Kredit UMKM Tahun Depan Ditarget Capai Rp 2.000 Triliun

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 13:35 WIB
Foto: Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat ditemui awak media di Kantor Kementerian UMKM, Rabu (1/7/2026). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman buka suara soal rencana penambahan plafon kredit perbankan untuk menggerakkan perekonomian dari bawah. Pemerintah membidik tambahan kredit sekitar Rp400 hingga Rp500 triliun, sehingga total plafon kredit perbankan yang menyasar UMKM dapat mencapai Rp1.900 triliun hingga Rp2.000 triliun pada 2027.

Maman menegaskan, penambahan plafon tersebut bukan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), melainkan alokasi kredit perbankan yang akan disalurkan kepada pelaku usaha.

"Itu kan target dari arahan Presiden (Prabowo Subianto) melalui Kemenko perekonomian, bahwa dalam rangka untuk menjadi pendorong perekonomian stimulus perekonomian di bawah, salah satunya dengan menambahkan plafon kredit perbankan untuk di sektor UMKM. kemarin pembicaraannya antara Rp400-500 triliun, yang kalau sekarang sekitar Rp1.500 an triliun, artinya 2027 kita targetkan Rp1.900-Rp.2000 triliun," kata Maman saat ditemui di Jakarta, Jumat (23/10/2026).


Menurut Maman, penambahan kredit tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor UMKM. Namun, besaran alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2027 masih akan dibahas lebih lanjut.

"Terkait kuota KUR itu nanti domainnya l dengan komite-komite pembiayaan UMKM, yang saya rasa tunggu saja, biasanya November, Desember akan ditetapkan," ujarnya.

Maman juga menegaskan rencana penambahan plafon kredit perbankan tidak secara langsung berkaitan dengan kebutuhan anggaran APBN. Meski demikian, apabila plafon KUR ikut meningkat, pemerintah berpotensi perlu menyesuaikan anggaran subsidi bunga.

"Ini nggak ada anggaran plafon kredit. Jadi ini plafon alokasi kredit perbankan, nggak ada hubungannya dengan APBN. Untuk berapa jumlahnya, tunggu tanggal mainnya," ucap Maman.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai alternatif penyaluran kredit dengan total Rp400 triliun pada 2027. Kredit tersebut ditujukan kepada petani, nelayan, hingga masyarakat di pedesaan dan daerah tertinggal.

"Kan kita punya pola KUR dan yang lain, tinggal tingkat suku bunganya dipasang beberapa. Alternatif yang lain, ya kita seperti untuk perumahan kan kita bisa naikkan kreditnya sampai angka yang lebih tinggi. Sekarang kredit Alsintan (alat usaha dan mesin pertanian) juga ada," ungkap Airlangga saat ditemui awak media di kantornya.

Target penyaluran kredit tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Prabowo menyebut penyaluran kredit tersebut akan menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, penduduk di daerah terpencil dan tertinggal, hingga masyarakat perkotaan berpenghasilan rendah.

"Ini sasarannya adalah kurang lebih 28 juta keluarga, 28 juta keluarga kalau dengan istri dan anak itu berarti kali 4, kurang lebih 100 juta rakyat kita. itu kemampuan kita sekarang," ungkap Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pemerataan ekonomi melalui peningkatan penyaluran dana dari pusat ke daerah. Menurutnya, penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu cara untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

"Terima kasih atas upaya penyaluran kredit-kredit ini, kita akan tingkatkan semua ini. Kita akan fokus sekarang menggerakkan ekonomi tidak hanya di atas, kita mau gerakan dari bawah dari daerah dan semua daerah akan kita bangun," katanya.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Stimulus Rp31 Triliun, Bansos Dibenahi