MARKET DATA

Investasi Hilirisasi RI Tembus Rp147 T di Q1, Nikel Juaranya

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
23 April 2026 10:30
Area Tambang, Smelter Feronikel dan HPAL Harita Nikel di Obi, Halmahera Selatan, Jumat (13/6/2025). (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)
Foto: Area Tambang, Smelter Feronikel dan HPAL Harita Nikel di Obi, Halmahera Selatan, Jumat (13/6/2025). (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada kuartal pertama pada 2026 mencapai Rp 498,8 triliun atau naik 7,2% secara tahunan (year on year/yoy). Adapun, realisasi investasi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi pada kuartal I-2025 sebesar Rp 465,2 triliun.

Dari catatan BKPM, nilai realisasi ini setara dengan 24,4% dari target tahun ini yang mencapai Rp 2.041,3 triliun. Dari capaian ini, BKPM melaporkan total realisasi investasi hilirisasi pada kuartal I-2026 Rp 147,5 triliun atau tumbuh 8,2% (yoy).

"Capaian ini setara dengan 29,6% dari total realisasi investasi kuartal I-2026," papar Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala BKPM Rosan Roeslani, dalam rilis data investasi BKPM, Kamis (23/4/2026).

Dari total capaian investasi hilirisasi, sektor mineral mencatat investasi Rp 98,3 triliun pada kuartal I-2026, dipimpin oleh nikel Rp 41,5 triliun, tembaga Rp 20,7 triliun dan besi baja Rp 17 triliun. Lalu, realisasi investasi bauksit Rp 13,7 triliun, timah Rp 2,9 triliun dan lainnya Rp 2,5 triliun.

Rosan melaporkan realisasi investasi hilirisasi di sektor perkebunan mencapai Rp29,8 triliun, rinciannya a.l. sektor hilirisasi kelapa sawit Rp 18,3 triliun, karet Rp 2,4 triliun; kayu log Rp 7 triliun dan lainnya Rp 2,1 triliun.

Kemudian dari sektor hilirisasi minyak dan gas bumi, realisasi investasi hilirisasi minyak mencapai Rp 13,6 triliun dan gas bumi Rp 4,1 triliun. Adapun, investasi sektor perikanan tercatat mencapai Rp 1,7 triliun pada kuartal I-2026.

"Komoditas pada sektor ini termasuk garam, Ikan TCT (Tuna, Cakalang, Tongkol), udang, rumput laut, rajungan, dan tilapia," kata Rosan.

Secara lokasi, lima daerah ini menjadi tujuan investasi hilirisasi favorit, yakni Sulteng Rp24,1 triliun, Maluku Utara Rp18,6 triliun, Jawa Barat Rp 13 triliun, NTB Rp 12,9 triliun dan Kepulauan Riau Rp 9,6 triliun.

Press Release Capaian Realisasi Investasi Triwulan I (Januari – Maret) Tahun 2026. (BKPM)Foto: Press Release Capaian Realisasi Investasi Triwulan I (Januari – Maret) Tahun 2026. (BKPM)
(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekonom Ungkap Kondisi Ekonomi RI di 2026, Sektor Ini Jadi Penopang


Most Popular
Features