Viral Mekanik Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, DJP Buka Suara!
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) buka suara perihal mekanik bengkel di Tangerang, Banten, yang ditagih tunggakan pajak mobil McLaren oleh Samsat Ciledug.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Inge Diana Rismawati menjelaskan terkait pemberitaan mengenai seorang mekanik di Tangerang yang didatangi petugas Samsat untuk melakukan penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor atas kendaraan yang tercatat atas namanya, sementara yang bersangkutan menyatakan tidak memiliki kendaraan tersebut, dapat kami sampaikan bahwa pengelolaan administrasi dan pemungutan pajak kendaraan bermotor merupakan kewenangan Pemerintah Daerah.
"Dalam pelaksanaan tugasnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga memanfaatkan data dari berbagai sumber eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemanfaatan data tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan tugas perpajakan," kata Inge kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2026).
Sebelum melakukan klarifikasi kepada Wajib Pajak, menurut Inge, DJP terlebih dahulu melakukan penelitian terhadap profil Wajib Pajak, termasuk mempertimbangkan tingkat risiko kepatuhannya.
Apabila diperlukan, DJP dapat melakukan konfirmasi dan validasi lebih lanjut kepada pihak atau sumber data terkait untuk memastikan kesesuaian informasi yang digunakan.
Dikutip dari CNN Indonesia, Yudariansyah merasa dirugikan ketika namanya tercatat sebagai pemilik mobil mewah dan ditagih tunggakan pajak sebesar Rp137 juta oleh petugas Samsat Ciledug. Atas dasar itu, dirinya berniat melaporkan pemilik asli ke pihak kepolisian atas manipulasi data pribadinya.
"Ya, masalah ini enggak bisa langsung beres begitu saja, lah. Ya pasti, kita juga nanti bakalan siap menempuh jalur hukum," kata Yudariansyah
Dia pun mengaku telah diberitahu jika pemilik asli sudah ditemukan, dirinya akan kembali dipanggil pihak Samsat Ciledug untuk proses mediasi.
"Iya, secepatnya ya biar cepat ketemu si pemiliknya mobil tersebut biar enggak berlarut-larut terus, lah," ujarnya.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]