CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Menlu Singapura Tiba-Tiba Datang ke Indonesia Hari ini, Ada Apa?

tfa,  CNBC Indonesia
27 October 2026 12:30
Singapore's national flags are seen on the rooftop of Marina Barrage ahead of the upcoming national day, in Singapore on July 26, 2021. (Photo by ROSLAN RAHMAN / AFP)
Foto: Singapura (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dikabarkan akan bertemu dengan pemerintah Indonesia pada Selasa (27/10/2026). Kunjungan ini berlangsung di tengah ketegangan terkait pasokan gas alam dan kabut asap lintas batas.

Meski agenda pertemuan telah disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, pihak Singapura belum mengonfirmasi secara resmi kunjungan Balakrishnan. Pernyataan ke wartawan akan diberikan sekitar pukul 15.00 WIB.

Rencana pertemuan ini menjadi sorotan karena berlangsung setelah Indonesia memangkas pasokan gas melalui pipa ke Singapura sekitar 8% dan meningkatnya keresahan negara tetangga akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia.

Ketegangan pasokan gas meningkat setelah Indonesia memangkas aliran gas melalui pipa ke Singapura sekitar 8% mulai Sabtu. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berharap seluruh pihak tetap memenuhi kewajiban kontrak.

"Kami berharap semua pihak yang menandatangani kontrak akan memenuhi komitmen mereka," ujarnya pada Minggu, seperti dikutip Reuters.

Di luar persoalan energi, kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia turut memicu keresahan di Singapura dan Malaysia. Kebakaran yang berlangsung selama berbulan-bulan itu menyebabkan polusi dan gangguan pernapasan, sementara asapnya menyebar ke sejumlah negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, dan Timor Leste.

Menteri Senior Singapura K. Shanmugam menyampaikan kekecewaan atas pernyataan seorang pejabat Indonesia yang menyebut hutan Indonesia menyediakan oksigen bagi Singapura dan Malaysia.

"Tidak pantas mengatakan hal tersebut ketika seluruh kawasan ini menderita akibat perilaku buruk perusahaan-perusahaan yang melanggar peraturan," ujar Shanmugam. Ia menambahkan, masyarakat Indonesia sendiri menjadi pihak yang paling terdampak.

Singapura sejauh ini tidak secara langsung mengkritik pemerintah Indonesia terkait kabut asap dan telah menawarkan bantuan. Namun, negara tersebut mengirimkan pemberitahuan kepada sejumlah perusahaan Indonesia yang dinilai bertanggung jawab atas kebakaran.

Di sisi lain, diplomat senior Singapura Bilahari Kausikan menyebut pemangkasan pasokan gas sebagai "upaya intimidasi" dan memperingatkan bahwa dampak jangka panjangnya justru bisa lebih merugikan Indonesia.

Pertemuan bilateral ini berlangsung ketika kedua negara menghadapi perbedaan pandangan mengenai energi dan lingkungan. Singapura memenuhi sekitar 95% kebutuhan listriknya dari gas alam, meskipun pemangkasan pasokan dari Indonesia disebut mencakup kurang dari 2% dari permintaan harian negara tersebut.

Kehadiran Balakrishnan dalam pertemuan yang dijadwalkan tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak Singapura.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Datangi RI Bahas Asap, Menlu Singapura Mendadak Berbahasa Indonesia


Most Popular
Features