CLOSE AD
MARKET DATA

Menperin Buka Peluang Insentif Baru untuk Industri RI, Ini Bocorannya!

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
26 October 2026 19:45
Menteri Perindustrian M. Sarmuji dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad H. Wibowo memberikan pernyataan singkat mengenai pertemuan keduanya di kantor Kemenperin, Jakarta, sore ini, Senin (26/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana
Foto: Menteri Perindustrian M. Sarmuji dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad H. Wibowo memberikan pernyataan singkat mengenai pertemuan keduanya di kantor Kemenperin, Jakarta, sore ini, Senin (26/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji membuka potensi adanya penambahan insentif untuk sektor industri. Hal ini dilakukan mengingat saat ini terdapat momentum Indeks Kepercayaan Industri tengah dalam kondisi ekspansif. Selain itu, data-data mengenai kinerja industri juga dalam tren peningkatan.

Sekadar catatan, Indeks Kepercayaan Industri berada pada level 51,93 pada September 2026. Ini masih berada level ekspansif karena berada di atas 50. Selain itu, data Prompt Manufacturing Index dari Bank Indonesia menunjukkan kinerja manufaktur Indonesia pada level 52,28 pada kuartal III-2026. Angka ini naik dibandingkan dengan 51,66 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Mumpung ada momentum kepercayaan industri lagi naik. Kalau bisa ada insentif tambahan agar sektor industri menjadi lebih bergairah lagi," ujar Sarmuji kepada awak media di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Meski demikian, Sarmuji bakal terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap tambahan insentif tersebut. Nantinya, wacana ini akan dibahas lebih mendalam setelah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengenai insentif apa saja yang bisa diberikan di tengah momentum kepercayaan industri yang meningkat.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo mengatakan industri saat ini juga berhadapan dengan momentum peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Dalam kaitan itu, Drajad mengatakan tengah mendorong peningkatan utilisasi industri. Saat ini, utilisasi di sektor industri baru pada level hampir mendekati 70%. Pemerintah akan mendorong agar utilisasi bisa meningkat pada level 80% hingga 85%.

"Di industri ini juga intensifikasi industri melalui itu tadi peningkatan utilisasi ya. Insyaallah ini akan bisa kita dorong," ujar Drajad.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Bahan Baku Naik 20%, Pengusaha Galangan Kapal Minta Insentif Ini


Most Popular
Features