Kalahkan Nikel, Investasi Hilirisasi Bauksit Jadi No.1 di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai realisasi investasi hilirisasi pada sektor mineral bauksit menggeser dominasi nikel pada kuartal II-2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memaparkan realisasi nilai investasi untuk bauksit senilai Rp 40,1 triliun, sedangkan nikel di urutan kedua Rp 29,4 triliun.
Rosan mengatakan terjadi shifting realisasi investasi antara bauksit dengan nikel yang biasanya berada di urutan pertama.
"Ini kalau kita lihat biasanya nikel selalu jadi nomer satu, ini ada shifting bauksit. Bauksit ini nomor satu, biasanya nikel," ujar Rosan saat konferensi pers di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Rosan menjelaskan adanya pembangunan pengolahan bauksit di dalam negeri oleh investor domestik dan asing yang menjadi penyebab bauksit menggeser investasi nikel di kuartal kedua 2026.
"Ini karena ada beberapa pembangunan bauksit baik dilakukan oleh (investor) dalam negeri maupun luar negeri sheingga bauksit pertama kali mengambil tempat nomer satu nikel," katanya.
Meski begitu, sepanjang semester I-2026, realisasi investasi yang masuk ke sektor hilirisasi nikel masih dominan, yakni totalnya mencapai Rp 71 triliun. Urutan kedua baru bauksit Rp 53,8 triliun.
Total realisasi investasi hilirisasi sendiri mencapai Rp 300,1 triliun sepanjang semester I-2026, setara 29,7% dari total investasi yang masuk ke Indonesia Rp 1.010,6 triliun.
Adapun total realisasi investasi hilirisasi pada kuartal II-2026 mencapai Rp 152,7 triliun atau melonjak 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]