Jelang Rilis Angka PDB Kuartal III, Pemerintah Benahi Data Industri

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 12:25 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai memperkuat koordinasi untuk menyempurnakan pencatatan statistik industri menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 pada awal November mendatang.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, penguatan data industri diperlukan untuk mengidentifikasi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Dradjad dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Jakarta, Senin (26/10/2026).


"Kami juga mengidentifikasi beberapa sumber-sumber pertumbuhan industri yang bisa kita galakkan ke depan, baik di sektor mamin (makanan dan minuman), kemudian agro, kemudian baik dia ada di kawasan industri, ada di kawasan bahkan di kawasan berikat," ujar Dradjad dalam keterangan pers usai pertemuan.

Menurut Dradjad, penyelarasan data menjadi bagian penting dalam membangun satu data nasional yang dapat digunakan untuk memetakan perkembangan ekonomi, menemukan potensi pertumbuhan, hingga menentukan intervensi kebijakan yang diperlukan.

Koordinasi tersebut juga diarahkan untuk menggali peluang pertumbuhan dari sektor industri dan sektor-sektor pendukungnya. Pemerintah turut menyoroti peran daerah dalam mendorong pertumbuhan melalui investasi dan pengembangan kegiatan ekonomi sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Dradjad menilai, data statistik perlu dihubungkan dengan kebijakan agar pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan ekonomi secara lebih akurat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Data tersebut juga dinilai penting untuk membangun narasi dan persepsi mengenai kondisi perekonomian, termasuk perkembangan daya beli masyarakat serta potensi industrialisasi.

Dari sisi industri, pemerintah melihat adanya peningkatan aktivitas di sektor industri dan sektor pendukungnya. Kondisi ini dinilai dapat menjadi peluang untuk mendorong ekspansi industri ke depan.

Momentum kenaikan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga berpotensi dimanfaatkan untuk menggenjot aktivitas industri. Salah satu upaya yang disoroti adalah meningkatkan utilisasi atau pemanfaatan kapasitas produksi yang tersedia.

Dradjad mencontohkan, peningkatan produktivitas di sektor pertanian melalui intensifikasi, perbaikan irigasi, dan penyediaan pupuk telah membantu mendorong pertumbuhan sektor tersebut. Pendekatan serupa, menurutnya, dapat diterapkan di sektor industri melalui peningkatan utilisasi kapasitas.

"Kalau di pertanian kita punya intensifikasi pertanian, perbaikan air, kemudian pupuk dan sebagainya itu ternyata meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian cukup signifikan. Nah di industri, ini juga intensifikasi industri melalui itu tadi, peningkatan utilisasi. Insyaallah ini akan bisa kita dorong," kata Dradjad.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Perindustrian, BPS, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dulu Macan Asia, Kini Bagaimana Posisi Indonesia?