atau yang tergolong HS2701 pada Januari 2026 nilai ekspornya US$ 1,82 miliar, Februari 2026 turun sedikit menjadi US$ 1,66 miliar, Maret 2026 kembali naik menjadi US$ 2,03 miliar, dan April menjadi US$ 2,07 miliar.

"Pada Januari hingga April 2026 untuk negara tujuan dengan nilai ekspor batu bara terbesar tadi yang pertama adalah India, Tiongkok, dan Jepang," ucap Pudji.

Lalu, untuk komoditas CPO atau yang tergolong HS1511, pada Januari 2026 nilai ekspornya mencapai US$ 2,29 miliar, Februari US$ 2,40 miliar, Maret merosot sedikit menjadi US$ 1,42 miliar, dan April US$ 2,11 miliar.

Sedangkan untuk ferro alloy atau HS7202, nilai ekspornya tercatat sebesar US$ 1,18 miliar pada Januari 2026, Februari juga US$ 1,18 miliar, Maret menjadi US$ 1,38 miliar, dan pada April 2026 menjadi US$ 1,41 miliar.

"Untuk negara tujuan ekspor kelapa sawit India, Tiongkok, dan Pakistan. Kemudian untuk negara tujuan ferro aloy ini adalah Tiongkok, Korea Selatan, dan India," tegas Pudji.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekspor Sawit, Batu Bara & Ferro Alloy RI Lewat PT DSI, Ini Alasannya


Most Popular
Features