CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

China Wanti-Wanti Perang Baru Ancam Bumi, Minta PBB Bertindak

sef,  CNBC Indonesia
26 October 2026 14:00
The Chinese flag at Tiananmen Square flies at half-mast in memory of late Former Chinese Premier Zhu Rongji who passed away last Wednesday aged 97, in Beijing, China, August 18, 2026. REUTERS/Maxim Shemetov
Foto: REUTERS/Maxim Shemetov

Jakarta, CNBC Indonesia - China memperingatkan meningkatnya risiko perlombaan senjata dan potensi konflik bersenjata di antariksa seiring pesatnya perkembangan teknologi serta aktivitas eksplorasi luar angkasa. Beijing mendesak negara-negara di dunia memperkuat tata kelola global untuk menjaga antariksa tetap damai dan aman.

Hal ini terungkap dalam dokumen berjudul China's Position on Strengthening Outer Space Governance, dilihat CNBC Indonesia, Senin (26/11/2026). China menilai aturan hukum internasional yang mengatur aktivitas antariksa saat ini semakin tertinggal dibandingkan pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kegiatan eksplorasi, pengembangan, serta pemanfaatan luar angkasa.

"Risiko perlombaan senjata di antariksa dan kecenderungan menjadikan antariksa sebagai medan konflik baru telah menjadi ancaman dan tantangan terbesar bagi keamanan antariksa," demikian pernyataan China dalam dokumen tersebut yang dirilis Jumat, dimuat juga oleh Xinhua.

Beijing menilai penguatan tata kelola antariksa global kini menjadi persoalan mendesak bagi umat manusia. Ini pun sekaligus menjadi tanggung jawab bersama seluruh negara.

China juga menyoroti ketimpangan kemampuan teknologi antariksa antarnegara. Terbatasnya akses negara-negara berkembang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi luar angkasa dinilai dapat menghambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut China, antariksa tidak hanya berkaitan dengan eksplorasi ilmiah, tetapi juga berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi, keamanan nasional, kemajuan teknologi, dan kesejahteraan masyarakat dunia.

Karena itu, hasil eksplorasi antariksa seharusnya memberikan manfaat bagi seluruh negara, bukan hanya segelintir negara yang memiliki kemampuan teknologi tinggi.

China Tolak Antariksa Jadi Medan Perang

Dalam dokumen tersebut, China menekankan pentingnya mempertahankan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai dan menentang upaya menjadikan luar angkasa sebagai arena konflik militer. Beijing menyerukan agar negara-negara menentang kebijakan militer ofensif di antariksa serta mengambil langkah-langkah yang memungkinkan untuk mencegah perlombaan senjata di luar angkasa.

China juga mendorong penyusunan instrumen hukum internasional mengenai pengendalian senjata di antariksa. Negara-negara diminta kembali menegaskan prinsip untuk tidak mengancam atau menggunakan kekuatan dalam hubungan internasional, termasuk terhadap objek-objek antariksa.

Selain itu, China menilai hukum internasional, termasuk Traktat Antariksa Luar (Outer Space Treaty), harus menjadi dasar pengaturan aktivitas di luar angkasa. Beijing juga menyatakan tidak boleh ada negara yang menyalahgunakan hukum domestiknya untuk menciptakan hambatan atau menjatuhkan sanksi sepihak terhadap aktivitas antariksa negara lain.

Minta Negara Berkembang Diberi Akses

China turut mendorong pemerataan akses terhadap teknologi dan pemanfaatan antariksa. Negara-negara diminta meningkatkan kerja sama penelitian, pertukaran teknologi, serta pelatihan tenaga ahli, terutama untuk membantu negara berkembang memperkuat kapasitasnya.

Menurut dokumen tersebut, teknologi antariksa juga perlu dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti mitigasi bencana, bantuan darurat, dan penanganan perubahan iklim. China juga mendukung pengembangan inovasi di bidang layanan perbaikan dan pemeliharaan satelit di orbit, eksplorasi antariksa jauh, serta pertahanan terhadap asteroid yang mendekati Bumi.

Di sisi lain, aktivitas antariksa komersial dinilai perlu diatur melalui sistem regulasi nasional yang memastikan kepatuhan terhadap hukum nasional dan internasional. Pengaturan tersebut diperlukan agar kegiatan komersial tidak melanggar hak dan kepentingan sah negara lain, termasuk dengan menghindari keterlibatan yang melanggar hukum dalam konflik bersenjata maupun urusan dalam negeri negara lain.

PBB Jadi Jalur Utama 

Untuk memperkuat keamanan di luar angkasa, China mendorong peningkatan transparansi dan komunikasi antarnegara guna mengurangi risiko kesalahpahaman. Langkah yang diusulkan mencakup pertukaran informasi mengenai kebijakan dan aktivitas antariksa, pemberitahuan peluncuran, peringatan potensi tabrakan, serta informasi mengenai masuknya kembali objek antariksa ke atmosfer, termasuk sampah antariksa.

China juga menyerukan penguatan koordinasi internasional dalam pengelolaan lalu lintas antariksa dan mitigasi sampah antariksa. Dalam tata kelola global, Beijing menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai jalur utama untuk menyusun dan memperkuat aturan mengenai aktivitas luar angkasa.

China turut mendorong peningkatan keterwakilan dan peran negara-negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan, serta menentang pengaturan yang diskriminatif dan eksklusif. Secara keseluruhan, China mengusulkan tata kelola antariksa yang terbuka, adil, dan efektif melalui partisipasi luas, kerja sama internasional, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Sebenarnya, dokumen tersebut menegaskan posisi Beijing bahwa perkembangan aktivitas antariksa harus diimbangi dengan aturan yang memadai. Hal ini penting agar kemajuan teknologi tidak meningkatkan risiko konflik dan ancaman terhadap keamanan global.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article China Usulkan Pembatasan Ekspor Teknologi Untuk Produksi Panel Surya


Most Popular
Features