MARKET DATA

Siap-Siap Danantara Segera Umumkan Direksi BUMN Ekspor DSI

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
02 June 2026 14:05
Penandatanganan Perubahan Status PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi BUMN (Persero), Senin (25/5/2026). (Tangkapan layar instagram)
Foto: Penandatanganan Perubahan Status PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi BUMN (Persero), Senin (25/5/2026). (Tangkapan layar instagram)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) saat ini masih mematangkan pembentukan manajemen PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ekspor untuk komoditas sumber daya alam strategis.

Setelah mengangkat Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia, kini Danantara tengah melakukan proses seleksi ketat untuk jajaran manajemen perusahaan ekspor tersebut.

COO BPI Danantara Dony Oskaria menyebut bahwa dalam waktu dekat ini Danantara berencana mengumumkan nama-nama yang akan mengisi jajaran manajemen PT DSI.

Menurutnya, Danantara tengah melakukan proses seleksi yang ketat berkaitan dengan Sumber Daya Manusia yang nanti akan bergabung dengan PT DSI.

"Kami juga sedang melakukan proses seleksi yang ketat berkaitan dengan Sumber Daya Manusia yang nanti akan bergabung dengan Danantara Sumber Daya Indonesia. Ini juga sedang dilakukan proses seleksi yang ketat dan insya Allah mudah-mudahan nanti minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi bagian daripada tim," ungkap Dony dalam konferensi pers, Minggu (31/5/2026).

Tak hanya itu, Danantara juga sedang mengembangkan sistem teknologi yang akan mendukung operasional DSI. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan pengelolaan data dan transaksi ekspor berjalan secara transparan, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Dony, pembentukan DSI merupakan amanah besar yang diberikan kepada Danantara untuk memastikan sumber daya alam Indonesia dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat.

"Harapannya adalah bahwa ini amanah besar yang dititipkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengelola sumber daya alam kita menjadi memberikan manfaat yang maksimal karena itu kami dari Danantara Indonesia akan berupaya sebaik mungkin dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam implementasi program ini," katanya.

Ekspor Lewat PT DSI

Seperti diketahui, pemerintah mengumumkan kegiatan ekspor komoditas strategis berbasis sumber daya alam melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 1 Juni 2026.

Setidaknya, pada tahap awal ini PT DSI akan menaungi ekspor tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ekspor tiga komoditas strategis melalui PT DSI ini ditujukan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor.

"Tujuannya untuk mencegah praktik under-invoicing, transfer pricing, dan terkait dengan pelarian devisa hasil ekspor sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya, sehingga kewajiban terhadap negara dan penerimaan negara dari pelaksanaan ekspor lebih optimal," tutur Airlangga dalam konferensi pers, Minggu (31/5/2026).

Dia memaparkan, ketiga komoditas strategis ini menyumbang ekspor bernilai total US$ 66,13 miliar atau sebesar 23,4% dari total ekspor nasional.

"Dan ini adalah penopang surplus neraca perdagangan yang terjadi selama 71 bulan berturut-turut dengan gambaran nilai ekspor batu bara sekitar US$ 24,48 miliar, kemudian kelapa sawit CPO sebesar US$ 24,42 miliar, kemudian terkait dengan ferroalloy atau besi paduan sebesar US$ 16,49 miliar," paparnya.

Untuk masa transisi, perusahaan ketiga komoditas strategis tersebut wajib melaporkan kegiatan ekspornya kepada PT DSI terhitung sejak 1 Juni 2026-31 Desember 2026.

"Dalam pelaporan ini dilayani oleh Bea Cukai dalam format akses portal CEISA 4.0 yang disiapkan oleh Dirjen Bea Cukai. Dan dalam periode ini akan terus dilakukan evaluasi dalam 3 bulan pertama dan evaluasi ini menjadi dasar bagi implementasi tahap berikutnya. Sesuai dengan tahapan yang disiapkan, implementasi secara penuh berlaku paling lambat 1 Januari 2027," jelasnya.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga: Ekspor Lewat DSI Berlaku Mekanisme QQ, Ini Penjelasannya


Most Popular
Features