Dewan Bisnis Amerika Tiba-Tiba Beri Rekomendasi Ekonomi RI, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan bisnis Amerika Serikat (AS)-ASEAN, US-ASEAN Business Council (US-ABC), merilis sebuah white paper berisi rekomendasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. Dokumen ini disusun sebagai refleksi dari keterlibatan dan kolaborasi erat mereka dengan pemerintah serta pelaku industri di Tanah Air.
Country Head Indonesia US-ABC, Bhredipta Socarana, menjelaskan bahwa selama tahun 2026, pihaknya telah melakukan lebih dari 70 pertemuan dengan pihak pemerintah. Laporan ini juga sengaja dibuat untuk memandu berbagai inisiatif strategis di masa depan.
"Laporan tersebut disusun berdasarkan kuesioner dan diskusi intensif dengan para anggota," ungkapnya ditemui wartawan Jumat (30/10/2026).
Terkait target ambisius pertumbuhan ekonomi 8%, pencapaian tersebut dinilai sangat realistis oleh para pengusaha AS. Syarat utamanya adalah harus ada kerja sama yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
"Pada era 1980-an, pertumbuhan 8% pernah tercapai akibat lonjakan pasokan minyak, dan stabilitas ekonomi berlanjut di angka 6,9% pada tahun 90-an berkat industrialisasi," tutur Socarana.
Dalam mendorong Produk Domestik Bruto (PDB), investasi dinilai menjadi daya ungkit yang paling potensial dibandingkan konsumsi domestik ataupun aktivitas ekspor-impor. Namun, untuk menarik aliran investasi masuk, diperlukan tingkat kepercayaan tinggi yang didasarkan pada kejelasan regulasi, kapabilitas, hingga kemitraan strategis.
"Stabilitas kebijakan sangat penting agar kegiatan industri dapat direncanakan dengan baik, sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan," paparnya.
Sementara itu, CEO US-ABC Ambassador Brian McFeeters menambahkan bahwa pihaknya baru saja melaksanakan 21 pertemuan dengan berbagai menteri dan pejabat tinggi. Pertemuan intensif tersebut melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, hingga Gubernur Bank Indonesia yang baru.
"Hal ini menunjukkan contoh nyata dari kemitraan operasional beserta langkah-langkah konkret selanjutnya," tegas McFeeters.